Rabu, 25 Agustus 2010

MEMBUAT GAMBAR MENJADI LINK

  • Sediakanlah gambar. Bisa berbentuk jpg, gif, png, dsb. Kemudian upload ke hostingan pribadi . Bisa di photobucket, image shack, atau google pages. .upload atau browsing trus Copy alamat/url gambar itu![direct link] Misalnya, gambar saya dengan file name http://i267.photobucket.com/albums/ii283/hokageaddict/wordpress.gif
  • Buka aplikasi teks editor. Misalnya Notepad yang ada pada XP. Start-All Programs-Accesories-Nodepad. Kalo gak nemu, klik aja Start-Run-ketik NOTEPAD-Tekan Enter.
  • Ketik atau copy-paste kode berikut ini di notepad:

    href=”http://www.facebook.com/loadingfoyage/” target=”_blank” title=”blog saya”>”test
  • Simpan dengan bentuk file *.htm. Misalnya gambarku.htm.
  • Eksekusi aja file htm yang baru kita buat tadi, bisa dengan Mozilla Firefox, Internet Explorer, atau browser apa aja lah…Praktisnya, double klik aja file itu. Maka hasilnya akan seperti gambar sama di bawah, di samping kanan anda:

Keterangan:

  • href | adalah url/link tujuan. Silakan ubah sesuai dengan url/alamat web yang hendak Anda tuju!
  • target=”_blank” | artinya, jika gambar di klik, halaman yang akan terbuka tidak akan menimpa halaman yang sedang terbuka saat ini, tapi akan mengarah ke tab baru (new tab/new windows).
  • title=”judul” | saat mouse (cursor) menyorot/fokus pada gambar, akan keluar keterangan singkat yang Anda isi pada tag title ini.
  • alt=”alt text” | teks alternatif bila gambar yang dimaksud belum/tidak muncul
  • border=”0″ | bila tidak menggunakan tag ini, pada gambar akan muncul garis pinggir (border)


Minggu, 22 Agustus 2010

GAMBAR ANEH

Aku dapat gambar diatas dari suatu blog, coba bedakan antara gambar kiri dan kanan, bagaimana ekpressi keduanya
Terus coba kamu mudur 1,5  meter atau 2 meter coba perhatikan perubahan ekpresi dari 2 wajah diatas. berubah kan....???
coba beri coment di bawah ini..atas hasil pengamatan kamu .....

Jumat, 20 Agustus 2010

TUNTUNAN MENYANDARKAN BULAT KEPADA RAHMAT ALLAH

من علامات الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

  1. Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap karunia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan/ dosa.
 kalimat : Laa ilaaha illallaah. Tidak ada Tuhan, berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah, tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
Dhohirnya syariat menyuruh kita berusaha beramal, sedang syariah melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu, supaya tetap bersandar pada karunia Allah.
Kalimat : Laa haula walaa quwwata illaa billaahi. Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan. Dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan karunia rahmat-Nya semata-mata.
Firman Allah :
قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون   يونس  59
"katakanlah : hanya karena merasakan karunia rahmat Allahlah kamu boleh bergembira, dan itulah yang lebih baik (berguna) bagi mereka daripada apa yang dapat mereka kumpulkan sendiri ( Yunus 59)

Sedangkan bersandar pada amal usaha itu berarti lupa pada karunia rahmat Allah yang memberi taufiq hidayat kepadanya yang akhirnya ia ujub, sombong, merasa sempurna sendiri, sebagaima yang telah terjadi pada iblis ketika diperintah bersujud kepada Adam.
Sedangkan kita harus bertauladan pada nabi Sulaiman as. ketika ia menerima nikmat karunia Allah, ketika mendapat istana ratu Bulqis.
Firman Allah :
هذا من فضل ربي ليبلوني ااشكر ام اكفر    النمل 4
" ini semata -mata dari karunia Tuhanku, untuk menguji padaku, apakah aku bersyyukur (terimakasih) atau kufur ( lupa pada Allah).....( An-Naml 40)

DZIKIR JAHAR (keras)

Dzikir Jahar (Keras)

Hingga kini, masih banyak orang yang under estimate, merasa tidak mempercayai dengan dalil suudzon dan syak wasangka, apakah benar ada yang dinamakan dzikir jahar atau dzikir keras. Kebanyakan dari mereka, mengira bahwa yang dinamakan dzikir keras itu sesuatu yang tidak ada riwayat dari Rasulnya. Benarkah?

Sebagai ilustrasi, sebagaimana orang bijak pernah berkata, bahwa manusia akan dikumpulkan dengan orang yang disukainya. Jika ia mencintai musik, maka ia akan berkumpul dengan para pecinta musik. Jika ia mencintai hobi motor cross misalnya, maka ia akan berkumpul dengan mereka yang mencitai hobi yang sama. Tidak perduli dengan suara bising dan dentuman musik yang menjadi-jadi. Bagi mereka yang penting adalah mencari kenikmatan.

Ya, begitulah bahwa manusia akan dikumpulkan bersama dengan orang yang memiliki hobi dan minat yang sama. Demikian juga dengan dzikir, atau bagi mereka yang menyukai dzikir. Timbulnya pertanyaan, benarkah ada dzikir jahar, ialah keluar dari mereka yang memang belum mencintai apa itu dzikir jahar. Padahal, Allah sendiri adalah firman-Nya menyatakan bahwa orang yang beriman yang memiliki hati suci, jika mendengar dzikir akan tersentuh dan gemetar hatinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat-Nya bertambah kuat imannya dan mereka hanya kepada Allah saja berserah diri” (QS. Al Anfal ayat 2).

Dalam ayat ini, Allah memberi isyarat bahwa mereka yang beriman tidak akan merasa resah tetapi akan tersentuh hati dan jiwanya jika mendengarkan dzikir. Dari ayat ini yang menjadi titik tekan adalah dalam kata dzukiro, yang berarti dzikir itu dibacakan. Berarti orang yang beriman itu mendengar bacaan dzikir, lalu mereka bergetar hatinya. Kemudian, kita bisa menyimpulkan bahwa apa pun yang bisa didengar atau terdengar itu adalah suara yang dinyaringkan atau dikeraskan. Berarti dzikir dalam ayat tersebut adalah dzikir jahar atau dzikir yang dinyaringkan. Untuk lebih jelasnya, maka kita uraikan satu per satu ayat Al Quran dan Hadits yang menerangkan tentang dzikir jahar.

HUKUM DZIKIR KERAS (JAHAR) DALAM AL-QUR’AN DAN AL-HADITS
HUKUM DZIKIR JAHAR DALAM AQUR’AN

- 1. Q.S. AL-‘AROF AYAT 204 :

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat .”

Penjelasan ayat ini bukan menunjukan dzikir dalam hati tapi dzikir yang terdengar atau dzikir keras. Namun, Ayat di atas seakan bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits yang lain tentang anjuran untuk berdzikir dalam hati seperti Q.S.Al-‘Arof ayat 205: “Sebutlah nama Allah di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan tidak dengan suara yang keras dari pagi sampai petang, Dan janganlah dirimu menjadi golongan yang lupa (lalai).”

Sebenarnya Ayat 205 ini tidaklah bertentangan dengan ayat 204 yang menunjukan akan diperintahkannya dzikir jahar. Dan ayat 205 ini tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang dzikir keras karena akan bertentangan dengan dzikir yang telah umum yang biasa dibaca dengan suara keras, seperti takbiran, adzan, membaca talbiyah ketika pelaksanakan haji, membaca al-qur’an dengan dikeraskan atau dilagukan, membaca sholawat dangan suara keras dan lain-lain. Hanya saja, Q.S Al’Arof ayat 205 ini hanya menjelaskan tentang dzikir yang tidak memakai gerak lidah yaitu dzikir dalam hati atau khofi. Jadi penjelasan Ayat 205 ini menunjukan, bagaimanapun bentuknya dzikir jika dibaca dalam hati pasti tidak akan mengeluarkan suara karena dzikirnya sudah menggunakan hati, bahkan sudah tidak menggunakan gerak lidah.

Kesimpulan dari dua ayat itu, Allah menunjukan adanya perintah dibolehkannya berdzikir dengan jahar (keras) maupun dzikir dalam hati (khofi) yang tidak memakai gerak lidah.

- 2. Q.S.AL-BAQOROH AYAT 200 :

“Apabila engkau telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menywebut nama Allah) sebagaimana kamu menyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu atau bahkan berdzikirlah lebih (nyaring dan banyak) daripada itu.”

Menurut Ibnu Katsir, latar belakang turunnya ayat ini ialah kebiasaan bangsa Arab, baik suku quraisy maupun lainnya pada musim haji mereka biasanya berkumpul di Mudzalifah setelah wukuf di Arafah. Disitu mereka membanggakan kebesaran nenek moyang mereka dengan cara menyebut-nyebut kebesaran nenek moyang mereka itu dalam pidato mereka. Ketika telah memeluk agama Islam, Nabi memerintahkan mereka hadir di Arafah untuk wukuf kemudian menuju mudzdalifah. Setelah mabit di mudzdalifah mereka diperintahkan untuk meninggalkan tempat itu dengan tidak menunjukan perbedaan diantara mereka (dengan cara menyebut kebesaran nenek moyang) seperti yang mereka lakukan pada masa pra Islam.

Berbeda dengan Ibnu Katsir, yaitu Mahmud Hijazi menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, bila kamu selesai mengerjakan haji maka berdzikirlah kepada Tuhanmu dengan baik (dengan cara menyebut-nyebut nama Allah) sebagaimana kamu menyebut-nyebut nama nenek moyangmu sewaktu kamu jahiliyah atau sebutlah nama Allah itu lebih keras daripada kamu menyebut-nyebut nama nenek moyangmu itu. Begitu pun penafsiran Ibnu Abbas, seperti terdapat dalam kitab Tanwir al Miqbas ketika menafsirkan kata aw asyadda dzikro yang berarti menyebut Allah dengan mengatakan “Ya Abba” seperti menyebut nenek moyang “Ya Allah”.

Dua pendapat mufasir di atas mengarahkan kita pada kesimpulan bahwa menyebut nama Allah dalam pengertian dzikrullah dianjurkan setelah menunaikan ibadah haji,. Dzikrullah tersebut dikerjakan dengan suara keras, bahkan boleh dengan suara yang lebih keras daripada suara jahiliyah tatkala mereka menyebut nama nenek moyang mereka ketika berhaji.

- 3. Q.S. AL-BAQOROH AYAT 114 :

“ Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalangi-halangi menyebut nama Allah di dalam mesjid-mesjid-Nya ..”

- 4. Q.S. AN-NUR AYAT 36 :

“ Didalam semua rumah Allah diijinkan meninggikan (mengagungkan) suara untuk berdzikir dengan menyebut nama-Nya dalam mensucikan-Nya sepanjang pagi dan petang.”

- 5. Dan lain-lain

HUKUM DZIKIR JAHAR MENURUT HADITS ROSUL

HADITS KE SATU

Dalam Kitab Bukhori jilid 1:

Dalam hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Abbas ra., berkata: “Inna rof’ash shauti bidzdzikri hiina yanshorifunnaasu minal maktuubati kaana ‘ala ‘ahdi Rosuulillaahi sholallaahu alaihi wasallam kuntu ‘alamu idzaanshorrofuu bidzaalika sami’tuhu.” Artinya :“Sesungguhnya mengeraskan suara dalam berdzikir setelah manusia-manusia selesai dari sholat fardlu yang lima waktu benar-benar terjadi pada zaman Nabi Saw. Saya (ibnu Abbas) mengetahui para sahabat melakukan hal itu karena saya mendengarnya .”

Selanjutnya dalam hadits :“Suara yang keras dalam berdzikir bersama-sama pada waktu tertentu atau ba’da waktu sholat fardhu, akan berbekas dalam menyingkap hijab, menghasilkan nur dzikir” (HR. Bukhari).

- HADITS KE DUA

Dari Abu Khurairah ra, katanya Rasulullah bersabda: “Allah berfirman; ‘Aku berada di dalam sangkaan hamba-Ku tentang diri-Ku, Aku menyertainya ketika dia menyebut-Ku, jika dia menyebut-Ku kepada dirinya, maka Aku menyebutnya kepda diri-Ku. Maka jika menyebut-tu di depan orang banyak, maka Aku akan menyebutnya di tempat yang lebih baik daripada mereka” (HR. Bukhari). Penjelasan hadits ini, jika dikatakan menyebut ‘di depan orang banyak’, berarti dzikir tersebut dilakukan secara jahar.

- HADITS KE TIGA

Diriwayatkan di dalam Al Mustadrak dan dianggap saheh, dari Jabir ra. berkata: “Rasulullah keluar menjumpai kami dan bersabda: ‘Wahai saudara-saudara, Allah memiliki malaikat yang pergi berkeliling dan berhenti di majlis-majlis dzikir di dunia. Maka penuhilah taman-taman syurga’. Mereka bertanya:’Dimanakah taman-taman syurga itu?’. Rasulullah menjawab: ‘Majlis-majlis dzikir.’ Kunjungilah dan hiburlah diri dengan dzikir kepada Allah” (HR. Al Badzar dan Al Hakim).

Penjelasan hadits ini, bahwa dalam kalimat ‘malaikat yang pergi berkeliling dan berhenti di majlis dzikir di dunia’ maksudnya berarti dzikir dalam hal ini adalah dzikir jahar yang dilakukan manusia. Karena malaikat hanya mengetahui dzikir jahar dan tidak mampu mengetahui dzikir khofi. Hal ini sebagaimana sabda Rasul: “Adapun dzikir yang tidak terdengar oleh malaikat yakni dzikir khofi atau dzikir dalam hati yakni dzikir yang memiliki keutamaan 70x lipat dari dzikir yang diucapkan” (HR. Imam Baihaqi dalam Kitab Tanwirul Qulub hal.509).

- HADITS KE EMPAT

Hadits yang dishohehkan oleh An Nasai dan Ibdu Majjah dari As Sa’ib dari Rasululah SAW, beliau bersabda: “Jibril telah datang kepadaku dan berkata, ‘Perintahkanlah kepada sahabat-sahabatmu untuk mengeraskan suaranya di dalam takbir”(HR. Imam Ahmad Abu Daud At Tirmidzi).

Penjelasan hadits ini, bahwa sangat jelas tidak dilarangnya dzikir keras tetapi dianjurkan untuk melakukan dzikir jahar.

- HADITS KE LIMA

Didalam kitab Sya’bil Iman dari Abil Jauza’ ra. berkata :“Nabi Saw, bersabda, “Perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai orang-orang munafik berkata bahwa kalian adalah orang-orang ria (mencari pujian).” (H.R.Baihaqi)

Penjelasan hadits ini, jika dikatakan menyebut “orang-orang munafik berkata bahwa kalian adalah orang-orang ria (mencari pujian).” Hadits ini menunjukan dzikir jahar karena dengan dzikir jahar (terdengar) itulah orang munafik akhirnya menyebutnya ria .

- HADIITS KE ENAM

Juga dalam kitab Sya’bil Iman yang di shohehkan oleh Al-Hakim dari Abu Sa’id Al-Khudri ra., berkata :“Nabi Saw, bersabda,” Perbanyaklah dzikir kepada Allah kendati kalian dikatakan gila”. (H.R.Al-Hakim danAl-Baihaqi)

- HADITS KE TUJUH,

Dari Jabir bin Abdullahra, berkata :“Ada seorang yang mengeraskan suaranya dalam berdzikir, maka seorang berkata, “ semestinya dia merendahkan suaranya.” Rosulullah bersabda,” Biarkanlah dia,sebab sesungguhnya dia adalah lebih baik.“ (Al-Baihaqi). Dari Sa’id bin Aslam ra., katanya Ibnu Adra’ berkata, “ Aku menyertai Nabi Saw. Pada suatu malam, lalu melewati seseorang di mesjid yang mengeraskan suaranya, lalu aku berkata, “ Wahai Rosulullah, tidaklah ia termasuk orang ria ? “ Beliau menjawab, “ Tidak,tetapi dia pengeluh,” (H.R.Baihaqi).

PENDAPAT PARA ULAMA TENTANG DZIKIR JAHAR

Imam An-Nawawi berkata : “Bahwa bacaan dzikir sir (samar) lebih utama apabila takut ria, atau khawatir mengganggu orang yang sedang sholat atau tidur. Sedangkan yang jahar (dzikir keras) lebih baik apabila tidak ada kekhawatiran tentang hal ini, mengingat amalan di dalamnya lebih banyak manfaatnya, karena ia dapat membangkitkan kalbu orang yang membaca atau yang berdzikir, ia mengumpulkan semangat untuk berfikir, mengalahkan pendengaran kepadanya, mengusir tidur, dan menambah kegiatan” (dalam Kitab Haqiqot Al-Tawwasulu wa Al-Wasilat Al-Adlow’il kitabi wa As-Sunnah).

Syekh Ibrihim Al-Mabtuli r.a. menerangkan juga dalam kita kifayatul At-Qiya hal 108 : “Irfa’uu ashwatakum fidzdzikri ila antahshula lakum aljam’iyatu kal ‘arifiin.“ Artinya: “Keraskanlah suaramu didalam berdzikir, sehingga sampai menghasilkan al jam’iyah (keteguhan hatimu) seperti orang-orang yang telah mengenal Allah”. Selanjutnya masih menurut beliau “Dan wajib bagi murid-murid yang masih didalam tahap belajar menuju Allah, untuk mengangkat suaranya dalam berdzikir, sampai terbongkarlah hijab (yaitu penghalang kepada Allah yang telah menjadikan hati jadi keras bagaikan batu, penghalangnya yaitu seperti sipat malas, sombong, ria, iri dengki dan sebagainya)

Imam Al-Ghozali r.a. mengatakan: “Sunnat dzikir keras (jahar) diberjemaahkan di mesjid karena dengan banyak suara keras akan memudahkan cepat hancurnya hati yang keras bagaikan batu, seperti satu batu dipukul oleh orang banyak maka akan cepat hancur”.

KENAPA MESTI DZIKIR KERAS?

Ulama ahli ma’rifat mengatakan bahwa untuk mencapai ma’rifat kepada Allah bisa diperoleh dengan kebeningan hati. Sedangkan kebeningan hati itu bisa dicapai dengan suatu thoriqoh (cara), diantaranya banyak berdzikir kepada Allah. Jadi, ma’rifat tidak akan bisa diperoleh jika hati kita busuk penuh dengan kesombongan, ria, takabur, iri dengki, dendam, pemarah, malas beribadah dan lain-lain. Oleh sebab itu dzikir diantara salah satu cara (thiriqoh) untuk membersihkan hati.

Sebab, manusia sering menyalahgunakan fitrah yang diberikan Tuhan, sehingga hati mereka menjadi keras. Sifat-sifat yang tidak terpuji tersebut, mendorong manusia memiliki hati yang keras melebihi batu. Hal tersebut sebagaimana kalimat yang tercantum dalam Al Quran surat Al Baqoroh ayat 74: “tsumma qosat quluubukum minba’di dzaalika fahiya kal hijaaroti aw asyaddu qoswatun”, artinya “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu,bahkan lebih keras lagi”. Dari ayat tersebut hati manusia yang membangkang terhadap Allah menjadikan hatinya keras bagaikan batu bahkan lebih keras daripada batu.

Maka, jalan keluarnya untuk melembutkan hati yang telah keras bagaikan batu sehingga kembali tunduk kepada Allah, sebagaimana Ulama ahli ma’rifat mengatakan penafsirkan ayat tersebut, sebagaimana dalam kitab miftahu Ash-Sshudur karya Sulthon Awliya Assayyid Asy-Syekh Al-‘Alamah ‘Al-‘Arif billah Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin r.a. bahwa “fakamaa annal hajaro laa yankasiru illa biquwwatin dlorbil muawwil fakadzaalikal qolbu laayankasiru illa biquwwati ”, artinya “sebagaimana batu tidak pecah kecuali bila dipukul dengan tenaga penuh pukulan palunya, demikian hati yang membatu tidak akan hancur kecuali dengan pukulan kuatnya suara dzikir. “liannadz dzikro laa yu’tsiru fiijam’i tsanaati qolbi shohibihi illa biquwwatin”, artinya “ Demikian pula dzikir tak akan memberi dampak dalam menghimpun fokus hati pendzikirnya yang terpecah pada Allah kecuali dengan suara keras”.

Syekh Ibrihim Al-Mabtuli r.a. menerangkan juga dalam kita kifayatul At-Qiya hal 108 : “Irfa’uu ashwatakum fidzdzikri ila antahshula lakum aljam’iyatu kal ‘arifiin.“ Artinya: “Keraskanlah suaramu didalam berdzikir, sehingga sampai menghasilkan al jam’iyah (keteguhan hatimu) seperti orang-orang yang telah mengenal Allah”. Selanjutnya masih menurut beliau “Dan wajib bagi murid-murid yang masih di dalam tahap belajar menuju Allah, untuk mengangkat suaranya dalam berdzikir, sampai terbongkarlah hijab (yaitu penghalang yang akan menghalangi kita dekat kepada Allah, seperti sifat-sifat jelek manusia: iri, dengki, sombong, takabur,dll yang disumberkan oleh hati yang keras).

CARA BERDZIKIR DENGAN KERAS YANG DIAJARKAN ROSUL

Dalam hadits shohihnya, dari Yusuf Al-Kaorani : “Sesungguhnya Sayyidina ‘Ali r.a. telah bertanya pada Nabi Saw. : Wahai Rosulullah, tunjukkanlah kepadaku macam-macam thoriqot (jalan) yang paling dekat menuju Allah dan yang paling mudah bagi hamba-hamba-Nya dan yang paling utama di sisi Allah, maka Nabi Saw menjawab: wajiblah atas kamu mendawamkan dzikkrullah: Sayyidina ‘Ali r.a bertanya lagi: Bagaimana cara berdzikirnya ya Rosulallah? Maka Nabi menjawab: pejamkan kedua matamu, dan dengarkan (ucapan) dariku tiga kali, kemudian ucapkan olehmu tiga kali, dan aku akan mendengarkannya. Maka Nabi Saw. Mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH tiga kali sambil memejamkan kedua matanya dan mengeraskan suaranya, sedangkan Sayyidina ‘Ali r.a mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH tiga kali, sedangkan Nabi Saw memdengarkannya”. (Hadits dengan sanad sahih, dalam kitab Jami’ul Ushul Auliya)

Dalam kitab Tanwirul Quluub dijelaskan cara gerakan dzikir agar terjaga dari datangnya Syetan, merujuk Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al’Arof ayat 17: “Demi Allah (kami Syetan) akan datang kepada manusia melalui arah depan, arah belakang, arah kanan dan arah kiri”. Ayat ini menunjukan arah datangnya syetan untuk menggoda manusia agar menjadi ingkar terhadap Allah. Jelas, sasarannya manusia melalui empat arah; 1. Depan 2.Belakang 3.Kanan 4.Kiri.Maka, dzikirnya pun harus menutup empat arah. Dalam kitab Tanwirul Qulub: ucapkan kalimat “LAA” dengan diarahkan dari bawah pusat tarik sampai otak hal ini untuk menutup pintu syetan yang datang dari arah depan dan belakang. Adapun ditarik kalimat itu ke otak karena syetan mengganggu otak/pikiran kita sehingga banyak pikiran kotor atau selalu suuddzon. Dan “ILAA” dengan diarahkan ke susu kanan atas, dan kalimat “HA” diarahkan ke arah susu kanan bagian bawah adapun ini untuk menutup pintu syetan yang datang dari arah kanan. Dan “ILLALLAH” diarahkan ke susu kiri yang bagian atas serta bawahnya, hal ini untuk menutup pintu syetan yang datangnya dari arah kiri, namun lapadz jalalah yaitu lapadz “ALLAAH”nya diarahkan dengan agak keras ke susu kiri bagian bawah sekitar dua jari, karena disanalah letaknya jantung atau hati (keras bagaikan batu) sebagaimana pendapat Imam Al-ghozali.

Syarat berdzikir menurut para Ulama Tasawuf:

1. Dengan berwudlu sempurna

2. Dengan suara kuat/ keras

3. Dengan pukulan yang tepat ke hati sanubari

MANA YANG PALING UTAMA, DZIKIR KERAS (JAHAR) ATAU DZIKIR HATI (KHOFI)?

Dalam kitab ulfatu mutabarikin dan kitab makanatu Adz-dzikri bahwasanya Rosul pernah bersabda: “sebaik-baik dzikir adalah dalam hati”. Dalam kitab tersebut dijelaskan hal itu bagi orang yang telah mencapai kelembutan bersama Allah, hati bersih dari penyakit, hati yang sudah lembut. Sedangkan dzikir keras itu lebih utama bagi orang yang hatinya keras bagaikan batu, sehingga sulit untuk tunduk pada perintah Allah karena sudah dikuasai oleh nafsunya.

Dalam kitab Miftahu Ash-Shudur karya Sulthon Auliya As-Sayyid Asy-Syekh Al-‘Alamah ‘Al-‘Arif billah Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin r.a. bahwa “ Sulthon Awliya As-Sayyid Syekh Abu A-Mawahib Asy-Syadzili r.a. berkata: “Para ulama toriqoh berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama, apakah dzikir sir (hati) atau dzikir jahar (keras), menurut pendapat saya bahwa dzikir jahar lebih utama bagi pendzikir tingkat pemula (bidayah) yang memang hanya dapat meraih dampak dzikir dengan suara keras dan bahwa dzikir sir (pelan) lebih utama bagi pendzikir tingkat akhir (nihayah) yang telah meraih Al-Jam’iyyah (keteguhan hati kepada Allah)” .

Imam Bukhori, dalam kitab Sahihnya bab dzikir setelah salat fardlu, berkata: “ Ishaq ibnu Nasr memberitahu kami, dia berkata’Amru memberitahu saya bahwa Abu Ma’bad, pelayan Ibnu Abbas, semoga Allah meridloi keduanya, memberitahu Ibnu Abbas bahwa “Mengeraskan suara dalam berdzikir ketika jama’ah selesai dan shalat fardlu sudah biasa dilakukan pada masa Nabi Muhammad. Ibnu Abbas berkata: “Aku tahu hal itu, saat mereka selesai shalat karena aku mendengarnya”. Sayyid Ahmad Qusyayi. Q.s., berkata: ”inilah dalil keutamaan dzikir keras (jahar) yang didengar orang lain, dengan demikian ia membuat orang lain berdzikir kepada Allah dengan dzikirnya kepada Allah“.

DZIKIR KERAS MERESAHKAN?

Dzikir keras tidak akan meresahkan atau mengganggu orang yang hatinya penuh dengan cinta kepada Allah. Dengan terdengarnya dzikir menjadi magnet (daya tarik) yang kuat bagi orang yang beriman, bahkan menjadi kenikmatan tersendiri. Sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an QS.Al-Anfal ayat 2 :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat-Nya bertambah kuat imannya dan mereka hanya kepada Allah saja berserah diri” .

ALLAH TIDAK TULI

Ada anekdot dari seorang Ulama Tasawuf pengamal thoriqoh: suatu hari ada dialog antara mahasiswi dan ulama tasawuf. Mahasiswi bertanya: “Pak Kiai, kenapa dzikir mesti keras (jahar) padahal Allah itu tidak tuli?”. Ulama Tasawuf menjawab dengan membalikan pertanyaan: “yang bisa kena sifat tuli itu yang memiliki telinga atau tidak?”. Mahasiswi menjawab: “iya yang punya telinga”. Ulama Tasawuf kembali bertanya: “Kalau Allah punya telinga tidak?”. Mahasiswi menjawab: “tidak punya”. Ulama tasawuf kembali bertanya lagi: “apakah dengan suara keras makhluk akan merusak pendengaran Allah?”. Mahasiswi menjawab: “tidak Pak Kiai”.

Selanjutnya Ulama Tasawuf mengatakan: “oleh sebab itu istighfarlah dan bersyahadatlah dengan baik, bagaimanapun Allah tidak akan tuli dan tidak akan rusak pendengaran-Nya oleh suara kerasnya makhluk. Bagi-Nya suara keras maupun pelan terdengar oleh Allah sama. Hanya saja, hati manusia yang tuli akan perintah Allah. Jadi, dzikir keras bukan untuk Allah dan bukan ingin didengar oleh Allah karena Allah sudah tahu. Tapi tujuan dzikir keras itu diarahkan untuk hati yang tuli kepada Allah yang keras bagaikan batu sedangkan kita tahu batu itu tidak akan hancur kecuali dengan pukulan yang kuat, begitupun hati yang keras bagaikan batu tidak akan hancur kecuali dengan suara pukulan dzikir yang kuat. Jadi, Allah tidak butuh akan dzikir kita, sebaliknya kitalah yang butuh akan dzikir kepada Allah supaya hati menjadi lembut, bersih dan ma’rifat kepada Allah.

Wallahu’alam bishowab. (dai kembar)

URGENSI MURID DALAM THORIQOT

“Barangsiapa mendapatkan kesesatan, maka ia tidak akan menemukan (dalah hidupnya) seorang wali yang mursyid” (Al-Qur’an).

Dalam tradisi tasawuf, peran seorang Mursyid (pembimbing atau guru ruhani) merupakan syarat mutlak untuk mencapai tahapan-tahapan puncak spiritual. Eksistensi dan fungsi Mursyid atau wilayah kemursyidan ini ditolak oleh sebagaian ulama yang anti tasawuf atau mereka yang memahami tasawuf dengan cara-cara individual. Mereka merasa mampu menembus jalan ruhani yang penuh dengan rahasia menurut metode dan cara mereka sendiri, bahkan dengan mengandalkan pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Namun karena pemahaman terhadap kedua sumber ajaran tersebut terbatas, mereka mengklaim bahwa dunia tasawuf bisa ditempuh tanpa bimbingan seorang Mursyid.

Pandangan demikian hanya layak secara teoritis belaka. Tetapi daslam praktek sufisme, hampir bisa dipastikan, bahwa mereka hanya meraih kegagalan spiritual. Bukti-bukti historis akan kegagalan spoiritual tersebut telah dibuktikan oleh para ulama sendiri yang mencoba menempuh jalan sufi tanpa menggunakan bimbingan Mursyid. Para ulama besar sufi, yang semula menolak tasawuf, seperti Ibnu Athaillah as-Sakandari, Sulthanul Ulama Izzuddin Ibnu Abdis Salam, Syeikh Abdul Wahab asy-Sya’rani, dan Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali akhirnya harus menyerah pada pengembaraannya sendiri, bahwa dalam proses menuju kepada Allah tetap membutuhkan seorang Mursyid.

Masing-masing ulama besar tersebut memberikan kesaksian, bahwa seorang dengan kehebatan ilmu agamanya, tidak akan mampu menempuh jalan sufi, kecuali atas bimbingan seorang Syekh atau Mursyid. Sebab dunia pengetahuan agama, seluas apa pun, hanyalah “dunia ilmu”, yang hakikatnya lahir dari amaliah. Sementara, yang dicerap dari ilmu adalah produk dari amaliah ulama yang telah dibukakan jalan ma’rifat itu sendiri.

Jalan ma’rifat itu tidak bisa begitu saja ditempuh begitu saja dengan mengandalkan pengetahuan akal rasional, kecuali hanya akan meraih Ilmul Yaqin belaka, belum sampai pada tahap Haqqul Yaqin. Alhasil mereka yang merasa sudah sampai kepada Allah (wushul) tanpa bimbingan seorang Mursyid, wushul-nya bisa dikategorikan sebagai wushul yang penuh dengan tipudaya. Sebab, dalam alam metafisika sufisme, mereka yang menempuh jalan sufi tanpa bimbingan ruhani seorang Mursyid, tidak akan mampu membedakan mana hawathif-hawathif (bisikan-bisikan lembut) yang datang dari Allah, dari malaikat atau dari syetan dan bahkan dari jin. Di sinilah jebakan-jebakan dan tipudaya penempuh jalan sufi muncul. Oleh sebab itu ada kalam sufi yang sangat terkenal: “Barangsiapa menempuh jalan Allah tanpa disertai seorang guru, maka gurunya adalah syetan”.

Oleh sebab itu, seorang ulama sendiri, tetap membutuhkan seorang pembimbing ruhani, walaupun secara lahiriah pengetahuan yang dimiliki oleh sang ulama tadi lebih tinggi dibanding sang Mursyid. Tetapi, tentu saja, dalam soal-soal Ketuhanan, soal-soal bathiniyah, sang ulama tentu tidak menguasainya.

Sebagaimana ayat al-Qur’an di atas, seorang Syekh atau Mursyid Sufi, mesti memiliki prasyarat yang tidak ringan. Dari konteks ayat di atas menunjukkan bahwa kebutuhan akan bimbingan ruhani bagi mereka yang menempuh jalan sufi, seorang pembimbing ruhani mesti memiliki predikat seorang yang wali, dan seorang yang Mursyid. Dengan kata lain, seorang Mursyid yang bisa diandalkan adalah seorang Mursyid yang Kamil Mukammil, yaitu seorang yang telah mencapai keparipurnaan ma’rifatullah sebagai Insan yang Kamil, sekaligus bisa memberikan bimbingan jalan keparipurnaan bagi para pengikut thariqatnya.

Tentu saja, untuk mencari model manusia paripurna setelah wafatnya Rasulullah saw. terutama hari ini, sangatlah sulit. Sebab ukuran-ukuran atau standarnya bukan lagi dengan menggunakan standar rasional-intelektual, atau standar-standar empirisme, seperti kemasyhuran, kehebatan-kehebatan atau pengetahuan-pengetahuan ensiklopedis misalnya. Bukan demikian. Tetapi, adalah penguasaan wilayah spiritual yang sangat luhur, dimana, logika-logikanya, hanya bisa dicapai dengan mukasyafah kalbu atau akal hati.

Karenanya, pada zaman ini, tidak jarang Mursyid Tarekat yang bermunculan, dengan mudah untuk menarik simpati massa, tetapi hakikatnya tidak memiliki standar sebagai seorang Mursyid yang wali sebagaimana di atas. Sehingga saat ini banyak Mursyid yang tidak memiliki derajat kewalian, lalu menyebarkan ajaran tarekatnya. Dalam banyak hal, akhirnya, proses tarekatnya banyak mengalami kendala yang luar biasa, dan akhirnya banyak yang berhenti di tengah jalan persimpangan.

Lalu siapakah Wali itu? Wali adalah kekasih Allah Swt. Mereka adalah para kekasih Allah yang senanatiasa total dalam tha’at ubudiyahnya, dan tidak berkubang dalam kemaksiatan. Dalam al-Qur’an disebutkan:

“Ingatlah, bahwa wali-wali Allah itu tidak pernah takut, juga tidak pernah susah.”
Sebagian tanda dari kewalian adalah tidak adanya rasa takut sedikit pun yang terpancar dalam dirinya, tetapi juga tidak sedikit pun merasa gelisah atau susah. Para Wali ini pun memiliki hirarki spiritual yang cukup banyak, sesuai dengan tahap atau maqam dimana, mereka ditempatkan dalam Wilayah Ilahi di sana. Paduan antara kewalian dan kemursyidan inilah yang menjadi prasyarat bagi munculnya seorang Mursyid yang Kamil dan Mukammil di atas.

Dalam kitab Al-Mafaakhirul ‘Aliyah, karya Ahmad bin Muhammad bin ‘Ayyad, ditegaskan, — dengan mengutip ungkapan Sulthanul Auliya’ Syekh Abul Hasan asy-Syadzily ra, — bahwa syarat-syarat seorang Syekh atau Mursyid yang layak – minimal –ada lima:

1. Memiliki sentuhan rasa ruhani yang jelas dan tegas.
2. Memiliki pengetahuan yang benar.
3. Memiliki cita (himmah) yang luhur.
4. Memiliki perilaku ruhani yang diridhai.
5. Memiliki matahati yang tajam untuk menunjukkan jalan Ilahi.

Sebaliknya kemursyidan seseorang gugur manakala melakukan salah satu tindakan berikut:

1. Bodoh terhadap ajaran agama.
2. Mengabaikan kehormatan ummat Islam.
3. Melakukan hal-hal yang tidak berguna.
4. Mengikuti selera hawa nafsu dalam segala tindakan.
5. Berakhal buruk tanpa peduli dengan perilakunya.

Syekh Abu Madyan – ra- menyatakan, siapa pun yang mengaku dirinya mencapai tahap ruhani dalam perilakunya di hadapan Allah Swt. lalu muncul salah satu dari lima karakter di bawah ini, maka, orang ini adalah seorang pendusta ruhani:

1. Membiarkan dirinya dalam kemaksiatan.
2. Mempermainkan thaat kepada Allah.
3. Tamak terhadap sesama makhuk.
4. Kontra terhadap Ahlullah
5. Tidak menghormati sesama ummat Islam sebagaimana diperintahkan Allah Swt.

Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili mengatakan, “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan menghancurkan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan barangsiapa menunjukkan dirimu kepada Allah Swt. maka, ia pasti menjadi penasehatmu.”

Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengatakan, “Janganlah berguru pada seseorang yang yang tidak membangkitkan dirimu untuk menuju kepada Allah dan tidak pula menunjukkan wacananya kepadamu, jalan menuju Allah”.

Seorang Mursyid yang hakiki, menurut Asy-Syadzili adalah seorang Mursyid yang tidak memberikan beban berat kepada para muridnya.

Dari kalimat ini menunjukkan bahwa banyak para guru sufi yang tidak mengetahui kadar bathin para muridnya, tidak pula mengetahui masa depan kalbu para muridnya, tidak pula mengetahui rahasia Ilahi di balik nurani para muridnya, sehingga guru ini, dengan mudahnya dan gegabahnya memberikan amaliyah atau tugas-tugas yang sangat membebani fisik dan jiwa muridnya. Jika seperti demikian, guru ini bukanlah guru yang hakiki dalam dunia sufi.

Jika secara khusus, karakteristik para Mursyid sedemikian rupa itu, maka secara umum, mereka pun berpijak pada lima (5) prinsip thariqat itu sendiri:

1. Taqwa kepada Allah swt. lahir dan batin.
2. Mengikuti Sunnah Nabi Saw. baik dalam ucapan maupun tindakan.
3. Berpaling dari makhluk (berkonsentrasi kepada Allah) ketika mereka datang dan pergi.
4. Ridha kepada Allah, atas anugerah-Nya, baik sedikit maupun banyak.
5. Dan kembali kepada Allah dalam suka maupun duka.

Manifestasi Taqwa, melalaui sikap wara’ dan istiqamah.
Perwujudan atas Ittiba’ sunnah Nabi melalui pemeliharaan dan budi pekerti yang baik. Sedangkan perwujudan berpaling dari makhluk melalui kesabaran dan tawakal. Sementara perwujudan ridha kepada Allah, melalui sikap qana’ah dan pasrah total. Dan perwujudan terhadap sikap kembali kepada Allah adalah dengan pujian dan rasa syukur dalam keadaan suka, dan mengembalikan kepada-Nya ketika mendapatkan bencana.

Secara keseluruhan, prinsip yang mendasari di atas adalah:
1) Himmah yang tinggi,
2) Menjaga kehormatan,
3) Bakti yang baik,
4) Melaksanakan prinsip utama; dan
5) Mengagungkan nikmat Allah Swt.

Dari sejumlah ilusttrasi di atas, maka bagi para penempuh jalan sufi hendaknya memilih seorang Mursyid yang benar-benar memenuhi standar di atas, sehingga mampu menghantar dirinya dalam penempuhan menuju kepada Allah Swt.

Rasulullah saw. adalah teladan paling paripurna. Ketika hendak menuju kepada Allah dalam Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah Saw. senantiasa dibimbing oleh Malaikat Jibril as. Fungsi Jibril di sini identik dengan Mursyid di mata kaum sufi. Hal yang sama, ketika Nabiyullah Musa as, yang merasa telah sampai kepada-Nya, ternyata harus diuji melalui bimbingan ruhani seorang Nabi Khidir as. Hubungan Musa dan Khidir adalah hubungan spiritual antara Murid dan Syekh. Maka dalam soal-soal rasional Musa as sangat progresif, tetapi beliau tidak sehebat Khidir dalam soal batiniyah.

Karena itu lebih penting lagi, tentu menyangkut soal etika hubungan antara Murid dengan Mursyidnya, atau antara pelaku sufi dengan Syekhnya. Syekh Abdul Wahhab asy-Sya’rani, (W. 973 H) secara khusus menulis kitab yang berkaitan dengan etika hubungan antara Murid dengan Mursyid tersebut, dalam “Lawaqihul Anwaar al-Qudsiyah fi Ma’rifati Qawa’idus Shufiyah”.

(www.sufinews.com)

Sabtu, 14 Agustus 2010

KEUTAMAAN SHOLAT TERAWIH

Ternyata sholat terawih mempunyai beberapa keutamaan lho ...????? Ayo teman-teman kita bersungguh-sungguh untuk sholat terawih..jangan samapai bolos satu malam ya...karena kamu akan merasakan kerugian. 
ingat Rugi dunia tidaklah mengapa namun kalau rugi akhirat maka akan jadi celaka ..ingat..ingat.....
berikut ini keutamaan sholat terawih : 
Dari Ali bin Abi Thalib RA, IT Knowledge Sharing Blogdia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW menjelaskan keutamaan-keutamaan tarawih Ramadhan malam per malam:

  • Malam ke-01 :
    Orang mukmin terlepas dari dosanya, bersih seperti hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
  • Malam ke-02 :
    Dia diampuni dan juga kedua orang tuanya jika keduanya mukmin
  • Malam ke-03 :
    Ada salah satu malaikat mengundang dari bawah arsy : “mulailah bekerja maka Allah mengampuni dosamu yang telah lalu”
  • Malam ke-04 :
    Baginya pahala sebanyak pahala membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran
  • Malam ke-05 :
    Baginya pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, di Masjid Madinah, dan di Masjid Al-Aqsa
  • Malam ke-06 :
    Baginya pahala seperti pahala orang yang melakukan tawaf di Baitul Ma’muuri dan semua batu-batu dan tanah liat keras memohonkan ampun untuknya
  • Malam ke-07 :
    Seakan-akan dia bertemu dengan Nabi Musa AS dan membantunya memerangi Fir’aun dan Haaman
  • Malam ke-08 :
    Allah ta;ala memberikan kepadanya seperti apa-apa yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS
  • Malam ke-09 :
    Seakan-akan dia telah mengerjakan ibadah seperti ibadah Nabi Muhammad SAW
  • Malam ke-10 :
    Allah memberikan rezeki kepadanya kebaikan di dunia dan akhirat
  • Malam ke-11 :
    Dia akan keluar dari dunia (setelah mati) seperti hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya
  • Malam ke-12 :
    Di hari qiamat, dia akan dibangkitkan dengan wajah yang bagus seperti bulan purnama
  • Malam ke-13 :
    Di hari qiamat, dia akan selamat, aman dari segala kesengsaraan
  • Malam ke-14 :
    Para malaikat telah datang memberikan persaksian bahwa dia sungguh-sungguh telah mendirikan sholat tarawih, maka allah tidak akan menghisapnya dihari qiamat
  • Malam ke-15 :
    Para malaikat dan para pembawa arasy dan kursi memohonkan tambahnya kebaikan untuk dia (orang yang mendirikan sholat tarawih)
  • Malam ke-16 :
    Allah mencatat dia bebas selamat dari neraka dan bebas masuk ke-dalam syurga
  • Malam ke-17 :
    Dia di beri pahala sebanyak pahala para nabi-nabi
  • Malam ke-18 :
    Salah seorang malaikat mengundang: “hai hamba allah, sesungguhnya allah telah redha kepadamu dan kepada kedua orang tuamu”
  • Malam ke-19 :
    Allah mengangkat derajatnya di syurga firdaus.
  • Malam ke-20 :
    Dia diberi pahala sebanyak pahala para syuhada dan solihin
  • Malam ke-21 :
    Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya syurga.
  • Malam ke-22 :
    Di hari qiamat, dia datang dengan keadaan aman dari segala macam rasa susah dan duka.
  • Malam ke-23 :
    Allah membangunkan baginya sebuah kota di dalam syurga
  • Malam ke-24 :
    Baginya dua puluh empat doa yang dikabulkan
  • Malam ke-25 :
    Allah menghapuskan siksa kubur dari padanya
  • Malam ke-26 :
    Allah meningkatkan baginya pahala selama empat puluh tahun
  • Malam ke-27 :
    Di hari qiamat, dia akan melewati jembatan siratal mustaqim dengan mudah lagi cepat, laksana kilat yang menyambar
  • Malam ke-28 :
    Allah mengangkat seribu derajat baginya di dalam syurga
  • Malam ke-29 :
    Allah memberikan kepadanya pahala seribu ibadah haji yang diterima
  • Malam ke-30 :
    Allah berfirman: “makanlah buah-buahan syurga, mandilah dengan air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, aku adalah tuhanmu dan engkau adalah hambaku”


Kamis, 12 Agustus 2010

TATA CARA BERSIWAK

1. Berdo'a sebelum bersiwak. Adapun do'anya adalah.
اللهم بيض به اسناني وشد به لثاتي  وثبت به لهاتي  وبارك لي فيه ياارحم الراحمين 
2. Memegang siwak dengan tangan kanan, dan sunnah meletakkan jari kelingking dan ubu jari dibawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan diatas siwak.
3. Kemudian mulai bersiwak dari setengah mulut bagiab kanan dan kiri, baik bagian dalam maupun luar, sampai gigi geraham dengan arah memanjang atau melebar.
4. Kemudian menggosok bagian lidah dan gigi dengan arah memanjang.
5. Mengarahkan siwak pada langit-langit tenggorokan.
6.Meletakkan siwak dibelakang telinga kiri setelah memakainya.
Adapun Faedah siwak adalah sebagai berikut : 
  1. dapat membersihkan mulut
  2. dapat memutihkan gigi
  3. dapat mengharumkan bau mulut.
  4. dapat menguatkan gusi
  5. dapat membersihkan tenggorokan
  6. dapat menambah kefasihan dalam berbicara
  7. dapat menambah kecerdasan
  8. dapat menghilangkan basah-baah di mulut ketika kana mati.
  9. dapat mempertjm penglihaatn
  10. dpt menegakkn punggung
  11. dapat melipatgandakan pahala
  12. Mendapatkan ridla Allah
  13. Ditakuti musuh
  14. dijauhi syaithan
  15. membantu mengingatkan membaca kalimat syahadat.
والله اعلم با لصواب 

Selasa, 10 Agustus 2010

KHASIAT SURAT AL-WAQIAH


Selamat Membaca, dan semoga bermanfaat.
 Sabda Rasulullah s.a.w.: “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”
Menurut fatwa sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”
Surah Al-Waqi’ah adalah surah yang ke -56 di dalam Al-Quran, terletak pada juzuk ke 27 dan terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah kerana di ambil dari lafal Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang ertinya kiamat. Di dalam surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.
Di dalam surah Al-Waqi’ah terkandung beberapa khasiat, antara lain:
  • Bila orang membiasakan membaca surah ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan selamanya.
  • Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
  • Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaAllah di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki.
  • Supaya menjadi orang yang kaya sentiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
  • Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jumaat. Setiap selepas solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sehinggalah sampai pada malam Jumaat berikutnya; pada malam Jumaat berikutnya itu, selepas solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
  • Surah ini jika dibaca disisi mayat atau orang yang sedang nazak, insyaAllah di permudahkan untuk roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca disisi orang sakit, diringankan kesakitannya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah. Boleh juga dibaca disisi orang yang hendak bersalin sebagai selusuh.
Menurut As’Syeikh Abi’l Abbas katanya
  • Bila hendak mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, terlebih dahulu berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumaat berakhir pada hari Khamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala haiwan, hanya makan sayur-sayuran sahaja.
  • Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya.
  • Pada malam Jumaat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian selawat 1000 kali.
Insya’Allah, dengan mengamalkan seperti berikut, ia akan menjadi orang kaya.

Minggu, 08 Agustus 2010

CARA MEMBUAT TULISAN BERJALAN





CARA MEMBUAT TULISAN BERJALAN
Bagaimana agar bisa membuat tulisan berjalan?

Seperti Ini ??


Bergerak kekanan HALLO , HALLO!

Bergerak kekiri , APA KABAR SEMUANYA !

Ke Kanan dan Kekiri, WAH..WAH ??

Bergerak kekanan Perlahan, PELAN-PELAN  !

Ke Kanan dan Kekiri Dan Bisa Di stop, TERLALU ??


Bergerak Ke Atas, SIIP DEH



Bergerak Ke Atas dan Ke bawah, OKELAH

Oke ini kode nya :

Untuk Yang bergerak kekanan


Untuk Yang Bergerak kekiri ! : Tinggal ganti kata "right" menjadi "Left"


Untuk Yang Ke Kanan dan Kekiri



Untuk Yang Bergerak kekanan Perlahan : Note : nilai scrolldelay menentukan cepat atau lambatnya tulisan bergerak.Direction = menentukan arah bergerak



Untuk Yang Ke Kanan dan Kekiri Dan Bisa Di stop



Untuk Yang Bergerak Ke Atas



Untuk Yang Bergerak Ke Atas dan Ke bawah


Note : Anda bisa merubah warna tulisan dengan mengubah angka pada :
rgb(255,0,0)=menjadi merah
rgb(0,255,0)=menjadi Hijau
rgb(0,0,255)=menjadi Biru
Atau dikombinasi....Coba-coba aja ya....

Update 25 agustus 2009:
Karena ada pertanyaan soal bagaiamana cara agar gambar bisa bergerak kekanan atau kekiri, maka sy perlu tambahkan sedikit disini ...
caranya pertama anda bikin dulu image yang anda inginklan, lalu anda upload image tsb ke photobucket.com
Kemudian nanti dari photobucket anda akan mendapatkan URL dari image yg anda upload tsb.
Kemudian masukkan ke dalam scrip marque(Berjalan) seperti yg ada diatas.
Berikut contoh script utk image Photo baby yg bergeraK Kekanan;

dan ini contoh image yg bisa bergerak kekanan CILUK BAAAAA

ganti URL img src="http://i1008.photobucket.com/albums/af209/naser_album/6kecemasan.jpg"dgn URL image milik anda

Semoga membantu

MANFAAT KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

MANFAAT KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN


Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki manfaat masing – masing tergantung pada situasi dan kondisi saat dimana kurikulum tersebut diberlakukan.
Beberapa manfaat yang terdapat dalam KTSP, antara lain :
A. Manfaat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Sekolah.
1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
KTSP memberikan otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, disertai seperangkat tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah setempat.
Pada pelaksanaan kurikulum dimasa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat pada situasi riil dilapangan dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal dan itu merupakan salahsatu bentuk penyebab kegagalan kurikulum yang ada di Indonesia.
Penyeragaman kurikulum ini juga mengakibatkan pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama saja dengan sekolah di daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan sekolah di daerah pariwisata, sehingga tidak memberikan potensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulan khas yang ada di daerahnya, maka dengan adanya KTSP peerta didik memiliki kemampuan beradaptasi dengan daerah setempat karena ketrampilan yang diajarkan berdasarkan pada lingkungan dan kemampuan peserta didik.
Dalam KTSP kebijakan pengembangan kurikulum dan pembelajaran beserta sistem evaluasinya didesentralisasikan ke sekolah dan satuan pendidikan, sehingga pengembangan kurikulum diharapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat secara lebih fleksibel.
Dengan adanya otonomi daerah, maka sekolah beserta komite sekolah dapat secara bersama – sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai satuan yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam menyusun KTSP, oleh karena itu jika diperlukan sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun horisontal. Secara vertikal sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota, Dinas Pendidikan Propinsi dan Departemen Pendidikan, edangkan secara horisontal sekolah dapat bermitra dengan dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelyan dan lain – lain agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benr – benar mampu menjawab kebutuhan di daerah dimana sekolah tersebut berada.
2. KTSP memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah – sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
Pola kurikulum baru pada KTSP adalah memberi kebebasan kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri, KTSP ini memberi peluang pada sekolah-sekolah plus untuk lebih mengambangkan variasi kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
Dengan adanya KTSP maka sekolah plus bisa lebih bebas untuk menentukan kurikulumnya yang sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.
B. Manfaat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Bagi Civitas Akademika
1. Mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.

Dengan berpijak pada panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BSNP sekolah diberi keleluasaan untuk merancang, mengambangkan dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Sehingga baik guru maupun kepala sekolah dituntut untuk lebih kreatif dalam pelaksanaan pembelajaran, agar kualitas pendidikan bisa lebih baik. Karena guru dan kepala sekolah serta manajeman sekolah merupakan kunci keberhasilan dalam proes belajar mengajar, dan mereka adalah orang yang diberi tanggung jawab dalam mengembangkan dan melaksanakan kurikulum untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi sekolah tersebut.
2. Guru sebagai fasilitator dalam membantu peserta didik membangun pengetahuan.
Pada kurikulum –kurikulum sebelumnya peran guru adalah sebagai instruktur atau selalu memberi intruksi kepada siswa dan dianggap sebagai orang yang serba tahu segalanya, namun setelah adanya KTSP peran tersebut sudah tidak berlaku lagi, karena dalam KTSP siswwa diposisikan sebagai subyek didik, bukan sebagai obyek didik, diaman siswa lebih dominan dalam proses pembelajaran, hal ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa siswa memiliki potensi untuk berkembang dan berpikir mandiri, karena salah satu ciri pembelajaran efektif adalah “ mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebuh bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.”
Peran guru atau pendidik adalah sebagai fasilitator dan tugasnya adalah merangsang atau memberikan stimulus, membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri dan merumuskan pengertiannya, sedangkan peran peserta didik adalah aktif dalam belajar dan mencerna pelajaran. Dalam KTSP dianut bentuk pembelajaran yang ideal yaitu pembelajaran peserta didik aktif dan kritis, peserta didik tidak kosong tetapi sudah ada pengertian awal tertentu yang harus dibantu untuk berkembang, maka dalam pembelajaran ini modelnya adalah model dialogis. Yang dimaksud dengan model dialogis adalah “model mencari bersama antara guru dan peserta didik.” Dengan adanya model dialogis ini maka peserta didik dapat mengungkapkan gagasannya dan dapat mengkritik pendapat guru yang dianggap kurang tepat.
Oleh karena itu dalam KTSP guru tidak hanya menjadi dikatator yang hanya menekankan satu nilai satu jalan keluar, akan tetapi disini guru berperan sebagai fasilitator dan membebaskan peserta didik untuk berpikir, berkreasi dana berkembang.
3. Adanya perubahan paradigma mengajar
Kegiatan mengajar bukan hanya sekedar mengingat fakta untuk persediaan jawaban tes sewaktu ujian, akan tetapi kegiatan mengajar juga diharapkan mampu memperluass wawasan pengetahuan, meningkatkan ketrampilan dan menumbuhkan sejumlah sikap positif melalui cara bertindak atau berprilaku sebagai dampak hasil belajarnya karena tujuan guru mengajar adalah supaya peserta didik memahami apa yang diajarkan dan mampu memanfaatkannya dengan menerapkan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses belajar, guru diharapkan menggunakan berbagai macam metode belajar yang memungkinkan peserta didik untuk melatih berfikir, mantradisikan aktifitas kreatif, mengambangkan kemerdekaan berpikir, mengeluarkan ide, menumbuhkan kenikmtan bekerja sama, karena itu guru perlu menyediakan beragam kegiatan pembelajaran yang berimplikasi pada beragamnya pengalaman belajar supaya peserta didik mampu mengembangkan kompetensi setelah menerapkan pemahamannya, untuk itu strategi belajar aktif melalui multi ragam metode sangat sesui untuk digunakan ketika akan menerapkan KTSP.
C. Manfaat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Siswa.
1. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitik beratkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptable ( dapat diterima) bagi kebutuhan siswa.
Dengan adanya otonomi maka tiap-tiap sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri, dan KTSP ini memungkinkan sekolah menitik beratkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswa, sebagai contoh sekolah yang berada di kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran dibidang kepariwisataan lainya, disini guru harus melibatkan peserta didik untuk mengenal, menyatakan dan merumuskan kebutuhan belajar. Dalam bukunya E. Mulyasa menyatakan bahwa ” tujuan identifikasi kebutuhan adalah untuk melibatkan dan memotivikasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan oleh merek ebagai bagian dari kehidupannya dan mereka merasa memilikinya.” Sehingga apabila murid sudah mengetahui kebutuhan belajarnya, maka suasana belajarnya akan lebih aktif serta mereka akan merasa lebih nyaman.
KTSP ini membuat siswa lebih mudah karena diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi sisa dengan kultur daerahnya.
2. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20 %.
Dengan diberlakukannya KTSP maka beban belajar siswa pada kegiatan tatap muka sekitar 20% yaitu yang pada awalnya untuk tingkat SD, SMP, SMA masing-masing tiap jam pelajaran berlangsung selama 45 menit, sehingga pada KTSP ini jam pelajarannya dikurangi dengan rincian untuk tingkat SD menjadi 35 menit, tingkat SMP menjadi 40 menit sedangkan tingkat SMA 45 menit.
Disamping jam pelajaran, bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa juga akan dikurangi, meskipun ada pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar, KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.
Alasan pengurangan jam belajar siswa tersebut karena selama ini jam pelajaran disekolah terlalu banyak, apalagi kegiatan belajar masih banyak yang terpaku pad kegiatan tatap muka di kelas, sehingga suasana yang tercipta menjadi terkesan sangat formal. Suasana formal yang diciptakan sekolahdan standar jam pelajaran yang relatif lama tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak, sehingga anak marasa jenuh dan kurang aktif dalam belajar, inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran siswa perlu dikurangi dengan memotong sedikit pelajaran.

Pengertian Perpustakaan


1.      Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.[1]
Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun dizaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide atau lainnya, yang dapat diterima diperpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu ddiorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membeutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya,
Dengan memperhatikan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan perpustakaan yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.[2] Menurut RUU Perpustakaan pada Bab 1 pasal 1 menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas pera penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khusunya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.[3]



Keempat, kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Anak kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Dia membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung ke perpustkaan.
5.      Aktivitas Pokok Perpustakaaan
Untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya perpustakaan menjalankan aktifitas-aktifitas pokok meliputi : pengembangan, pengolahan dan pelayanan koleksi.
Perkembangan disiplin ilmu pengetahuan
Cara melihat sesuatu sebagai disiplin ilmu.[4]
  1. Subyek kajian
  2. Aplikasi dan kapasitas
  3. Metode hasil akhir
Ilmu perpustakaan dan informasi [5]di artikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengkaji rekaman informasi, struktur, dinamika dan tranferan informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukan kembali untuk didaya gunakan dan didistribusikan.
Ilmu perpustakaan dapat dikatakan sebagai disiplin dapat dilihat dati tiga dimensi, yaitu produk, proses dan masyarakat.[6] Disiplin ilmu menurut Thomson sebagai body of knowledge, sekelompok konsep yang diajarkan bersama.





[1] Sulistiyo, Basuki; 1991
[2] Sugiyanyo
[3] Wiranto dkk, 1997
[4] Scwab,1990;7
[5] Syhabuddin Qolyubi, 2003 ;3
[6] Daoed Joesoef 1987

Sabtu, 07 Agustus 2010

DAPAT DOLAR TANPA MODAL CUMA (KLIK)

 
PocketFavorite.com
 Bila berhasrat mencoba, disilakan baca berikut :
Dear All .....Tanpa modal 1 rupiah pun,
hanya daftar Klik iklan biarkan tayang 30 detik, promosi online
untuk mendapatkan downline... dalam 2 minggu bisa dapat tabungan $17,474.1000
( wah…… gede banget )Siapa saja bisa, coba klik link dibawah ini... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya lalu ikuti.
KLIK INI LALU IKUTI CARA SELANJUTNYA 
http://pocketfavorite.com/pages/index.php?refid=naser petunjuk dibawahnya ...lagi:... Lihat Selengkapnya:
 Lalu ikuti petunjuk
dibawah ini:- Anda akan masuk ke web yang anda klik.- Pilih menu
SIGN UP dan masukan email yang valid dan disarankan personal e-mail
address.lalu klik Continue.- Setelah beberapa saat cek email anda
dan klik link (URL) untuk mulai registrasi.- Anda diharap mengisi
data yang benar yang nantinya akan dipakai untuk payout (pembayaran).-
Username: Ketik nama alias atau samaran anda (min 6 digit)- E-Mail:
Masukan alamat email anda- First Name: Ketik nama depan anda (harus
sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- Last Name: Ketik nama belakang anda
(harus sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- Address: Ketik alamat tinggal anda
(harus sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- City: Ketik nama kota anda,
misalnya Cirebon- State: Ketik nama propinsi, misalnya Jawa Barat-
Zip Code: Ketik kode pos- Country: Ketik nama negara, misalnya
Indonesia- Referred by: isi dengan *followme* ( jika sudah terisi "
followme " maka dibiarkan saja)- Select categories of interests to
you: Harap anda centang (checklist semua) kategori tersebut sampai
dengan terakhir- Select a payment method: Pilih yang WESTERN UNION-
Payment account ID: Isi payment ID dengan nama anda sesuai KTP/ID
card- Password: Masukan min 6 digit angka (yang gampang anda ingat)-
Confirm Password: Masukan lagi 6 digit angka di atas (password)-
Terus Klik Tombol Sign Up Maka otomatis uang sebesar USD 2.000
langsung masuk ke account anda- Usahakan luangkan waktu untuk cek
account anda tiap hari, karena selalu ada iklan yang perlu anda klik
(PTC), Paid To Clik, dan juga di Inbox nya 3 hari sekali ada
iklan yang harus anda klik, karena di inbox PTcnya lumayan gede
lho!!!!.- Semakin anda rajin maka Earning (pendapatan) anda akan
semakin cepat terkumpul, apabila sudah memenuhi syarat US$68,000, anda
bisa melakukan request untuk payout nya.- Setelah earning anda mencukupi,
anda request untuk payoutnya dengan mengklik Redemption maka akan terbuka
4 kategori yang akan di redeem, karena keanggotaan anda gratis,
pilih yang free member.- Tunggu balesannya di e-mail anda yang akan
berisi:- Nama yang berhak menerima.- Kode MTCN (Money Control
Transfer Number).- Kalau sudah dapat point 10, anda tinggal print
lalu bawa deh ke bank yang ada layanan WESTERN UNION nya.- Pihak
bank akan mengkonfirmasikan keabsahan data anda (makanya saat registrasi
gunakan data sesuai KTP anda).- Anda...anda akan menjadi jutawan
sekarang....gampang kan....asal mau coba saja sekarang dan buktikan,
dan jangan lupa sedekahnya buat yang berhak.- Kirimkan juga pesan
ini ke teman2 anda, karena semakin banyak temen2 anda bergabung
semakin cepat uang anda terkumpul.Ingin lebih cepat tercapai US$
68,000 jangan sendiri, setelah mendaftarkan diri anda promosikan
link keanggotaan anda untuk mendapatkan downline. Caranya:- Login ke
halaman free member anda masing-masing.- Klik halaman Referral
Center.- Copy link seperti ling saya diatas yang terdapat dalam
kotak URL.- Pastikan link anda tersebut ditempat yang anda inginkan
dalam e-mail promosi anda dengan cara mengklik Insert Hyperlink (icon
globe ada rantai di depannya disebelah icon insert Emotion) pastikan
link anda disana.- Sending kesemua alamat yang ada di address book
anda.Ingat pesan ini
MANFAATKAN MASA MUDA KALIAN SEBELUM DATANG MASA TUAMU
MANFAATKAN MASA SEHAT KALIAN SEBELUM DATANG SAKITMU
MANFAATKAN MASA JAYA KALIAN SEBELUM DATANG MASA HANCURMU JANGAN LUPA
BERBAGI KEPADA ORANG DI SEKITAR ANDA YANG KURANG BERUNTUNG
AYO BUKTIKAN
KITA BISA MAJU DAN SUKSES
Selamat mencoba, dan jangan kaget kalau 4
bulan kedepan anda mendapatkan Rp.680.000.000,- tanpa modal 1
rupiah pun.FellowEquality.comfellowequality.comWelcome all International Members Free to
Become Member Upgrade and Receive Extra Benefits Read Ads and
Refer Others to Earn Cash Minimum Payout and Maximum Period: Free
Member 68000$ Max 30 days BronzePocketFavorite.com

DAPAT UANG TANPA MODAL (KLIK)

 KLIK BANNER DI BAWAH INI UNTUK DAFTAR
 FellowEquality.com Bila berhasrat mencoba, disilakan baca berikut :
Dear All .....Tanpa modal 1 rupiah pun,
hanya daftar Klik iklan biarkan tayang 30 detik, promosi online
untuk mendapatkan downline... dalam 2 minggu bisa dapat tabungan $17,474.1000
( wah…… gede banget )Siapa saja bisa, coba klik link dibawah ini... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya
lalu ikuti petunjuk dibawahnya ...lagi:... Lihat Selengkapnya:

http://fellowequality.com/pages/index.php?refid=naser
atau klik ini.
lalu ikuti petunjuk
dibawah ini:- Anda akan masuk ke web yang anda klik.- Pilih menu
SIGN UP dan masukan email yang valid dan disarankan personal e-mail
address.lalu klik Continue.- Setelah beberapa saat cek email anda
dan klik link (URL) untuk mulai registrasi.- Anda diharap mengisi
data yang benar yang nantinya akan dipakai untuk payout (pembayaran).-
Username: Ketik nama alias atau samaran anda (min 6 digit)- E-Mail:
Masukan alamat email anda- First Name: Ketik nama depan anda (harus
sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- Last Name: Ketik nama belakang anda
(harus sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- Address: Ketik alamat tinggal anda
(harus sesuai KTP/KARTU PELAJAR)- City: Ketik nama kota anda,
misalnya Cirebon- State: Ketik nama propinsi, misalnya Jawa Barat-
Zip Code: Ketik kode pos- Country: Ketik nama negara, misalnya
Indonesia- Referred by: isi dengan *followme* ( jika sudah terisi "
followme " maka dibiarkan saja)- Select categories of interests to
you: Harap anda centang (checklist semua) kategori tersebut sampai
dengan terakhir- Select a payment method: Pilih yang WESTERN UNION-
Payment account ID: Isi payment ID dengan nama anda sesuai KTP/ID
card- Password: Masukan min 6 digit angka (yang gampang anda ingat)-
Confirm Password: Masukan lagi 6 digit angka di atas (password)-
Terus Klik Tombol Sign Up Maka otomatis uang sebesar USD 2.000
langsung masuk ke account anda- Usahakan luangkan waktu untuk cek
account anda tiap hari, karena selalu ada iklan yang perlu anda klik
(PTC), Paid To Clik, dan juga di Inbox nya 3 hari sekali ada
iklan yang harus anda klik, karena di inbox PTcnya lumayan gede
lho!!!!.- Semakin anda rajin maka Earning (pendapatan) anda akan
semakin cepat terkumpul, apabila sudah memenuhi syarat US$68,000, anda
bisa melakukan request untuk payout nya.- Setelah earning anda mencukupi,
anda request untuk payoutnya dengan mengklik Redemption maka akan terbuka
4 kategori yang akan di redeem, karena keanggotaan anda gratis,
pilih yang free member.- Tunggu balesannya di e-mail anda yang akan
berisi:- Nama yang berhak menerima.- Kode MTCN (Money Control
Transfer Number).- Kalau sudah dapat point 10, anda tinggal print
lalu bawa deh ke bank yang ada layanan WESTERN UNION nya.- Pihak
bank akan mengkonfirmasikan keabsahan data anda (makanya saat registrasi
gunakan data sesuai KTP anda).- Anda...anda akan menjadi jutawan
sekarang....gampang kan....asal mau coba saja sekarang dan buktikan,
dan jangan lupa sedekahnya buat yang berhak.- Kirimkan juga pesan
ini ke teman2 anda, karena semakin banyak temen2 anda bergabung
semakin cepat uang anda terkumpul.Ingin lebih cepat tercapai US$
68,000 jangan sendiri, setelah mendaftarkan diri anda promosikan
link keanggotaan anda untuk mendapatkan downline. Caranya:- Login ke
halaman free member anda masing-masing.- Klik halaman Referral
Center.- Copy link seperti ling saya diatas yang terdapat dalam
kotak URL.- Pastikan link anda tersebut ditempat yang anda inginkan
dalam e-mail promosi anda dengan cara mengklik Insert Hyperlink (icon
globe ada rantai di depannya disebelah icon insert Emotion) pastikan
link anda disana.- Sending kesemua alamat yang ada di address book
anda.Ingat pesan ini
MANFAATKAN MASA MUDA KALIAN SEBELUM DATANG MASA TUAMU
MANFAATKAN MASA SEHAT KALIAN SEBELUM DATANG SAKITMU
MANFAATKAN MASA JAYA KALIAN SEBELUM DATANG MASA HANCURMU JANGAN LUPA
BERBAGI KEPADA ORANG DI SEKITAR ANDA YANG KURANG BERUNTUNG
AYO BUKTIKAN
KITA BISA MAJU DAN SUKSES
Selamat mencoba, dan jangan kaget kalau 4
bulan kedepan anda mendapatkan Rp.680.000.000,- tanpa modal 1
rupiah pun.FellowEquality.comfellowequality.comWelcome all International Members Free to
Become Member Upgrade and Receive Extra Benefits Read Ads and
Refer Others to Earn Cash Minimum Payout and Maximum Period: Free
Member 68000$ Max 30 days Bronze
FellowEquality.com

Jumat, 06 Agustus 2010

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

Oleh : Ustadz Abdul Hasib Lc. (Pemimpin Yayasan Perguruan (ma’had) Al Hikmah, Bangka, Jak-Sel)
I. BULAN RAMADHAN
Bulan Ramadhan yang insya Allah sebent ar lagi akan kit a masuki, adalah bulan yang sangat mulia, bulan tarbiyah
(pembinaan) untuk mencapai derajat yang paling tinggi, paling mulia: derajat taqwa.
“Hai orang-or ang yang ber iman, diwaj ibkan at as kamu ber puasa, sebagaimana diwaj ibkan at as or ang-or ang sebelum
kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS Al Hujurat: 13).
Pr edikat t aqwa ini t idak mudah unt uk diper oleh. I a bar u akan diper oleh manakala seseor ang melakukan persiapan yang
cukup, dan mengisi bulan Ramadhan itu dengan berbagai kegiatan yang baik dan mensikapinya dengan benar.
II. MINIMAL ADA TIGA HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN
Minimal ada tiga hal yang perlu dipersiapkan dalam menyongsong bulan Ramadhan yang penuh berkah itu:
1. Persiapan Ruh dan Jasad.
Dengan cara mengkondisikan diri agar pada bulan Sya’ban (bulan sebelum Ramadhan) kita telah terbiasa dengan berpuasa. Sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat , dan tubuh sudah terlatih ber puasa Dengan kondisi seperti ini,maka ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjut nya dapat langsung menyambut bulanRamadhan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjur kan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak phisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa,seperti: lemah badan, demam atau panas dingin dan sebagainya.
Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar kita memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban ini dengan cara memberikan contoh langsung dan aplikatif . ‘Aisyah RadhiyaLlahu ‘anha ber kata: ”Rasulullah saw berpuasa, sampai-sampai kami mengiranya tidak pernah meninggalkannya”. Demikian dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulan Sya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadit shahih diriwayatkan oleh para ulama’ hadits, lihat Riyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain).
Anjuran tersebut dikuat kan lagi dengan menyebutkan keutamaan bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid pernah ber tanya kepada Rasulullah saw. Katanya: ”Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya’ban ini?” Beliau saw menjawab: ”Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah swt Rabbul ‘Alamin. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR An-Nasa-i).
2. Persiapan Materi.
Bulan Ramadhan mer upakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianjurkan member  santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun Cuma sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.Rasulullah saw pada bulan Ramadhan ini sangat dermawan, sangat pemurah. Digambar kan bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah saw kepada masyar akat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap bendabenda di sekitarnya. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas RadhiyaLlahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat ber temu dengan malaikat Jibril, lebih derma dari pada angin yang dilepaskan”. (HR Muttafaqun ‘alaih).
Santunan dan sikap ini sudah barang tentu t idak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.
3. Persiapan Fikri (Persepsi).
Minimal persiapan fikri ini meliputi dua hal, yaitu:
1. Mempunyai persepsi yang utuh tentang Ramadhan dan keutamaan bulan Ramadhan.
2. Dapat memanf aat kan dan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiat an-kegiat an yang secar a logis dan konkr it
mengantarkannya untuk mencapai ketaqwaan.
III. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN
1. Bulan Tarbiyah (pembinaan) untuk mencapai derajat taqwa.
Hai or ang-or ang yang ber iman, diwaj ibkan at as kamu ber puasa, sebagaimana diwaj ibkan at as or ang-or ang sebelum
kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).
2. Bulan diturunkannya Al Qur’an.
Bulan Ramadhan, yang pada bulan it u Al Qur ’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penj lasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (QS AlBaqarah: 185).
3. Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.
Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at (HR At-Thabarani)
Dari Ubadah bin Ash-Shamit , bahwa Rasulullah saw –pada suat u har i, ket ika Ramadhan t elah t iba- ber sabda:
“Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan it u Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. Pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Par a malaikat ber bangga dengan kalian, dan perlihat kanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan it u t idak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani)
4. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari“. (HR Muslim).
“Bar ang siapa yang melakukan ibadah di malam har i bulan Ramadhan, kar ena iman dan menghar apkan r idha Allah, maka
dosa-dosanya yang t elah lalu diampuni. (Mut t af aqun ‘alaih). Apabila Ramadhan dat ang, maka pint u-pint u syur ga dibuka,
pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu“. (Muttafqun ‘alaih).
5. Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.
Rabb-Mu ber kat a: ”Set iap per buat an baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai t uj uh r at us kali lipat , kecuali puasa, puasa it u unt uk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah per isai yang melindungi dar i api
ner aka. Bau mulut or ang yang ber puasa di sisi Allah lebih wangi dar i pada par f um misik. Apabila or ang bodoh ber laku
jahil kepada seseor ang diant ar a kamu yang t engah ber puasa, hendaknya ia kat akan: ”Aku sedang ber puasa, aku sedang
berpuasa”. (HR At-Tirmidzi).
6. Khutbah Rasulullah saw menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan. Dar i Salman RadhiyaLlahu ‘anhu, kat anya: Rasulullah saw ber khut bah di t engah-t engah kami pada akhir bulan Sya’ban, beliau saw ber sabda: ”Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh ber kah t elah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewaj ibkan ber puasa. Qiyamullail disunnahkan. Bar ang siapa yang pada bulan it u mendekat kan dir i kepada Allah dengan suat u kebaikan, nilainya seper t i orang yang melakukan per buat an yang diwaj ibkan pada bulan lainnya. Dan bar ang siapa yang melakukan suat u kewaj iban pada bulan it u, nilainya sama dengan t uj uh puluh kali lipat dar i kewaj iban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan
Ramadhan adalah bulan sabar , sabar itu balasannya syurga, Ramadhan adalah bulan santunan. Bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin. Siapa yang memberikan makanan untuk ber buka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapat kan pahala sebesar yang didapat oleh orang yang ber puasa, t anpa mengur angi pahala or ang t er sebu”t . Sahabat ber koment ar , kata mereka: ”Ya
Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk berbuka yang dapat diberikan kepada orang yang berpuasa? Sabda
Rasulullah saw: ”Pahala tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa hanya
satu buah kurma, atau seteguk air, atau sesendok mentega”.
Bulan Ramadhan awalnya r ahmat , t engahnya ampunan dan akhir nya pembebasan dar i ner aka, siapa yang member ikan
keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu, Allah akan ampuni dosanya, dan dia dibebaskan dari neraka.
Pada bulan ini, per banyaklah empat hal, dua diant ar anya membuat kamu dir idhai Rabbmu, dan dua yang lainnya sesuat u
yang sangat kamu butuhkan”.
“Dua hal yang membuat kamu diridhai Rabbmu adalah:
i. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan
ii. Kamu meminta ampunan kepada-Nya.
Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah:
i. Kamu meminta syurga kepada Allah, dan
ii. Kamu minta dilindungi dari neraka.
Siapa yang member ikan minum kepada or ang yang ber puasa, Allah akan member ikan minuman kepadanya dar i t elagaku
yang tidak akan menjadi haus sampai dia masuk syurga”. (HR Ibnu Khuzaimah).
7. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.
Sej ar ah mencat at , bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beber apa kesuksesan dan kemenangan besar dir aih ummat
I slam, yang sekaligus membukt ikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, t api mer upakan bulan kuat , bulan
jihad, bulan kemenangan.
Perang Badar Kubr o yang diabadikan dalam Al Qur ’an sebagai yaumul f ur qan (har i pembeda ant ar a kebenar an dan
kebatilan), dan ummat I slam saat it u mer aih kemenangan besar , t er j adi pada t anggal 17 Ramadhan t ahun 2
Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.
Pada bulan Ramadhan pula f at hu Makkah (pembukaan Makkah) t er j adi, yang dibadaikan dalam Al Qur ’an sebagai
Fathan Mubiiina (kemenangan yang nyata), tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah.
Ser angkaian per ist iwa besar lainnya j uga t er j adi pada bulan Ramadhan, seper t i: beber apa per t empur an dalam
perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah.
Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah.
Dit aklukkannya Andalus (Spanyol sekar ang) di bawah pimpinan Thar iq bin Ziyad pada t anggal 28 Ramadhan t ahun
92 Hijriyah.
Peper angan ‘Ain J alut , dimana unt uk per t ama kalinya pasukan I slam ber hasil mengalahkan bangsa Mongol Tar t ar ,
yang sebelumnya sempat dianggap must ahil, j uga t er j adi pada bulan Ramadhan t ahun 658 Hij r iyah. Dan masih
banyak lagi yang lainnya.
IV. ADAB DAN KIAT MENGISI RAMADHAN
1. Puasa yang baik dilakukan dengan motivasi karena Allah.
“ Semua amal ibnu Adam adalah unt uknya, sat u kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat nya sampai t uj uh r at us kali
lipat , Allah SWT ber f irman: kecuali puasa, ia adalah unt uk-KU, dan AKU yang akan membalasnya, sesungguhnya ia t elah
meninggalkan syahwat nya, makanannya, dan minumannya demi AKU, or ang yang ber puasa memiliki dua kegembir aan,
sekali wakt u ber buka dan sekali lagi wakt u ber t emu Robbnya, sungguh bau t idak sedap mulut or ang yang ber puasa it u
lebih wangi disisi Allah SWT dar ipada minyak misik“. (lihat Shahih Bukhar i hadit s no: 1904, dan lihat Shahih Muslim
hadits no: 163 bab keutamaan puasa dengan sedikit diringkas).
2. Disunnahkan bagi yang berpuasa agar memperlambat makan sahur, dan mempercepat berbuka.
• “Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan“. (HR Muslim).
• “Mint alah per t olongan dengan makan sahur agar dapat ber puasa disiang har inya, dan dengan t idur siang, agar dapat
qiyamul-lail di malam hari“. (HR Ala Hakim)
• “Ada t iga hal yang dicint ai Allah ‘Azza wa j alla: menyeger akan ber buka, mengakhir kan sahur dan melet akkan t angan
kanan di atas tangan kiri ketika shalat“. (HR Ath-Thabarani)
• “Manusia akan selalu dalam keadaan baik, selama mereka menyegerakan berbuka”. (HR Muslim).
3. Berdo’a ketika berbuka.
• “Bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka, do’anya tidak ditolak“. (HR Ibnu Majah).
• ”Ya Allah, unt uk-Mu aku ber puasa, dan dengan r izqi-Mu aku ber buka, kepada-Mu aku ber t awakkal, kepada-Mu aku
ber iman, dahaga t elah hilang, ur at -ur at pun t elah membasah dan pahala t elah Engkau t et apkan insya Allah t a’ala. Ya
Allah yang Maha Luas kar unia-Nya, ampunilah aku, segala puj i bagi Allah, yang t elah member ikan per t olongan kepadaku,
sehingga aku dapat berpuasa dan yang telah memberikan rizqi kepadaku, sehingga aku dapat berbuka”.
4. Memberikan makanan untuk orang yang berbuka puasa.
”Bar ang siapa yang member ikan makanan unt uk ber buka bagi yang ber puasa, maka dia akan mendapat kan pahala seper t i
or ang yang ber puasa dan yang ber puasa it u t idak dikur angi pahalanya sedikit pun” (HR Ahmad, At -Tirmidzi, I bnu Maj ah
dan Ibnu Hibban).
5. Menjaga mat a, t elinga danlidah sert a anggot a- anggot a tubuh lainnya dari perbuat an yang t idak ada
faedahnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan- perbuatan dosa.
• ”Bar ang siapa yang t idak menj auhkan kat a-kat a dan per buat an bohong, maka Allah t idak mener ima puasanya”. (HR
Bukhari).
• ”Bisa j adi or ang yang qiyamul-lail it u hanya mendapat kan meleknya saj a dan bisa j adi or ang yang ber puasa it u hanya
mendapat kan lapar dan hausnya saj a.” (HR Ahmad, At h-Thabar ani dan Al Baihaqi dar i I bnu Umar , j uga dir iwayat kan
oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah dengan redaksi sedkit berbeda).
6. Memberikan perhat ian yang lebih besar, baik moral at aupun mat erial kepada keluarga dan sanak f amili sert a
memperbanyak sedekah kepada fakir miskin.
”Rasulullah saw adalah or ang yang paling dermawan, dan beliau saw lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, ket ika
bertemu Jibril ‘Alaihis-Salam, sungguh, kedermawanan beliau saat it u lebih kuat dar ipada angin yang ber t iup” (HR
Muttafaqun ‘alaih).
7. Meningkatkan kaj ian t ent ang I slam, t adarrus, t ilawah dan t ela’ah Al Qur’an, dzikir, do’a dan amal- amal
kebajikan lainnya (QS Al Baqarah: 183 – 187).
”Dan J ibr il ‘Alaihis-Salam menj umpai nabi saw pada set iap malam bulan Ramadhan, danbeliau mengaj aknya ber t adar r us
Al Qur’an”. (HR Muttafaqun ‘alaih).
8. I’tikaf pada ‘Asyrul Awakhir (10 hari terakhir bulan Ramadhan) dan meningkatkan aktifitas ibadah pada harihari
tersebut.
”Nabi saw apabila memasuki sepuluh har i t er akhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam (dengan ibadah), beliau
membangunkan keluarganya dan beliau menjauh dari istrinya”.
9. Meningkatkan kesadaran bermuroqobah, merasa diawasi t erus oleh Allah swt yang Maha Menget ahui, dan
selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa, tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan.
”Dan agar kamu mengagungkan Allah sesuai dengan apa yang ditunjukkan kepadamu” (QS Al Baqarah: 185).
10. Pandai menentukan skala priorit as amal islami dengan mengutamakan amal- yang lebih pent ing, lebih banyak
manf aatnya dan lebih cepat mengant arkannya ke syurga, baik ber upa ber j uang di j alan Allah dalam menegakkan
kalimat-Nya at aupun ber inf aq f i sabilillah, seper t i yang dicont ohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat -sahabatnya.
Ket ika or ang-or ang mint a dispensasi dar i ber inf aq dan ber j ihad, Rasulullah saw ber sabda: ”TIDAK
BERSHODAQAH, DAN TIDAK BERJIHAD? JADI, DENGAN APA KAMU INGIN MASUK SYURGA?“