Sabtu, 11 April 2015

FIRQOH-FIRQOH DALAM ISLAM



http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/2015/04/firqoh-firqoh-dalam-islam.html
Dalam sejarah islam tercatat firqoh-firqoh (golongan) dalam lingkungan umat islam, yang antara sama lain bertentangan fahamnya secara tajam .
Hal ini sudah menjadi fakta dalam  sejarah yang tidak bias dirubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab ushuluddin.
Barangsiapa membaca kitab ushuluddin maka akan menjumpai perkataan, syiah, khawarij, mu’tazilah, qadariyah, jabariyah, Ahlusunnah Wal Jama ah(Sunny), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah dan lain sebagainya.
Umat islam  khususnya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini, karena Nabi Muhammad saw sudah mengabarkan semasa hidupnya.
Banyak terdapat hadist-hadist yang bertalian akan adanya firqoh-firqoh yang berselisihan faham dalam lingkungan islam .
Diantara hadist-hadist itu adalah :
Bersabda Rasulullah SAW :
فانه من يعيش منكم من بعدى فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الرشدين  تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ ..رواه ابو داود, الجزء الرابع صحفة  201  )  

Artinya : “ Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantarammu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah.
Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu “ Hadst riwayat Imam Abu Daud dll. Lihat Sunan Abu Daud Juz IV, Hal 201 )
Tujuan hadist ini jelas, bahwa aka nada perselisihan –perselisihan faham dalam lingkungan ummat islam, dan bahwa Nabi Muhammad saw. Menyuruh ummat islam ketika melihat perselisihan itu supaya berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin ( Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali RA).
Kedua,
وَاِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتىِ ثلاثون كذابون كلهم يزعم انه نبى وانا خاتم النبيين لا نبي بعدى (رواه الترمذى, الجزء التاسع 63 )
Artinya :” Akan ada dilingkungan umatku 30 orang pembohong yang menda’wakan bahwa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (HR. Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juz. 9 hal 63).
Ketiga :
سيخرج


Artinya : “ Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan-perkataan “ Khairil Bariyah” (Al-Qur’an). Iman mereka tidak melampui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Hadist sahih riwayat Imam Bukhori, lihat Fathul Bari Juz.XV Hal. 315)

Terang dalam hadist ini bahwa akan ada sekumpulan orang –orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa- 

Kamis, 09 April 2015

AHLUSUNNAH WAL JAMA'AH


http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/2015/04/ahlusunnah-wal-jamaah.html


Arti Ahlusunnah ialah Penganut Sunnah Nabi.
Arti Wal-Jamaah ialah Penganut I’tiqod ( keyakinan )sebagai I’tiqod jama’ah sahabat-sahabat Nabi
Kaum ahlusunnah wal-jama’ah ialah kaum yang menganut I’tiqod  sebagai  yang dianut oleh Nabi Muhammad saw, dan sahabat-sahabat beliau.
            I’tiqod Nabi dan sahabat-sahabat itu termaktub dalam Al-Qur;an dan Sunnah Rasul secara terpencar-pencar, belum tersusun secara rapid an teratur, tetapi kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama’ Ushuluddin yang besar, yaitu Syeikh Abu Hasan ‘Ali al Asy’ari (lahir di basrah tahun 260 H- wafat di Bashrah juga tahun 324 , dalam  usia 64 tahun)
            Karena itu ada orang yang member nama kepada kaum ahlusunnah wal-jama’ah dengan kaum ‘Asya’ariyah, jamak dari ‘Asy’ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hasan ‘Ali Al Asy’ari tersebut.
            Dalam kitab Ushuluddin biasa juga dijumpai perkataan ‘sunny’ kependekan Ahlusunnah Wal Jama’ah. Orang-orangnya disebut “Sunniyun”.
Tersebut dalam kitab “Ihtihaf Sadatul Muttaqin” karangan Imam Muhammad bin Muhammad al Husni az Zabidi, yaitu kitan syarah dari kitab “Ihya Ulumuddin” karangan Imam Ghozali pada jilid II, hal 6
إذا أطلق أهل السنة فاالمراد به الأشاعرة والماتريدية
Artinya : Apabila disebut kaum Ahlusunnah wal jama’ah, maka maksudnya ialah orang-orang yang mengikuti rumusan (faham) Asy’ari dan faham Abu Mansur al Maturidi.
Siapa Abu Mansur Al Maturidi ini ?
Abu Mansur Al maturidi adalah seorang ulama’ Ushuluddin juga, yang faham dan I’tiqodnya sama atau hamper sama dengan Abu Hasan Al Asy’ari. Beliau wafat disebuah desa bernama Maturidi Samarqand, diasia Tengah pada tahun 333 H.
Sudah menjadi adat kebiasaan dalam dunia islam, bahwa hokum-hukum agama yang digali dari Al Qur’an dan Hadist oleh seorang imam, maka hukum tersebut dinamai madzab. Hasil ijtihad imam Hanafi dinamai dengan Madzab Imam Hanafi, Hasil ijtihad imam Maliki dinamai dengan Madzab Imam Maliki, Hasil ijtihad imam Syafi’I  dinamai dengan Madzab Imam Syafi;I, Hasil ijtihad imam Ahmad bin Hanbal  dinamai dengan Madzab imam Ahmad bin Hanbal. Walaupun pada hakikatnya semuanya adalah agama Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadist.
            Begitu juga dalam soal I’tiqod. Hasil galian dari Qur’an dan Hadist oleh Imam Abu Hasan Al Asy’ari dinamai Madzab Asy’ari / faham Asy’ari, walaupun pada hakikatnya Imam Abu Hasan Asy’ari hanya menggali, merumuskan, memfatwakan, menyiarkan, mempertahankan apa yang sudah ada dalam Al Qur’an dan Hadist  juga, apa yang sudah di I’tiqodkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan sahabat-sahabatnya.

Selasa, 07 April 2015

JUAL MADU RANDU



Madu randu atau madu kapuk adalah madu ternak yang dihasilkan dari lebah madu yang digembalakan diarea hutan randu. secara fisik madu randu berwarna coklat muda dan bening, rasa manis sedikit masam, jika dipanen pada musim panas maka kadar air dalam madu lebih sedikit dibanding saat musim hujan.  Bagi sebagian orang yang sudah terbiasa minum madu randu akan merasakan bau aroma yang khas dari madu randu.

Secara khusus khasiat madu randu adalah sebagai berikut:
-Bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
-meningkatkan nafsu makan dan memperlancar fungsi otak.
-juga berkhasiat sebagai obat untuk sariawan.
-menyembuhkan penyembuhan luka borok, menyehatkan liver.
-meredakan demam, batuk, pilek, menghilangkan bau mulut.
-Sangat baik dikonsumsi untuk anak balita.

Adapun secara umum manfaat madu randu adalah.
Madu asli mengandung bahan-bahan yang bisa membunuh bakteri , Kekuatan anti mikroba dari madu itu lebih kuat dari antibiotik yang dikenal saat ini. Madu juga bisa meyembuhkan diare kronis yang tidak mampu diatasi oleh,obat-obatan saat ini.

Menkonsumsi madu asli dalam rentang  waktu tertentu juga akan menimbulkan efek kekebalan tubuh dan kebugaran.Membersihakan kotoran yang ada di usus pencernaan serta berguna bagi penderita batuk berdahak, para lansia,juga  orang yang selera makannya rendah. Kandungan madu asli sangat beraneka ragam tergantung dari sumber nektar dimana lebah memperolehnya. Namun dari manapun nektarnya, madu asli merupakan sumber gizi yang sangat lengkap. Madu asli mengandung Vitamin-Mineral, Protein, Zat hidrat arang, Hormon, Antibiotik dan trace Elemen.Vitamin A,semua jenis vitamin B kompleks, beta caroten, Vitamin C,D,E dan K. Mineral dalam bentuk garam: Mg, S, Fe, Ca, Cl, K, Y, Na, Cu, dan Mn.

Madu murni bermanfaat  bagi kita yang mungkin memiliki berbagai macam keluhan seperti Semua jenis ganguan pencernaan, Membantu pengobatan infeksi bakteri dan jamur,  Meningkatkan daya tahan tubuh,  Membantu proses detokfikasi ,Merangsang pertumbuhan jaringan, Membantu mengobati penyakit kulit yang bersifat basah ,Meningkatkan Stamina pria dan wanita serta juga bisa Membantu proses pertumbuhan badan pada anak

Madu asli punya  sifat dominan lembab dan dingin namun karena madu juga memiliki sifat adaptogen maka pada penyakit dingin madu akan bersifat panas, pada sindroma panas madu akan bersifat dingin. Madi asli banyak mengandung banyak enzyme yang baik untuk pencernaan  dan juga banyak mengandung antibiotika serta anti jamur alami yang kuat terutama untuk saluran cerna, tanpa mengganggu keseimbangan koloni kuman dalam perut.

Selain itu madu asli juga memiliki sifat higroskopis jadi  cocok digunakan sebagai salep pada pasien eksim basah dan juga yang lainnya.
Allahu a'lam.
Diambil dari beberapa sumber.
Untuk Mendapatkan Madu Randu Asli Hub : Bpk Miftahul Choir Telp HP ( 085733599911)

Cara Pasang Iklan Google Adsense di bawah Postingan Blogger

Untuk tipe kali ini simak baik-baik ya...
Cara Mudah Pasang Iklan (Google Adsense) Di Bawah Judul Postingan Blogger - Iklan merupakan sebuah metode seorang blogger dan palaku websie untuk mencari keuntungan sebagai sumber pendukung dana untuk kebutuhan Internetnya itu sendiri, namun tidak sedikit dari mereka yang kehidupannya sudah mengandalkan pendapatan dari sebagian Adsense atau situs periklanan, contohnya saja dari teman-teman blogger saya sudah bisa menjadikan blognya sebagai lahan penghasilan hidup, dan tempat mereka mencari nafkah hidup.


Namun sebagia dari mereka pula banyak yang hanya bekerja blogging hanya sekedar hobby saja pada hal kalau kita memang benar-benar serius dalam menekuni bidang blogging pasti akan merasakan kenikmatannya dikemudian hari. Memang sih tidak semua blogger yang dapat merasakan keuntungan dari blog yang mereka kelola akan jika benar-benar bersungguh-sungguh maka Insya Allah kita akan menemukan manisnya seorang dan akan ada timbal balik dari apa kita kerjakan.

Tidak semua orang bisa memperoleh keuntungan yang maksimal dari sekian master blog yang sudah berpengalaman di atas rata karena sebagian mereka belum mengerti pulsa tentang penampatan adsense yang potensial yang dapat menjadikan penghasilan dari semakin besar yaitu dengan Cara menmpatkan Adsense pada posisi yang tepat Yaitu biasanya di atas Artikel blog atau di bawah Judul Postingan Blog juga di bawah Artikel Postingan Blog yang kita kelola. Untuk saya disini berniat membarikan penjelasan bagaimana cara memasang iklan (Google Adsense) di bawah judul postingan blog atau di atas artikel blog.

Simak langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Login di Akun Blogger Anda
2. Jika sudah silahkan masuk ke menu Template >> Lalu Klik Tombol Edit HTML
3. Setelah masuk ke editor template, silahkan cari kode untuk mempermudah pencarian, silahkan tekan tombol CTRL+F pada keybord PC yang sobat pakai dan masukkan text yang tadi dan tekan enter
4. Setelah ketemu silahkan parse kode iklan sobat di situs ini (NB: Buat sobat yang belom tahu, setelah sobat masuk ke situs parser, sobat tinggal pastekan kode iklan sobat di kolom yang tersedia, lalu klik tombol parse maka sobat akan mendapatkan kode iklan yang telah ter-parser, dan kode itulah yang nantinya akan kita gunakan di step selanjutnya)
5. Agar iklan muncul dibawah postingan dan sejajar dengan paragraf awal silahkan pastekan kode di bawah ini tepat diatas kode :


      LETAKAN KODE IKLAN YANG SUDAH DI PARSE DISINI

6. Jangan lupa ganti 'LETAKAN KODE IKLAN YANG SUDAH DI PARSE DISINI' dengan kode iklan yang sudah sobat parse sebelumnya, dan save. maka iklan akn muncul di bawah postingan dan sejajar dengan paragraf awal.
Silahkan lihat DEMO-nya DISINI

Jika sobat ingin merubah posisi iklan dari kiri ke kanan sobat dapat merubah kode
  dengan
.

Okelah semoga artikel Cara Memasang Iklan (Google adsense) di Bawah Judul Postingan Blog. Semoga bermanfaat..
Jika ada yang kurang jelas selahkan komentar

Umur Dunia Sudah Semakin Tua


ASSALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Ada yang mencoba, menghitung umur semesta . Namun , bukan melalui penelitian selama bertahun - tahun. Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al-Qur'an. Hasilnya !

                  Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun ...
Perhitungannya :

  1. Berdasarkan informasi Al-Qur'an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Hal ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104. ( " Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, "Kami tinggal ( di dunia ) tidal lebih dari sehari saja."
  2. Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al-hajj ayat 47. (" Dan mereka meminta kepadamu ( Muhammad ) agar adzab itu di segerakan, padahal ALLAH tidak akan menyalahi janjiNYA. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti 1.000 tahun menurut perhitunganmu."
  3. SEhari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma'arij ayat 4. (" Para malaikat dan Jibril naik, ( menghadap ) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan 50.000 tahun.")
      Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari maka sehari langit diperoleh :
              365,2422 X 50.000 X 1.000 X 1 diperoleh 19,26 Milyar tahun.
                Sebuah perhitungan Matematika yang sangat canggih !

Ternyata paparan itu terbukti oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17-20 milyar tahun. Sementara Prof. Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 Milyar tahun. Terus ditambah dengan Teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada dikisaran 12 - 18 Milyar tahun.

Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu tingginya berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al-Qur'an sudah tertera denga begitu jelasnya tentang misteri itu. SUBHANALLAH ... Maha benar ALLAH dengan segala FirmanNYA.

Wallahulmuwafiq ila aqwamit thorik
Wassalamu 'alaikum Warohamatullahi Wa barokaatuh.
http://situslakalaka.blogspot.com/2010/10/usia-dunia-tertulis-dalam-quran.htmlhttp://situslakalaka.blogspot.com/2010/10/usia-dunia-tertulis-dalam-quran.html

Selasa, 31 Maret 2015

Cara Uninstall program di windows 8

Bismillahirrohmanirrohim
Untuk membuang atau menguninstall program di windows 8, caranya agak berbeda dengan versi sebelumnya. Berikut ini cara menguninstall programdi windows 8 :
1. Klik kanan program yang akan di uninstall, sehingga ada centangnya.














2. Klik uninstall yang ada di bawah.
3. Kemudian akan tampil programs and features seperti pada windows 7, pilih yang akan di uninstall, kemudian klik uninstall.














Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Minggu, 29 Maret 2015

Cara Memasang Like dan Share Facebook di Halaman Statis Blogger

Cara membuat, menampilkan, atau memasang tombol "Like" dan "Share" Facebook di Halaman Statis Blog Blogger.

TOMBOL Social Share biasanya hanya muncul di halaman posting (blog posts), tidak muncul di halaman statis (static page). Padahal, tombol "Like" (Suka) dan "Share" (Bagi) Facebook di halaman statis juga penting.


Ini dia cara memasangnya:


  1. Buka Developor Facebook Like Button.
  2. Copy URL Link Halaman Blog yang akan dipasang Like/Share FB di menu "URL to Like" (lihat gambar di bawah)
  3. Klik "Get Code" dan akan muncul kode yang harus di-copy + paste (lihat gambar)
  4. Pilih "IFRAME" dan Copy kodenya ke Notepad.
  5. Paste kode di Notepad tersebut ke bagian atas atau bawah halaman statis di Mode "HTML".
  6. Beres!
Cara Memasang Like dan Share Facebook di Halaman Statis Blogger

Cara Memasang Like dan Share Facebook di Halaman Statis Blogger

Demikian cara Cara Memasang Like dan Share Facebook di Halaman Statis Blogger. Semoga bermanfaat. Good luck and Happy Blogging :)

Metode Menghafal Al-Qur'an


 Menghafal Al-Qur'an adalah suatu ibadah yang luar biasa, karena diperlukan keistiqomahan selama hidup ini. Sehingga ada dalam sebuah Motivasi di katakan 
" Menghafal Al-Qur'an adalah Program dalam Hidupku "
Nah...bagi kalian yang mau menghafal al-qur'an disini ada cara yang perlu diketahui
Artikel di bawah saya ambil dari metode menghafal al-qur'an
selamat membaca................Semoga Bermanfaat

 15 Langkah Efektif Untuk Menghafal Al Qur'an 

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “()
( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66
Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :
Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’am hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain.
Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Sholat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masing-masing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى
“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “()
Adapun riwayat yang menyebutkan doa tertentu dalam sholat hajat adalah riwayat lemah, bahkan riwayat yang mungkar dan tidak bisa dijadikan sandaran. ()
Begitu juga hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang menjelaskan bahwa Rosulullah saw mengajarkan Ali bin Abu Thalib sholat khusus untuk meghafal Al Qur’an yang terdiri dari empat rekaat , rekaat pertama membaca Al Fatihah dan surat Yasin, rekaat kedua membaca surat Al Fatihah dan Ad Dukhan, rekaat ketiga membaca surat Al Fatihah dan Sajdah, dan rekaat keempat membaca surat Al Fatihah dan Al Mulk, itu adalah hadist maudhu’ dan tidak boleh diamalkan. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hadits dhoif . ()
Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()
Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdo’a seperti ini :
اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .
“ Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih “.
Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :
Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman- halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.
Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.
Metode Kedua : Menghafal per- ayat , yaitu membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . ()
Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bagian ) :
  1. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’
  2. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah
  3. Surat Yunus sampai Surat An Nahl
  4. Surat Al Isra’ sampai Al Furqan
  5. Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin
  6. Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat
  7. Surat Qaf sampai Surat An Nas
Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.
Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan.
Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal, diantaranya :
a/ Memperbaiki Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini :
ثم —— > سم / الذين —- > الزين
b/ Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini :
1/ وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمات ( البقرة : 124 ) —- > )إبراهيمُ ﴾
2/ وَكُنْت ُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ( المائدة : 116 )
وَكُنْت ُ < ——— > كُنْتَ
3/ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى ( ونس : 35 ) —- > أم من لا يَهْدِي
4/ رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ( فصلت :29 ) —– > الَّذِين
5/ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ ﴾ الحشر: 17) —– > خالدِين فيها
Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, kita setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Kadang, ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita tidak pernah menyetorkan hafalan kita kepada orang lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita, dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah, sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut.
Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syekh yang mapan dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Untuk diketahui, akhir-akhir ini - alhamdulillah - banyak telivisi-telelivisi parabola yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra’ . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Qur’an yang dipandu oleh Syekh Aiman Ruysdi seorang qari’ yang mapan dan masyhur, kitapun bisa menyetor bacaan kita kepada syekh ini lewat telpun. Rekaman dari acara tersebut disiarkan ulang setiap pagi. Selain itu, terdapat juga di channel ” Al Majd “, dan channel- channel televisi lainnya. Acara-acara tersebut banyak membantu kita di dalam memperbaiki bacaan Al Qur’an.
Langkah Kedelapan : Untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman, kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo yang lama, hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits yang hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Pada suatu ketika, ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali, mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak, apa sih yang sedang engkau kerjakan ? “ Saya sedang menghafal sebuah buku “ , jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Nggak usah seperti itu, saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu.” . “ Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, tidak ada satupun hafalannya yang lupa. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal banyak orang yang bisa melakukannya dengan cepat, sebagaimana nenek tadi. Bahkan kita sering mendengar seseorang bisa menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan hal itu tidak terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara kontinu.
Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja, akan tetapi dibarengi dengan membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada beberapa teman dari Marokko yang menceritakan bahwa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Marokko adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh masing-masing murid, setelah mereka bisa menghafalnya di luar kepala, baru tulisan tersebut dicuci dengan air.
Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru.
Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang bisa menghafal dengan baik dan benar. Rosulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam.
Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. () Karena mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi, jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya :
العين تحفظ قبل الأذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي .
“ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. “()
Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an, banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an.
Disana ada model lain, seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebagain orang Mesir, ada juga mushaf yang dipakai oleh sebagain orang Pakistan dan India, bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus , Demak.
Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Akan tetapi dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda :
إن الدين يسر ، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه ، فسددوا وقاربوا و أبشروا ، واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة
“ Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan agama ini dengan benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan waktu pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari )
Dalam hadist di atas disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya kita bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. Sebagai contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, bisa kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut, waktu siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya’ atau ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya.
Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan sholat –sholat sunnah, baik di masjid maupun di rumah. Hal ini dikarenakan waktu sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Berbeda ketika di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya akan menengok ketika ada sesuatu yang menarik, atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Berbeda kalau seseorang sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya.
Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya :
- ﴿ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ﴾ البقرة 173 < ———— > ﴿ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ) المائدة 3 ، والأنعام 145، و النحل 115
- ( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير الحق ) البقرة : 61
( إن الذين يكفرون بآيات اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير حق ) آل عمران : 21
( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأنبياء بغير حق ) آل عمرن : 112
Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap bisa dirujuk buku – buku berikut :
  • Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi.
  • Asrar At Tikrar fi Al Qur’an, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany.
  • Mutasyabihat Al Qur’an, Abul Husain bin Al Munady
  • ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, karya Abu Dzar Al Qalamuni
Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an, jangan sampai ditinggal begitu saja. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi, atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya, ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar ” hafidh ” atau ” hafidhah “, akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al- Qur’an, maka jawabannya adalah nihil.
Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak orang bisa menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut :
  • Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi menjadi dua bagian, sebelum sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid, sebaiknya pergi ke masjid sebelum adzan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu setelah membaca dzikir ba’da sholat atau dzikir pagi pada sholat shubuh dan setelah dzkir sore setelah sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya sebelum sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau bisa istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tanpa menyita waktunya sama sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap hari pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dia bisa menyelesaikan setiap harinya tiga juz, dan bisa menghatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali.
  • Ada sebagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja, yaitu ketika ia mengerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut ukuran umum, kalau hafalannya lancar, biasanya ia bisa menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua jam dia bisa menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku.
  • Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya kepada temannya lima juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Inipun hanya bisa terlaksana jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu.
( Bersambung pada masalah lain dalam seri ” Sukses Belajar ” volume : 3 )
( ) Hadist riwayat Abu Daud ( no : 1319 ), dishohihkan oleh Syekh Al Bani dalam Shohih Sunan Abu Daud , juz I, hal. 361
( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadits tersebut bisa dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi, Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah, ( Kairo, Maktabah At Tabi’in, 2002 ) Cet Pertama, hal. 97 -120
( ) Ibid, hal.21-39
( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Maktabah Al Islamiyah, 2002 ) Cet. Ke-Tiga, Hal. 13
( ) Ali bin Umar Badhdah, Kaifa Tahfadu Al Qur’an, hal. 6
( ) Ibid. hal 12
( ) Abu Dzar Al Qalamuni, ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Dar Ibnu Al Haitsam, 1998 ) Cet Pertama, hal.16
( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Op. Cit, Hal. 15

( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66

Sabtu, 28 Maret 2015

Kecelakaan Tunggal Mobil Patroli

Doa Rosulullah SAW yg di ajarkan ke Abu bakar As-Sidik

Wahai Para Pelajar

Wahai para penuntut ilmu (pelajar)
ketahuilah bahwasanya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat memiliki beberapa persyaratan yang perlu engkau lakukan, agar kelak ilmu yang kau dapatkan berguna dan bisa menjadi jembatan untuk menuju ridho Allah swt. Dalam kitab اداب العالم والمتعلم karya Hadlratus Syaikh K,H Muhammad Hasyim Asy'ari , yang sudah diterjemahkan oleh Dr.Rosidin,M.Pd.I dengan judul " Pendidikan Kerakter Khas Pesantren". disebutkan dalam beberapa bab tentang hal ini , diantaranya:
Bab 1 ; Keutamaan Ilmu, Ulama' dan belajar mengajar
Bab II : Karakter Pelajar terhadap diri sendiri
Bab III : Karakter Pelajar terhadap pendidik
Bab IV : karakter pelajar terhadap pelajar
Bab V : Karakter orang alim terhadap diri sendiri
Bab VI: Karakter Pendidik dalam Belajar mengajar
Bab VII:Karakter Pendidik terhadap pelajar
Bab VIII : karakter terhadap buku pelajaran (kitab) 
Dalam keutamaan ulama' di sebutkan bahwa Allah meninggikan derajat ulama' diantara kalian karena ulama mampu menyatukan ilmu dan amal sekaligus. 
Ibnu Abbas RA berkata : "Derajat para ulama' diatas kaum mukminin ( yang bukan ulama') dengan selisih 700 derajat , dimana jarak antar derajat adalah sejauh perjalanan yang ditempuh selama 500 tahun. Ulama' adalah orang yang takut kepada Allah swt, sedangkan orang takut kepada Allahswt adalah sebaik-baiknya manusia. Kesimpulanya ulama' adalah sebaik-baik manusia. (Q.S Fathir :28, al-Bayyinah 7-8,) Ulama' adalah pewaris para Nabi. 
Bahkan disebutkan tentang keutamaan orang yang berilmu terhadap ahli ibadah ( yang tidak berilmu) seperti keutamaanku (Rasulullah) terhadap manusia yang paling rendah diantara kalian ( Hadist Nabi).
Dalam Sabda Rasulullah saw disebutkan 
" Barangsiapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan menjalankan disalah satu surganya.
" Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan wanita. Dan penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, bahkan oleh ikan di laut. 
" Barangsiapa pergi menuntut ilmu, niscaya para malaikat akan mendo'akannya dan hidupnya akan diberi keberkahan. 
"Barangsiapa pergi ke majid semata-mata untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka baginya pahala layaknya pahala haji yang sempurna.
"Orang yang berilmu dan orang yang belajar itu seperti jari jemari ini-Rasulullah saw menghimpun antara jari telunjuk dengan jari tengah, mereka bersekutu dalam hal pahala, dan tidak ada kebaikan pada kelompok manusia lainya yang melebihi itu. 
Bersambung ..........................
 
 

Bersambung Insya Allah .....



Jumat, 27 Maret 2015

Renungan Malam : Kematian ( Bertepatan dengan Wafatnya Olga Syahputra)

Innalillahi Wa inna Ilaihi Rojiun...
Semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah swt, Manusia adalah sosok mahluk Allah yang lemah dan tak berdaya,, tidak ada yang perlu di banggakan / di sombongkan di hadapan Allah swt. Tidak ada yang tidak mungkin di hadapan Allah swt, semua amal baik yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah karunia dari Allah swt . Manusia pasti akan mati soal waktu sajalah yang membedakannya..Penulis yang sekarang di depan notebook juga akan mati, anda yang membaca tulisan ini juga akan mati. namun kapan ? itu adalah rahasia Allah swt. dalam firmanya disebutkan " Jika datang ajal maka tidak bisa di undur/ di majukan walau sesaat". Yang jadi persoalan sudah siapkan amal ibadah yang kita bawa dalam menghadap sang Khaliq Allah swt, setelah kita hidup di dunia ini nanti ada kehidupan barzakh yaitu kehidupan manusia di alam kubur, disitu akan ada pentanyaan malaikat munkar dan nakir, akan ada kenikmatan kubur bagi yang taat, namun juga ada siksa kubur bagi yang maksiat.
Setelah itu nanti ada kebangkitan kubur, Firman Allah swt " Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan di bangkitkan ( dari kuburmu) di hari kiamat. Kemudian ada fase Hasyer atau pengumpulan semua manusia semenjak nabi adam sampai masa yg terakhir di satu tempat yang bernama mahsyar. Tentang keadaan manusia pada waktu itu sulit disifati. Dalam hadist Nabi Muhammad saw, dijelaskan bahwa mereka dalam keadaan telanjang. namun semua pada sibuk dengan dirinya sendiri, gelisah menginginkan cepat-cepat menerima keputusan akhir, yaitu di hisab untuk masuk surga atau masuk neraka.
Dan setelah itu ada syafaat yaitu meminta pertolongan kepada orang lain yang lebih dekat kepada Allah swt yang menjalankan hukum agama, adapun orang yang bisa memberi syafaat pada hari kiamat ada 3 orang yaitu : Para Nabi, Ulama' dan Syuhada' ( Berdasarkan hadist nabi ).
Hisab adalah proses selanjutnya yaitu penghitungan amal bagi segenap makhluk, sesuai dengan catatan amal yang ada. catatab amal baik dan buruk yang pernah di lakukan semuanya di ungkap. Pada waktu itu semua anggota tubuh akan menjadi saksi, karena mulut di kunci, anggota tubuh bisa berbicara. setelah itu ada fase Mizan ( Penimbangan catatan amal), Ash-Shirat yaitu jembatan atau titian yang diletakkan diatas jurang nerakan jahanam. Al-Haudh / telaga setiap nabi mempunyai telaga Nabi kita mempunyai telaga al-kautsar yang airnya putih melebihi putih susu, manis rasanyamelebihi manisnya madu dan harum melebihi harum minyak kasturi. siapa saja yang meminumnya tidak akan merasakan haus selamanya.
Dan pada fase terakhir ada Surga dan Neraka yang merupakan tahap penentuan tempat manusia. Semoga kita di golongkan menjadi ahli surga dan kekal disana. Amin
Selamat jalan kak Olga semoga kematianmu menjadi kematian yang husnul Khotimah, karena bertepatan dengan sayyidul ayyam yaitu hari jum'at tgl 20 Maret 2015. Amin Ya rabbal Alamin 


Jumat, 13 Maret 2015

Ujian

Manusia tak lepas dari ujian hidup.
Semoga kita di berikan Allah kesabaran dalam menjalani kehidupan ini. Dan senantiasa di berikan tetapnya iman, cahaya hati , keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat. amin
Berbicara masalah kehidupan akan banyak benang panjang yang perlu kita cermati, sebab hidup di dunia merupakan proses ujian menuju kehidupan yang abadi yakni akhirat. Alangkah bahagianya manusia yg selalu menyibukkan diri untuk bekal kehidupan yang kekal. sebab fase kehidupan dunia ini teramat singkat dalam perbandingan dg alam akhirat.
Amal sholeh itulah yg akan di bawa manusia dalam hidup di akhirat...
mau tidak mau kita harus jadi orang sholeh untuk keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Definisi sholeh sendiri adalah orang yang mampu memenuhi hak dan kewajiban terhadap sesama manusia dan kepada Allah swt.