Sabtu, 11 April 2015

FIRQOH-FIRQOH DALAM ISLAM



http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/2015/04/firqoh-firqoh-dalam-islam.html
Dalam sejarah islam tercatat firqoh-firqoh (golongan) dalam lingkungan umat islam, yang antara sama lain bertentangan fahamnya secara tajam .
Hal ini sudah menjadi fakta dalam  sejarah yang tidak bias dirubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab ushuluddin.
Barangsiapa membaca kitab ushuluddin maka akan menjumpai perkataan, syiah, khawarij, mu’tazilah, qadariyah, jabariyah, Ahlusunnah Wal Jama ah(Sunny), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah dan lain sebagainya.
Umat islam  khususnya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini, karena Nabi Muhammad saw sudah mengabarkan semasa hidupnya.
Banyak terdapat hadist-hadist yang bertalian akan adanya firqoh-firqoh yang berselisihan faham dalam lingkungan islam .
Diantara hadist-hadist itu adalah :
Bersabda Rasulullah SAW :
فانه من يعيش منكم من بعدى فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الرشدين  تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ ..رواه ابو داود, الجزء الرابع صحفة  201  )  

Artinya : “ Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantarammu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah.
Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu “ Hadst riwayat Imam Abu Daud dll. Lihat Sunan Abu Daud Juz IV, Hal 201 )
Tujuan hadist ini jelas, bahwa aka nada perselisihan –perselisihan faham dalam lingkungan ummat islam, dan bahwa Nabi Muhammad saw. Menyuruh ummat islam ketika melihat perselisihan itu supaya berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin ( Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali RA).
Kedua,
وَاِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتىِ ثلاثون كذابون كلهم يزعم انه نبى وانا خاتم النبيين لا نبي بعدى (رواه الترمذى, الجزء التاسع 63 )
Artinya :” Akan ada dilingkungan umatku 30 orang pembohong yang menda’wakan bahwa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (HR. Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juz. 9 hal 63).
Ketiga :
سيخرج


Artinya : “ Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan-perkataan “ Khairil Bariyah” (Al-Qur’an). Iman mereka tidak melampui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Hadist sahih riwayat Imam Bukhori, lihat Fathul Bari Juz.XV Hal. 315)

Terang dalam hadist ini bahwa akan ada sekumpulan orang –orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa-