Sabtu, 31 Juli 2010

SYAIR ROBIAH AL-ADAWIYAH (2)

2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia

SYAIR ROBI'AH AL ADAWIYAH (1)

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mua
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu


SIWAK

Siwak mempunyai 2 arti, yakni:
  • Suatu aktifitas
  • Alat yang digunakan bersiwak;seperti kayu dan lain-lain.
HUKUM
Mayoritas Ulama' berpendapat bahwa bersiwak hukumnya sunnah dalam setiap keadaan, kecuali matahari telah tergelincir bagi orang yang berpuasa, maka siwak berhukum makruh" Kemakruhan ini akan hilang apabila matahari telah terbenam. Sedangkan Imam Nawawi berpendapat bahwa bersiwak hukumnya sunnah secara mutlak.
DALIL
Dalil yang menerangkan tentang kesunahan bersiwak adalah :

1. hadits Nabi saw, riwayat Bukhori - Muslim;
لو لا ان اشق على امتي لامرتهم بالسواك مع كل صلاة   رواه البخاري ومسلم

" Andaikan aku tidak memberatkan umatju, pastilah aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak melakukan shalat." (HR.Bukhori-Muslim)

2. Hadits Nabi riwayat al-Humaidi
ركعتان بسواك افضل من سبعين ركعة بلا سواك     رواه الحميدي


 " Dua raka'at dengan bersiwak lebih baik daripada tujuh puluh raka'at tanpa bersiwak." (HR.al-Humaidi )

WAKTU
Dalam setiap keadaan bersiwak berhukum sunnah, bahkan dapat menjadi sunnah muakkad ketika;
  1. Bau mulut telah berubah
  2. Hendak melaksanakan shalat
  3. Bangun tidur
  4. Sebelum tidur
  5. Sebelum wudhu
  6. sebelum membaca Al-Qur'an
  7. sebelum membaca hadits
  8. sebelum belajar ilmu
  9. sebelum berdzikir
  10. sebelum masuk ka'bah
  11. sebalum masuk rumah
  12. sebelum berkumpul dengan suami
  13. sebelum berkumpul dengan teman
  14. sebelum berkumpul dengan istri
  15. Haus
  16. sekarat
  17. sebelum makan sahur
  18. sebelum makan
  19. sebelum bepergian
  20. datang dari bepergian
ALAT
Setiap sesuatu yang kasar dan bisa menghilangkan kotoran gigi boleh digunakan untuk bersiwak, tetapi yang paling utama adalah dengan menggunakan kaya arok.
NIAT
Adapun niat bersiwak adalah :
نويت الاستياك سنة لله تعالى 
Bagi seseorang yang bersiwak dalam rangkaian ibadah ; seperti sebelum wudhu dan lain-lain , tidak diharuskan melakukan niat siwak sebab niat ibadah tersebut sudah mengandung niat bersiwak .

Jumat, 30 Juli 2010

HADATS BESAR

Sebab Hadats besar 
Perkara yang menyebabkan hadats besar ada enam :
  1. Bertemunya alat kelamin laki-laki dan perempuan
  2. Keluar air mani, walaupun hanya sedikit
  3. Keluar darah haid
  4. keluar darah nifas
  5. Melahirkan
  6. mati
Yang diharamkan bagi orang yang berhadats besar
Perkara yang diharamkan bagi orang yang berhadats besar ada enam macam ;
  1. Shalat
  2. Thawaf
  3. Menyentuh mushaf
  4. membawa mushaf
  5. Berdiam diri di Masjid
  6. Membaca Al-Qur'an
adapun bagi wanita haid dan nifas diharamkan melakukan sepuluh hal:
  1. Shalat
  2. Thawaf
  3. Menyentuh mushaf
  4. Membawa mushaf
  5. Berdiam diri di masjid
  6. ]Membaca Al-Qur'an
  7. Berpuasa
  8. Thalaq
  9. Melewati masjid bila dikhawatirkan darahnya menetes
  10. Mengambil kenikmatan pada anggota tubuh antara pusar dan lutut.

HADATS KECIL

Pengertian
Hadats menurut arti bahsa adalah sesuatu yang baru. Sedangkan menurut syara' adalah suatu ungkapan untuk sesuatu yang berada pada anggota tubuh yang bisa mencegah keabsahan ibadah shalat sekiranya syara' tidak memberikan toleransi.
Pembagian
Hadats dibagi , yaitu hadats kecil dan hadats besar.
Sebab-sebab Hadats kecil
ada beberapa hal yang menyebabkan hadats kecil, diantaranya adalah :
  1. Keluarnya segala sesuatu selain mani, baik dari dubur atau qubul, baik berupa hal yang biasa keluar atau tidak, seperti ;air kencing, tahi, madzi, wadi, darah, batu kecil, ulat, atau belatung.
  2. Hilang akal sebab tidur dengan posisi duduk tanpa menetapkan pantat, mabuk, gila, epilepsi, pingsan dan lain-lain.
  3. Sentuhan kulit lelaki dan perempuan yang bukan mahrom secara langsung pada usia yang umumnya sudah menimbulkan syahwat.
  4. Menyentuh kemaluan, lubang dubur, baik milik sendiri atau orang lain, baik kemaluan orang hidup atau orang mati, besar atau kecil, milik laki-laki atau perempuan, dengan telapak tangan bagian dalam secara langsung.
Yang diharamkan bagi orang yang hadats kecil.
Ada tujuh macam perkara yang diharamkan bagi orang yang berhadats kecil:
  1. Shalat
  2. Thawaf
  3. Menyentuh mushaf
  4. Membawa Mushaf
  5. Menyentuh sampul mushaf ketika sambung dengan mushaf
  6. Menyentuh tempat mushaf ketika mushaf berada di dalamnya.
  7. Menyentuh sesuatu yang ada didalamnya terdapat tulisan Al-Qur'an dengan tujuan untuk dipelajari

Rabu, 28 Juli 2010

CONTOH PRAKTIS MEMBERSIHAKAN / MENGHILANGKAN NAJIS

1. Contoh Praktis menghilangkan najis Mukhoffafah.
  1. Air kencing dihilangkan 'ainiyahnya terlebih dahulu hingga kering
  2. Air dipercikkan secara merata tanpa harus mengalir
  3. Air percikan dibiarkan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan kain suci.
2. Contoh Praktiss menghilangkan najis Mutawassithoh, yang berupa kotoran ayam dilantai.
  1.  dihilangkan jirim dan sifat-sifat najis dengan kulit kelapa, kain atau yang lain, sehingga berubah dari 'ainiyah menjadi hukmiyah.
  2. setelah itu, tunggu sampai kering dan mengalirkan air suci diatas tempat yang terkena najis tersebut.
3. Contoh praktis menghilangkan najis Mugholladhoh, yang berupa jilatan anjing dilantai.

  1. Sediakan air yang dicampur dengan debu secukupnya, yang keduanya suci mensucikan.
  2. Kotoran anjing dihilangkan jirimnya dengan menggunakan kain,kulit kelapa atau bisa juga dengan air, sampai tidak tersisa jirimnya.
  3. Tempat yang terkena najis dibasuh dengan air yang telah dicampur dengan debu sampai merata.
  4. Dilanjutkan dengan basuhan air suci sebanyak enam kali jika dalam menghilangkan jirimnya dengan menggunakan selain air, dan lima kali bisa menggunakan air. 
Jenis Najis Yang di ma'fu ( dimaafkan).
ada beberapa jenis najis yang di ma'fu, yakni :
  1. Najis yang di ma'fu baik berada pada pakian maupun air, yaitu najis yang tidak dapat dilihat oleh mata; seperti percikan air najis yang mengenahi pakaian.
  2. Najis yang di ma;fu pada pakaian saja (tidak di ma'fu bila berada di air), yakni darah yang seditit.
  3. Najis yang di Ma'fu pada air saja ( tidak di ma'fu pada pakaian), yakni seperti bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya; seperti bangkai nyamuk, cicak, kutu,dan kecoak. 
Adapun termasuk darah yang di ma'fu adalah :
  • Darah hewan yang tidak mengalir darahnya; seperti nyamuk , kutu, semut, cicak dan lainya. Apabila tidak sengaja mengeluarkannya, baik banyak atau sedikit, maka hukumnya tetap di ma'fu, dan apabila disengaja , maka hanya yang sedikit saja yang di ma'fu. Adapun bangkainya najis bukan di ma'fu.
  • Darah semisal luka atau semacamnya; seperti jerawat, bisul dan lainya. Apabila disengaja maka yang di ma'fu hanya yang sedikit, dan bila tidak sengaja sedikit atau banyak tetap di ma'fu.

    Selasa, 27 Juli 2010

    NAJIS DAN CARA MENSUCIKAN

    Pengertian
    Najis menurut arti bahasa adalah sesuatu yang menjijikkan. Sdangkan menurut syara' adalah sesuatu yang dianggap menjijikkan yang dapat mencegah sahnya sholat, sekiranya syara' tidak memberikan toleransi (rukhsoh). Imam Nawawi al-jawi menyebutkan bahwa sesuatu yang berhukum najis ada dua puluh, yakni :
    1. Air Kencing
    2. Madzi
    3. Wadi
    4. Tinja
    5. Anjing
    6. Babi
    7. Anak anjing dan babi
    8. Sperma anjing dan babi
    9. Nanah yang berubah rasa,bau, dan warnanya.
    10. Nanah yang bercampur dengan darah
    11. Nanah
    12. Empedu
    13. Cairan yang memabukkan
    14. Sesuatu yang keluar dari perut (muntahan atau yang lain).
    15. Air susu hewan yang haram dimakan
    16. Bangkai selain bangkai manusia, ikan, dan belalang
    17. darah selain hati dan limpa
    18. Makanan yang dikeluarkan dari perut binatang untuk dimkn lagi (mamahan atau gayeman).
    19. Air liur yang berasala dari perut
    20. Asap dari sesuatu yang najis.
    Pembagian:
    1. Najis dilihat dari segi bentuk atau wujudnya ada dua macam.
    • Najis hukmiyah, yakni najis yang tidak mempunyai bentuk (jirim), rasa, warna, ataupun bau.
    • Najis 'ainiyah, yakni najis yang mempunyai salah satu dari bentuk (jirim), rasa, warna, ataupun bau.
    2. Najis dilihat dari tingkatan hukumnya ada tiga macam:
    • Najis mukhoffafah, yakni najis yang berupa air kencing anak laki-laki kecil yang belum mencapai usia dua tahun dan belum makan selain ASI (air susu ibu) untuk tujuan menambah pertumbuhan.Cara mensucikannya adalah cukup dengan memercikkan air dipermukaan sesuatu yang terkena najis, sekalipun tidak sampai mengalir.
    •   Najis Mutawassithoh, yakni najis -najis selain mukhoffafah dan mugholladhoh. (najis tengah-tengah). Cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan jirim, dan semua sifat-sifatnya (bau,rasa, warna), kemudian disiram dengan air. hanya saja apabila masih tersisa warna atau bau yang sulit dihilangkan, maka sudah dianggap suci.
    • Najis Mugholladhoh, yakni najis yang berasal dari anjing, babi, dan anak keduanya atau salah satunya.Cara mensucikannya adalah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali, yang salah satu basuhannya dicampur dengan debu atau sejenisnya;seperti lumpur dan pasir yang mengandung debu. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi : " Sucinya bejana kalian semua, ketika dijilat anjing, adalah dengan membasuhnya sebanyak tujuh kali yang salah satunya (dicampur) dengan debu."(HR.Muslim)

    Senin, 26 Juli 2010

    KEUTAMAAN PUASA SUNNAH

    Disini saya ingin menjelaskan sedikit tentang keutamaan-keutamaan dalam berpuasa sunnah, yang merupakan ibadah tambahan bagi kaum muslimin untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanallah ta'ala :
    1. Puasa Senin-kamis: Puasa senin-kamis sering dikerjakan oleh rasulullah SAW sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW selalu melakukan puasa sunnah itu, bahkan jarang beliau meninggalkannya, mengingat adanya keutamaan dan manfaatnya yang demikian besar. diantara keutamaan puasa senin-kamis ini adalah : Senin adalah hari diturunkan Al-Qur'an. Senin adalah hari kelahiran Rasulullah SAW. Senin adalah hari penetapan kerasulan Muhammad SAW. Senin dan Kamis adalah hari pemerikasaan dan pelaporan amal manusia.Senin dan kamis adalah dibukannya pintu-pintu surga.
    2. Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dengan cara selang seling, sehari puasa sehari berbuka. Puasa ini sering dilakukan oleh Nabi Daud a.s, sehingga dinamakan puasa Daud. Rasulullah SAW menyebut puasa Daud sebagai puasa yang paling utama, sebagaimana sabdanya :  " Puasalah sehari dan berbukalah sehari, karena yang demikian itu adalah seutama-utamanya puasa; itulah puasa saudaraku Daud 'alaihissalam."
    3. Puasa hari-hari putih ( Ayyamul Bidh): tanggal 13,14 dan 15 setiap bulan qamariyah (tahun hijriyah), puasa ini dinamakan hari putih (ayyamul bidh) karena pada hari-hari tersebut bertepatan dengan terang bulan.  Rasulullah rutin melakukannya .Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan dari Abdullah Ibn Amr Ibn 'Ash : " Berpuasalah setiap bulannya tiga hari. Karena sesungguhnya kebaikan pada hari itu dihitung dengan sepuluh kelipatannya yang nilainya sama seperti berpuasa sepanjang tahun." (H.R Muttfaqun 'Alaih).
    4. Puasa bulan Muharram ( Puasa 'Asyura) : Muharram merupaka bulan pertama dalam hitungan kalender Qamariyah, karena pada waktu itu Rsulullah pertama kali hijrah ke Madinah. Allah sangat memulyakan bulan Muharram sehingga disebut sebagai bulan Allah (syahrullah), pada bulan ini Allah menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Fir'aun. Pada bulan ini dilarang kontak senjata (peperangan).Puasa pada bulan ini sangat dianjurkan sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a : " Sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram (H.R Abu Dawud dan Tirmidzi).
    5. Puasa Bulan Rajab. Rajab merupakan bulan ketujuh dalam hitungan kalender islam. sama seperti Muharram, Rajab termasuk bulan-bulan yang mulia. Allah meng-Isra' Mi'rajkan Rasulullah SAW pada bulan Rajab. perintah sholat juga diwajibkan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda : " Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku."
    6. Puasa bulan Sya'ban. Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender Qomariyah. ia terletak setelah bulan Rajab dan sebelum Ramadhan. Penyebutan bulan Sya'ban sering disatukan dengan bulan Rajab dan ramadhan, seperti dalam doa yang sering dibaca umat islam berikut ini : " Ya Allah, berkahi kami du bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan umur kami di bulan Ramadhan.". Dari "Aisyah r.a menceritakan : " Aku tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak dari bulan Sya'ban." (HR. Muttafaqun 'Alaih). Mengapa Rasulullah banyak puasa pada bulan Sya'ban. pertanyaan inilah yang mengusik Usamah bin Zaid r.a, sehingga ia langsung menemui Rasulullah SAW dan bertanya,kenapa Rasulullah berpuasa lebih banyak di bulan Sya'ban dibandingkan bulan-bulan lainya ?.Beliau memberikan penjelasan, " Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itulah diangkatnya amal-amalan manusia kepada Tuhan. Maka saya ingin ketika amalan saya diangkat saya dalam keadaan berpuasa."
    7. Puasa Bulan Syawwal. Bulan ini adalah bulan kesepuluh yang jatuh setelah Ramadhan. Secara bahasa Syawwal artinya peningkatan amal. Pada bulan Ramadhan, umat islam diperintahkan melaksanakan puasa sebulan penuh, ditambah melakukan amal sholeh lainya seperti shalat teraweh, membaca Al-Qur'an, zakat fitrah, dan sedekah. Berbagai amal tersebut dapat meningkatkan keimanan seseorang, sehingga setelah Ramdhan , iman seorang muslim dipastikan meningkat.Puasa 6 hari di bulan Syawwal memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni sama nilainya dengan puasa selama setahun. Abu Ayyub menyatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berssabda: " Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka nilainya seperti puasa sepanjang tahu." (HR.Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi).
    8. Puasa Bulan Dzulhijjah (Puasa 'Arafah). Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan banyak amal shaleh pada bulan Dzulhijjah. Pahala orang yang mengerjakan amal shaleh pada bulan Dzulhijjah sebanding dengan pahala orang yang mati syahid di medan perang, karena membala agama Allah. sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Abbas r.a ia bercerita: " Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan shaleh pada hari-hari itu yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini." (HR. Bukhari)

    LAFADZ NIAT PUASA SUNNAH

    Dibawah ini adalah lafadz niat puasa sunnah. bagi siapa saja yang mau mengamalkannya semoga Allah memberi balasan dan memberi jalan keluar dari semua kesulitan dalam hidup ini, dan semoga kita senantiasa mendapatkan Taufiq dan hidatahNya, amin. amin amin

    -->
    Lafadz



    1. Niat Puasa Senin – Kamis

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْاِثْنَيْن سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    " NAWAITU SAUMA YAUMUL ISNAIN SUNNATAN LILLAHI TA'ALA


    “ Saya niat puasa hari Senin, Sunnah karena Allah ta’ala.”

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلخَمِيْس  سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    NAWAITU SAUMA YAUMUL KHOMIS SUNNATAN LILLAHI TA'ALA


    “ Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Daud
    نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدْ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    NAWAITU SAUMA DAWUD SUNNATAN LILLAHI TA'ALA



    “ Saya niat puasa Daud , sunnah karena Allah ta’ala

    1. Niat Puasa Hari-hari Putih .

    نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
    “ Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Bulan Muharram (Puasa ’Asyura)

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَشُرَ  سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى 
    NAWAITU SYAUMA "ASYURA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
    “ Saya niat puasa hari ’Asyura , sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Bulan Rajab

    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبْ سُنَّةً لِلِه تَعَالَى 
    NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
    “ Saya niat puasa bulan Rajab , sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Sya’ban

    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ شَعْبَان سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    NAWAITU SAUMA SYAHRI SYA'BAN SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
    “ Saya niat puasa bulan sya’ban , sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Syawwal

    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ شَوَّالْ سُنَّةً لِلِه تَعَالَى
    NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAWWAL SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
    “ Saya niat puasa bulan Syawwal , sunnah karena Allah ta’ala.”

    1. Niat Puasa Bulan Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah & ‘Arafah).

    نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَهْ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى 
    NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
    “ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةْ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى


    NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
    “ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”


    " MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN TULISAN " 























    Sabtu, 24 Juli 2010

    PEMBAGIAN HUKUM AIR (FIQH )

    Air ditinjau dari segi bisa mensucikan atau tidaknya, terbagi menjadi empat macam.
    1. Air suci mensucikan ( thahir muthahir).yang dimaksud disini adalah air mutlaq, yakni air yang tidak terikat dengan batasan tertentu yang selalu melekat atau yang memiliki batasan; seperti air sumur bila dipindah ke gelas , maka berubah namanya menjadi air gelas.
    2. Air suci mensucikan tetapi makruh ( thahir muthahir makruh). yakni air suci mensucikan tetapi makruh bila digunakan untuk mensucikan badan , yakni air yang dipanaskan dibawah terik sinar matahari (musyammas). dapun kriteria air yang makruh digunakan bersuci adalah : a. Apabila digunakan untuk mensucikan badan. b. Tempatnya terbuat selain dari emas dan perak.c. Dipanaskan pada daerah yang cuacanya panas dan masih terdapat air yang lain.
    3. Air suci tidak mensucikan (air thohir ghoiru muthohir). Yakni air suci yang tidak bisa mensucikan pada yang lain. Air ini terbagi dua bagian : a. air musta'mal, yakni air yang telah memenuhi kriteria sebagai berikut : 1). Telah digunakan untuk basuhan wajib.2) Kurang dua qullah.3) Telah terlepas dari bagian yang dibasuh. b. Air Mutaghayyir, yakni air yang berubah salah satu sifatnya (rasa, bau, dan warna). Adapun hal-hal yang menyebabkan berubahnya air adalah:1) Mukhalith, yakni sesuatu yang dapat larut atau bercampur dengan air; seperti gamping. Apabila perubahannya hanya sedikit, sehingga tidak merubah kemuthlaq-an air, maka air tersebut berhukum suci tapi tidak bisa mensucikan.2). Mujawir, yakni -sesuatu yang tidak dapat larut (bercampur) dengan air: seperti minyak . air yang berubah sebab mujawir baik sedikit atau banyak tetap berhukum suci mensucikan. 3). Sesuatu yang tidak dapat terhindar dari air; seperti lumpur dan lumut. Air yang berubah sebab hal ini tetap berhukum suci mensucikan.4). lamanya diam (menggenang). Air yang berubah sebab lamanya diam tetap berhukum suci mensucikan.
    4. Air Najis, yakni air suci yang terkena benda najis. Air apabila terkena benda najis hukumnya terbagi dua macam.a. airnya sedikit (kurang dari dua qullah), baik berubah atau tidak, hukumnya tetap najis. b. Air banyak (mencapai dari dua qullah atau lebih), apabila berubah salah satu sifatnya, maka tersebut berhukum najis. Bila tidak berubah sifatnya, maka hukumnya suci.

    THAHARAH

    Pengertian.
    Thaharah menurut bahasa adalah bersih dari kotoran, sedangkan menurut syara' terdapat dua pengertian, yakni :
    1. Melakukan sesuatu yang menyebabkan diperbolehkan melakukan sholat,seperti wudlu, mandi, dan tayamum.
    2. Menghilangkan hadats, najis,atau perbuatan yang searti dengan keduanya: seperti tayamum, atau perbuatan yang bentuknya sama dengan keduanya, seperti mandi sunnah, atau memperbarui wudhu (tajdidul wudlu) 
    Dalil :
    ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين ( البقرة : 222
    " Sesungguhnya Allah mencintai orng-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri ." (QS.Al-Baqarah :222).

    لايقبل الله صلاة بغير طهور
    " Allah tidak akan menerima shalat dengan tanpa bersuci," (HR.Muslim).
    pembagian :
    bersuci (thaharah) mempunyai dua macam bentuk :
    1.  Bersuci dari kotoran, yakni dengan cara istinja' dan mengilangkan najis yang ada pada badan, pakian dan tempat.
    2. Bersuci dari hadist, yakni dengan cara wudlu, mandi, dan tayamum
    Perangkat : 
    Perangkat yang dapat dipakai untuk bersuci ada empat :
    1. Air, digunakan untuk mandi, wudlu, dan mensucikn najis. Adapun air yang digunakan harus air mutlaq.
    2. Debu, digunakan untuk Tayamum dan campuran salah satu basuhan untuk menghilangkan najis mugholadhoh. Adapun debu yang digunakan harus yang murni dan belum pernah dipakai.
    3. Batu, digunkan untuk istinja'. Adapun batu yang digunakan harus yang suci dan dpat membersihkan kotoran.
    4. Perangkat Samak, digunakan untuk mensamak, yakni mensucikan kulit binatang yang mati tanpa disembelih secara syar'i.
    Macam-macam Air
    air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh macam.
    1. Air hujan
    2. Air Laut
    3. Air Sungai
    4. Air sumber
    5. Air salju (es)
    6. Air sumur
    7. Air embun.

    Jumat, 23 Juli 2010

    NISFU SYA'BAN. MALAM YANG AGUNG.

    Bagaimana cara merayakan malam nisfu sya'ban.?
    Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).
    Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya.


    Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya'ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa, namun sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka'bah.
    Adapun apa yang sering dilakukan oleh sebagian umat Islam, yaitu Salat Malam Nisfu Sya'ban sebanyak 100 rakaat, ini tidak ada landasannya dan termasuk bid'ah. Syeikh Abdurrahman bin Ismail al-Muqaddisi telah mentahqiq masalah ini. Demikian juga tidak ada do'a khusus untuk malam nisfu Sya'ban, namun cukup dengan do'a-do'a umum terutama do'a yang pernah dilakukan Rasulullah. Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal salih lainnya.

    Kamis, 22 Juli 2010

    MANUSIA AKHIR ZAMAN ?

    Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada fenomena-fenomena kejadian alam yang bermacam-macam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, angin dan sebagainya. semua ini mengisyaratkan tentang kiamat sughroh ( kiamat-kecil-kecilan). bahkan suatu saat kita akan dihadapkan pada kiamat kubro (kiamat besar ) yang sangat ngeri kejadiannya. Dalam alqur'an surah ke 101 ( al-qori'ah) / hari kiamat digambarkan bahwa manusia pada hari itu seperti anai-anai berterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.subhanalaah, dan dalam surat ke 56 al-waqi'ah / hari kiamat di gambarkan bahwa bumi pada hari itu diguncangkan dengan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang berterbangan. dan kamu menjadi tiga golongan.
    1. golongan kanan . alangkah mulianya golongan kanan itu
    2. golongan kiri. alangkah sengsaranya golongan kiri itu
    3. golongan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu masuk surga.
    Bagaimana keadaan golongan-golongan itu pada waktu itu.
    1. golongan orang-orang yang paling dahulu beriman . mereka itulah yang didekatkan (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan, sebagian besar mereka adalah orang-orang yang terdahulu, dan sebagian kecil dari orang-orang di zaman akhir. mereka berada diatas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan.mereka dikelilingi anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek, dan seloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, bila diminum air itu tidak pening dan tidak pula mabuk. dan mereka mendapat buah-buahan yang tinggal dipilih, dan daging-daging dari apa yang mereka inginkan. dan didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. sebagai balasan bagi apa yang telah mereka perbuat , mereka tidak mendengar didalamnya perkataan-perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
    2. golongan kanan. alangkah bahagianya golongan kanan itu. berda diantara pohon bidara yang tidaka berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, air yang tercurah dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti buahnya dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang empuk , tebal lagi empuk, dan Allah ciptakan mereka bidadari-bidadari dengan langsung, dan Allah jadikan mereka gadis-gadis perawan, yang penuh cinta lagi sebaya umurnya. Golongan kanan ini terdiri dari sebagian orang dahulu-dahulu dan sebagian orang-orang zaman akhir.
    3. golongan kiri. Naudzubillah min Dzalik. golongan ini amat sangat mendapatkan sikasaan dari Allah,yaitu digambarkan angin yang sangat panas  dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam, tidak sejik dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka ketika didunia hidup bermewah-mewah, dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar. dan mereka tidak percaya bahwa akan ada hari pembangkitan dan balsan atas apa yang telah mereka perbuat. Subhanallah.
    RENUNGKANLAH WAHAI MANUSIA 

    Senin, 19 Juli 2010

    HIKMAH DAN KEAJAIBAN PUASA

    Menurut Yusuf Qardawi (1996:15) mengatakan, puasa disamping sebagai  ibadah yang dapat mengantarkan pelakunya meraih kedudukan istimewa disisi Allah, juga memiliki berbagai macam manfaat. Manfaat puasa tidak sebatas pada aspek-aspek spritual saja, akan tetapi ilmu pengetahuan modern pun berhasil menyingkap bukti mengenahi manfaat-manfaat fisik dan psikis dari puasa.Agar puasa kita tidak sia-sia, dalam menjalankan ibadah istemewa ini kita harus berpedoman pada dua landasan utama, yakni Al-Qur'an dan Hadist. Orang yang menjalankan ibadah puasa sesuai tuntutan Al-Qur'an dan Al-Hadist dopastikan dapat menemukan manfaat-manfaat yang nyata dari ibadah puasanya itu. Bahkan, puasa memiliki keajaiban bagi para pelakunya, jika dikerjakan dengan benar sesuai syariat. Diantara keajaiban-keajaiban puasa yang dapat kita rasakan sebagai berikut
    • puasa menjadikan tubuh sehat
    • puasa  dapat meningkatkan kecerdasan emosional
    • puasa dapat meningkatkan kecerdasan spritual ( spritual Quotient)
    • puasa memupuk kepekaan sosial

    GAME ISLAMI

    Bagi rekan-rekan , adik-adikku dalam internet ini banyak sekali game-game yang kita temui. namun saya punya alamat gami yang cocok dengan kalian, karena game ini dibuat secara islami, namun masih dalam bahasa inggris. mau tahu alamatnya klik ini . semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Minggu, 18 Juli 2010

    BELAJAR ILMU FAROID DASAR

    Ilmu faroid merupakan ilmu yang wajib kita pelajari karena ilmu itu sangat penting dalam pembagian harta orang yang meninggal kepada para ahli warisnya. Ilmu faroid merupakan ilmu yang perlu ketelitiian, karena di dalamnya mengandung- angka yang perlu kita selesaikan (pecahkan ). baiklah dibawah ini akan saya kupas sedikit tentang materi faroid, namun materi ini saya sadur dari sebuah website , dan kepada penulisnya semoga di beri balasan oleh Allah swt.

    MENGETAHUI pokok masalah merupakan suatu keharusan bagi kita yang mengkaji ilmu faraid. Hal ini agar kita dapat mengetahui secara pasti bagian setiap ahli waris, hingga pembagiannya benar-benar adil, tanpa mengurangi atau melebihkan hak masing-masing. Persoalan "pokok masalah" ini di kalangan ulama faraid dikenal dengan istilah at-ta'shil, yang berarti usaha untuk mengetahui pokok masalah. Dalam hal ini, yang perlu diketahui adalah bagaimana dapat memperoleh angka pembagian hak setiap ahli waris tanpa melalui pemecahan yang rumit. Karena itu, para ulama ilmu faraid tidak mau menerima kecuali angka-angka yang jelas dan benar (maksudnya tanpa menyertakan angka-angka pecahan, penj.).
    Untuk mengetahui pokok masalah, terlebih dahulu perlu kita ketahui siapa-siapa ahli warisnya. Artinya, kita harus mengetahui apakah ahli waris yang ada semuanya hanya termasuk 'ashabah, atau semuanya hanya dari ashhabul furudh, atau gabungan antara 'ashabah dengan ashhabul furudh.
    Apabila seluruh ahli waris yang ada semuanya dari 'ashabah, maka pokok masalahnya dihitung per kepala --jika semuanya hanya dari laki-laki. Misalnya, seseorang wafat dan meninggalkan lima orang anak laki-laki, maka pokok masalahnya dari lima. Atau seseorang wafat meninggalkan sepuluh saudara kandung laki-laki, maka pokok masalahnya dari sepuluh.
    Bila ternyata ahli waris yang ada terdiri dari anak laki-laki dan perempuan, maka satu anak laki-laki kita hitung dua kepala (hitungan), dan satu wanita satu kepala. Hal ini diambil dari kaidah qur'aniyah: bagian anak laki-laki dua kali bagian anak perempuan. Pokok masalahnya juga dihitung dari jumlah per kepala.
    Misalnya, seseorang wafat dan hanya meninggalkan lima orang anak, dua laki-laki dan tiga perempuan. Maka pokok masalahnya berarti tujuh (7). Contoh lain, bila mayit meninggalkan lima anak perempuan dan tiga anak laki-laki, maka pokok masalahnya sebelas, dan demikian seterusnya.
    Kemudian, jika ternyata ahli waris yang ada semuanya dari ashhabul furudh yang sama, berarti itulah pokok masalahnya. Misalnya, seseorang wafat dan meninggalkan seorang suami dan saudara kandung perempuan. Maka pokok masalahnya dari dua (2). Sebab, bagian suami setengah (1/2) dan bagian saudara kandung perempuan juga setengah (1/2). Secara umum dapat dikatakan bahwa bila ahli waris semuanya sama --misalnya masing-masing berhak mendapat seperenam (1/6)-- maka pokok masalahnya dari enam (6). Bila semuanya berhak sepertiga (1/3), maka pokok masalahnya dari tiga (3). Bila semuanya seperempat (1/4) atau seperdelapan (1/8), maka pokok masalahnya dari empat atau delapan, begitu seterusnya.
    Sedangkan jika para ahli waris yang ditinggalkan pewaris terdiri dari banyak bagian --yakni tidak dari satu jenis, misalnya ada yang berhak setengah, seperenam, dan sebagainya-- kita harus mengalikan dan mencampur antara beberapa kedudukan, yakni antara angka-angka yang mutamatsilah (sama) atau yang mutadaakbilah (saling berpadu), atau yang mutabaayinah (saling berbeda).
    Untuk memperjelas masalah ini, baiklah kita simak kaidah yang telah diterapkan oleh para ulama ilmu faraid. Kaidah ini sangat mudah sekaligus mempermudah kita untuk memahami pokok masalah ketika ahli waris terdiri dari berbagai sahib fardh yang mempunyai bagian berbeda-beda.
    Para ulama faraid membagi kaidah tersebut menjadi dua bagian:
    Pertama: bagian setengah (1/2), seperempat (1/4), dan seperdelapan (1/8).
    Kedua: bagian dua per tiga (2/3), sepertiga (1/3), dan seperenam (1/6).
    Apabila para ashhabul furudh hanya terdiri dari bagian yang pertama saja (yakni 1/2, 1/4, 1/8), berarti pokok masalahnya dari angka yang paling besar. Misalnya, bila dalam suatu keadaan, ahli warisnya dari sahib fardh setengah (1/2) dan seperempat (1/4), maka pokok masalahnya dari empat (4).
    Misal lain, bila dalam suatu keadaan ahli warisnya terdiri dari para sahib fardh setengah (1/2), seperempat (1/4), dan seperdelapan (1/8) --atau hanya seperempat dengan seperdelapan-- maka pokok masalahnya dari delapan (8). Begitu juga bila dalam suatu keadaan ahli warisnya terdiri dari sahib fardh sepertiga (1/3) dengan seperenam (1/6) atau dua per tiga (2/3) dengan seperenam (1/6), maka pokok masalahnya dari enam (6). Sebab angka tiga merupakan bagian dari angka enam. Maka dalam hal ini hendaklah diambil angka penyebut yang terbesar.
    Akan tetapi, jika dalam suatu keadaan ahli warisnya bercampur antara sahib fardh kelompok pertama (1/2, 1/4, dan 1/8) dengan kelompok kedua (2/3, 1/3, dan 1/6) diperlukan kaidah yang lain untuk mengetahui pokok masalahnya. Kaidah yang dimaksud seperti tersebut di bawah ini:
    1. Apabila dalam suatu keadaan, sahib fardh setengah (1/2) --yang merupakan kelompok pertama-- bercampur dengan salah satu dari kelompok kedua, atau semuanya, maka pokok masalahnya dari enam (6).
    2. Apabila dalam suatu keadaan, sahib fardh seperempat (1/4) yang merupakan kelompok pertama-- bercampur dengan seluruh kelompok kedua atau salah satunya, maka pokok masalahnya dari dua belas (12).
    3. Apabila dalam suatu keadaan, sahib fardh seperdelapan (1/8) yang merupakan kelompok pertama-- bercampur dengan seluruh kelompok kedua, atau salah satunya, maka pokok masalahnya dari dua puluh empat (24).
    Untuk lebih memperjelas kaidah tersebut, perlu saya utarakan beberapa contoh. Misalnya, seseorang wafat dan meninggalkan suami, saudara laki-laki seibu, ibu, dan paman kandung. Maka pembagiannya sebagai berikut: suami mendapat setengah (1/2), saudara laki-laki seibu seperenam (1/6), ibu sepertiga (1/3), sedangkan paman sebagai 'ashabah, ia akan mendapat sisa yang ada setelah ashhabul furudh menerima bagian masing-masing. Bila tidak tersisa, maka ia tidak berhak menerima harta waris.
    Dari contoh tersebut tampak ada campuran antara kelompok pertama (yakni 1/2) dengan sepertiga (1/3) dan seperenam (1/6), yang merupakan kelompok kedua. Berdasarkan kaidah yang ada, pokok masalah pada contoh tersebut dari enam. Lihat diagram:

    Pokok masalah dari enam (6)

    Suami setengah (1/2)
    3
    Saudara laki-laki seibu seperenam (1/6)
    1
    Ibu sepertiga (1/3)
    2
    Paman kandung, sebagai 'ashabah
    0

    Contoh lain, seseorang wafat dan meninggalkan istri, ibu, dua orang saudara laki-laki seibu, dan seorang saudara laki-laki kandung. Maka pembagiannya seperti berikut: bagian istri seperempat (1/4), ibu seperenam (1/6), dua saudara laki-laki seibu sepertiga (1/3), dan saudara kandung laki-laki sebagai 'ashabah. Pada contoh ini tampak ada campuran antara bagian seperempat (1/4) --yang termasuk kelompok pertama-- dengan seperenam (1/6) dan sepertiga (1/3). Maka berdasarkan kaidah, pokok masalahnya dari dua belas (12). Angka tersebut merupakan hasil perkalian antara empat (yang merupakan bagian istri) dengan tiga (sebagai bagian kedua saudara laki-laki seibu). Tabelnya tampak berikut ini:

    Pokok masalah dari dua belas (12)

    Istri seperempat (1/4))
    3
    Ibu seperenam (1/6)
    2
    Dua saudara laki-laki seibu sepertiga (1/3)
    4
    Saudara kandung laki-laki sebagai 'ashabah (sisanya)
    3

    Misal lain, seseorang wafat dan meninggalkan istri, anak perempuan, cucu perempuan keturunan anak laki-laki, ibu, dan saudara kandung laki-laki. Maka pembagiannya sebagai berikut: istri mendapat seperdelapan (1/8), anak perempuan setengah (1/2), cucu perempuan keturunan anak laki-laki mendapat seperenam (1/6) sebagai penyempurna dua per tiga (2/3), dan bagian ibu seperenam (1/6). Sedangkan saudara kandung laki-laki sebagai 'ashabah, karenanya ia mendapat sisa harta waris bila ternyata masih tersisa. Pada contoh ini tampak ada percampuran antara seperdelapan (1/8) sebagai kelompok pertama dengan seperenam (1/6) sebagai kelompok kedua. Maka berdasarkan kaidah yang ada, pokok masalah pada contoh ini dari dua pulah empat (24). Berikut ini tabelnya:

    Pokok masalah dari 24

    Bagian istri seperdelapan (1/8)
    berarti

    3
    Bagian anak perempuan setengah (1/2)
    berarti

    12
    Cucu perempuan dari anak laki-laki seperenam (1/6)
    berarti

    4
    Bagian ibu seperenam (1/6)
    berarti

    4
    Saudara kandung laki-laki, sebagai 'ashabah (sisa)
    1

    Angka dua puluh empat (24) yang dijadikan sebagai pokok masalah timbul sebagai hasil perkalian antara setengah dari enam (yakni 3) dengan delapan (6 : 2 x 8 = 24). Atau setengah dari delapan (yakni empat) kali enam (6), (8 : 2 x 6 = 24). Hal seperti ini disebabkan setengah dari dua angka tersebut (yakni enam dan delapan) ada selisih, karenanya kita ambil setengah dari salah satu angka tadi, kemudian kita kalikan dengan angka yang lain dengan sempurna. Begitulah seterusnya.

    JANGAN KAU BEBANI AKU DENGAN DOSA LAGI ???

    Hidup di dunia adalah pilihan, perbuatan yang kita lakukan adalah pilihan kita juga, mau berbuat baik silahkan, mau berbuat buruk juga silahkan ? namun ingat, semua perbuatan yang kita lakukan punya konsekwensi yang mesti kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Dalam surat al-Mulk di sebutkan bahwa Allah menjadikan mati dan hidup adalah menguji kepada kamu siapa yang terbaik amalnya. begitu juga disebutkan dalam ayat lainnya Allah berfirman " barangsiapa berbuat kebaikan walaupun sebesar biji atom maka ia akan mengetahuinya, dan barang siapa yang berbuat kejelekan walaupun seberat biji atom ia juga pasti akan mengetahuinya ? jadi judah jelas setiap amal perbuatan yang kita kerjakan di dunia ini pasti ada balasanya. maka dari itu marilah kita selalu berbuat kebajikan dan jangan kau bebani dirimu lagi dengan dosa-dosa. cukuplah dengan dosa dulu yang kau perbuat, dan segeralah bertaubat..dan mari selalu berpuat kebajikan demi masa depan kita kelak di akhirat. tak ada kata terlambat..Pintu maaf kan senantiasa terbuka bagi hambanya yang sungguh-sungguh bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Setiap anak adam adalah salah dan sebaik-baiknya salah adalah bertaubat..oleh karena itu jangan biarkan dirimu terbebani dengan dosa-dosamu lagi. cukup sudah masa lalu yang kelam mari kita songsong masa depan yang penuh dengan cahaya hidayah Allah, menuju ke ridhoNya, menuju surga yang telah dijanjikanNya..dan kita kelak akan abadi di sana selamanya. amin

    Jumat, 16 Juli 2010

    SOFTWERE CARA MUDAH MENENTUKAN WAKTU SHOLAT

    Bagi teman-teman Muslim yang di rahmati Allah, Sholat merupakan kewajiban yang wajib kita tunaikan maka dari itu kita juga wajib mengetahui datangnya waktu sholat. sebagaimana kaidah ushul fiqh " ma layatimmu wajib illa bihi wahuwa wajib "  jadi sholat adalah wajib dan waktu merupkan syarat untuk mengetahui kapan kewajiban itu kita laksanakan, maka mengetahui waktu sholat hukumnya juga wajib.
    Langsung aja ya sebenarnya saya ingin memberi kalian softwere untuk mengetahu waktu sholat. Sofwere ini berisa tentang data matahari ( ephimiris) , jadwal waktu sholat seluruh kota di Indonesia, tabel tentang tinggi hilal, jadi cocok sekali bagi kalian yang mendalami ilmu falak,
    sedangkan cara pemakainya kamu downloud softwerenta dulu, kemudian instal. dan untuk memunculkan shortcutnya kamu buka program file kemudian kamu cari file winhisab buka kemudian keluarkan shortcut seperti pada gambar seperti bulan dan bintang , akhirnya selamat mendownloud dan semoga bermanfaat bagi kita semua amin amin amin Ya Rabbal Alamin , downloud ini atau ini . .

    Senin, 12 Juli 2010

    KESAKSIAN PARA PENGAMAL PUASA SUNNAH

    Tulisan ini saya ambil dari buku yang berjudul 'DAHSYATNYA PUASA SUNNAH KUNCI UTAMA MERAIH SUKSES DUNIA & AKHIRAT " Karangan H. Amirullah Syarbini & Hj.Iis Nur'aeni Afgandi. Saya sangat tertarik sekali membaca buku tersebut dan saya juga ingin membagi tulisan ini kepada saudara-saudaraku agar mau juga mengamalkan puasa-puasa sunnah, yang manfaatnya akan kita rasakan sendiri di kemudian hari. baiklah saya mulai :
    1.  Otak encer, kuliah kelar, dan karir  lancar.
     cerdas, muda, religius dan yang pasti berprestasi. itulah empat kata yang mampu menggambarkan sosok Irfan. diusianya yang masih muda, ia telah meraih berbagai prestasi dalam hidupnya. ia telah menjadi dosen sekaligus doktor muda di kampus tempatnya mengajar. Irfan lahir disalah satu kota di daerah Jawa Barat, sekitar tahun 1975. Irfan bukanlah anak kyai atau tokoh masyarakat. bapak ibunya hanyalah orang biasa (wiraswasta).pendidikan dasar sampai menengah, ia selesaikan di tanah kelahirannya, sambil mondok di bebrapa pesantren. kemudian ia hijrah ke Bandung untuk melanjutkan kulia S-1 disalah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Irfan merupakan alumni terbaik perguruan tinggi tersebut. ia mampu menyelesaikan kuliah S-1nya hanya 3 tahun. sementara teman-temanny yang lain, paling cepat menyelesikan kuliah S-1 minimal 4 atau 5 tahun. Irfan terkenal sebagai mahasiswa cerdas di kampusnya. ssetelah tamat S-1 ia mendapatkan beasiswa magister (S-2) dari Departemen Agama  pusat untuk kuliah di Al-Azhar, Cairo, Mesir. di Mesir juga ia termasuk mahasiswa pandai. terbukti, ia dapat menyelesaikan S-2 dalam waktu kurang dari 3 tahun. setelah tamat dari al-azhar, ia kembali mendapatkan beasiswa dari DEPAG untuk melanjutkan kuliah program Doktor di salah satu Universitas terbaik di Sudan.
    Setelah kuliah S-3 di Sudan, Irfan kembali ketempat tinggalnya. Tidak bebrapa lama dari kepulangannya, ia mengikuti tes CPNS Dosen yang diadakan DEPAG, Luar biasa, ternyata Irfan juga lolos dari test tersebut. padahal ia baru pertama kali ikut test tersebut. sementara teman-teman seangkatannya, meski sudah beberapa kali ikut test CPNS, belum juga lulus. banyak orang terpesona dengan kesuksesan Irfan. Banyak orang kagum dengan kecerdasan Irfan termasuk saya. Ternyata apa rahasianya saudara-saudaraku , Irfan adalah sesosok  manusia yang rajin puasa senin kamis , dan tidak pernah membatalkanya kecuali sakit atau udzur syar'i. namun suatau saat ia pernah berkata : " perbanyak shalat tahajud dan puasa sunnah. Ketika berpuasa, saya merasakan ketenangan pikiran, sehingga saya lebih fokus ketika belajar dan lebih konsentrasi ketika menghapal. maka saya manfaatkan puasa senin-kamis untuk lebih banyak menghapal.

    APAKAH KITA TAK PERNAH SOMBONG ?

    Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya, melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah, sementara yang laki-laki berpostur pendek dan sederhana. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata, "Huh, wanita itu sungguh sombong. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain."
    Seketika itu suaminya berkata, "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya."
    Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf, wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya.
    Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan.
    Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu.
    Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita, padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya, padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu.
    Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan, Saudaraku, maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia?
    Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata, "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk). Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan." (Muttafaqun 'alaih). Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan, sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Takutlah akan balasan perbuatan kita, Saudaraku.
    Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong, tidak usah kalian berkecil hati. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah, karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini.

    AGAR DAPAT MELIHAT SURGA


    Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya, “bu, apa itu cinta?”. Cinta ada adalah kemurnian jiwa, kesejukan bathin dari kenikmatan memberi dan kerelaan berkorban, jawab sang ibu. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan, bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung, Si pencipta cinta itu sendiri. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya, sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya, tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. “ini wajar nak, karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya, sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetar-getar dihati, bukan di kepala, apalagi dimata.
    Cinta harus dilihat dengan mata bathin, dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala, sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa, kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. Karena itu, mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal, ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”.
    “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci, bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Itulah kehebatan Allah. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu, manusia bisa menangkap kesan yang lain, tidak hanya cinta. Ada benci, marah, kecewa, senang, tertawa, sedih dan masih banyak lagi. Tak perlu takut, semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya, artinya sesuatu hal yang tidak berkenan, tidak sesuai dengan hati nuraninya, adalah sangat manusiawi jika dibenci. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya, tak seindah mimpinya.
    Masalahnya kemudian, bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran, sehingga benci, marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan, kesemena-menaan, kezhaliman, keserakahan dan bahkan kesombongan diri, juga dosa yang dilakukannya.
    “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi, sama seperti benci, marah dan sedih. Hanya bedanya, biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan, kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya.
    Lama ia dibuai cinta sang Ibu, dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. Ia merasakan kehangatan hidup, keceriaan dunia. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya, juga hantaman kerikil di sepanjang jalan yang disusurinya. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari, demi satu cita, tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan, mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya, bahwa esok matahari masih akan terbit.
    Dan menjelang fajar, seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi, untaian kata pinta yang tak pernah berhenti, yang tak pernah berhias putus asa, yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya, hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun.
    “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Tak perlu malu untuk menangis, karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan, kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah, juga menghilangkan penyakit-penyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu.
    Menangis tidak mesti dengan air mata, meski biasanya selalu dengan itu. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. Maka dengan menangis setiap hari, wajah menjadi bersih, hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya, memberikan keindahan tersendiri. Semua itu, hanya agar manusia dapat melihat surga. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama)

    UTUSAN MAUT

    Utusan Maut

    Inilah sebuah dongeng kuno tentang seseorang yang sakit didatangi malaikat maut. Orang itu lalu bertanya, “Apakah kedatanganmu sebagai kunjungan biasa atau untuk mencabut nyawaku?”
    Malaikat menjawab, “Kunjungan biasa.”
    Orang itu berkata lagi, “Demi persahabatan kita, jika dekat ajalku nanti, kirimkan utusan untuk memberitahu aku.”
    Malaikat menyetujui permintaan itu.
    Pada suatu hari sang malaikat datang untuk mencabut nyawanya. Orang itu berkata, “Bukankah belum ada utusanmu yang datang kapadaku untuk memberitahukan perkara ini?”
    Sang malaikat menjawab, “Sudah……sudah pernah datang, bahkan beberapa kali. Bukankah tulang punggungmu bungkuk padahal sebelumnya lurus? Rambutmu memutih yang sebelumnya hitam, suaramu bergemetar sesudah dahulunya lantang. Bahkan akhir-akhir ini kamu lemah sesudah dahulunya kamu kuat perkasa. Penglihatanmu baur sesudah dahulunya terang, kamu dahulu penuh harapan, tetapi akhir-akhir ini sering putus asa. Aku telah mengirim banyak utusan kepadamu padahal kamu hanya meminta satu utusan. Oleh karena itu, janganlah kamu menyalahkan aku.”

    Minggu, 11 Juli 2010

    UBAH IMPIAN JADI KENYATAAN

    UBAH IMPIAN JADI KENYATAAN

    Oleh : Lisa Nuryanti, Internnational Director, John Robert Powers.

    Seringkali orang bertanya: "Setelah kita berani bermimpi, bagaimana kalau nanti ternyata impian itu tidak terwujud?", "Bagaimana kalau ternyata saya gagal?", "Menurut kamu, kira-kira saya bisa nggak, ya?"
    Berbagai pertanyaan serupa yang menggambarkan kekhawatiran, keraguan, dan ketakutan. Hanya sedikit yang bertanya: "Apa langkah saya selanjutnya agar impian saya menjadi kenyataan?", atau "Bagaimana cara mewujudkan impian saya?"

    Sebagai manusia, wajar saja kalau kita merasa ragu, takut, atau ingin lebih siap dulu, sehingga menunda sesuatu.

    Ketakutan yang wajar justru akan membuat manusia lebih berhati-hati dan tidak bertindak membabi-buta.

    Namun, seringkali manusia sulit untuk mengendalikan ketakutan ini, sehingga tidak berbuat apa-apa dan melakukan penundaan terlalu lama.

    Bila impian ditunda terlalu lama mewujudkannya, bukannya semakin jelas tetapi impian itu bisa menjadi pudar. Keraguan dan ketakutan malah akan semakin kuat, karena setiap hari dipikirkan dan dipupuk tanpa mencari jalan keluar atau cara penanggulangannya.

    Beberapa langkah yang dapat ditempuh setelah kita berani bermimpi adalah:

    * Tetapkan tujuan yang jelas.

    Bila Anda telah berani bermimpi, perjelas lah impian itu dengan pengembangan yang lebih rinci. Misalnya, saya akan menjadi seperti apa setahun lagi? Bagaimana keadaan saya lima tahun lagi? Apa yang saya lakukan setahun sejak sekarang? Saya ingin punya usaha sendiri. Apa? Di mana? Apa target pasarnya? Apa kelebihan usaha saya? Siapa yang mengelola? Usaha seperti apa yang saya inginkan?

    Saya seorang karyawan dan saya ingin dipromosikan. Sebagai apa? Di mana? Apa kriteria yang harus saya capai agar saya memenuhi syarat?

    Kemudian tuliskanlah mimpi itu dalam buku khusus atau komputer Anda. Bukalah setiap hari, pikirkan, kembangkan, dan gali lebih dalam lagi. Maka, impian itu akan semakin jelas. Anda akan memiliki gambaran yang lebih nyata.

    Dengan demikian anda akan membuat impian Anda hidup dan memberikan semangat pada Anda.

    * Tetapkan batas waktu.

    Mimpi atau tujuan harus diberi batas waktu. Batas waktu ini dapat dibagi menjadi batas waktu jangka pendek dan batas waktu jangka panjang.

    Dengan memberikan target pada diri sendiri, arah tujuan menjadi lebih jelas. Kebiasaan menunda akan berkurang. Tentu saja semuanya tetap harus direncanakan.

    Kalau saya ingin punya salon sendiri, misalnya, kapan salon tersebut harus berdiri? Apakah saya perlu mengurus izin? Kapan saya harus mengurus? Jangan sampai semua sudah siap ternyata lupa belum mengurus izin. Berapa lama saya perlukan untuk mencari karyawan? Kapan saya harus membeli peralatan? Semuanya perlu memiliki batas waktu.

    Saya ingin menjadi manajer pemasaran. Kapan saya ingin mencapai jabatan tersebut? Apa yang harus saya pelajari sekarang untuk meningkatkan kualitas diri saya? Kapan saya harus selesai mempelajari semuanya? Adakah orang yang dapat membagi pengalamannya pada saya? Kapan saya harus menemui dia? Apa yang harus saya baca? Berapa menit saya harus membaca setiap hari?

    * Buat rencana pelaksanaan.

    Rencana sebaiknya dibuat tertulis. Tulisan akan memudahkan kita mengingat ide baru atau masukan baru serta pengembangan dan perubahan.

    Dalam tahap ini perlu dipikirkan segala kemungkinan dan penentuan rencana untuk menanggulangi segala masalah yang timbul. Daya kreativitas Anda dapat dikembangkan di sini.

    Salon apa yang akan saya buat? Di mana? Bagaimana promosinya? Bagaimana menentukan biaya? Siapa calon pelanggan potensial? Apakah saya perlu mengadakan grand opening? Apa acaranya? Siapa yang saya undang?

    Untuk menjadi manajer pemasaran,buku apa saja yang harus saya baca? Apakah saya perlu mengikuti kursus bahasa asing? Berapa jam sehari saya harus bekerja agar kinerja saya lebih baik? Bagaimana saya dapat mengungguli calon lain? Bagaimana sikap saya dalam rapat harian, bulanan atau tahunan? Apakah laporan yang saya buat lebih baik? Bagaimana saya mengatur waktu agar bisa bekerja lebih efektif?

    * Realisasikan rencana pelaksanaan.

    Manusia terkadang lupa diri dan dapat terhanyut dalam proses perencanaan. Di sinilah perlunya batas waktu. Jangan menunda. Jalankan rencana yang telah disusun.

    Biasakan setiap hari melakukan sesuatu untuk membawa diri Anda selangkah lebih dekat pada impian Anda.

    Minggu depan saya mau kursus potong rambut metode baru. Hari ini saya mau mendaftar dan juga menghitung target untuk tahun depan.

    Mulai sekarang saya ingin lebih aktif dalam rapat harian. Hari ini apa usulan saya untuk ikut memajukan perusahaan?

    Setiap hari pikirkan impian Anda, bicarakan impian Anda dengan orang lain, buka buku catatan atau komputer Anda, kembangkan ide, lakukan perbaikan bila perlu, ubahlah hal yang perlu diubah, perjelaslah impian Anda.

    Dengan kata lain, jadikanlah impian itu menjadi hidup Anda. Di mana pun Anda berada Anda akan mengingat impian Anda.

    Semua yang Anda lihat atau amati akan menambah ide dan wawasan bagi impian Anda. Semua yang terjadi di sekeliling Anda akan terhubung dengan impian Anda.

    Good luck!

    RAHASIA KETAMPANAN PEMUDA

    Seorang pemuda dari suku Tha’i duduk menghadap Ahnaf bin Qais. Ia amat mengagumi ketampanan wajah dan tubuh pemuda itu.
    “Pemuda ini begitu tampan. Mungkin karena rajin berolahraga hingga wajah dan tubuhnya sehat dan terpelihara. Atau pemuda itu banyak uangnya sehingga mampu memelihara diri dengan pakaian dan perhiasannya,” pikir Ahnaf dalam hati.
    Suatu hari, bertanyalah ia pada pemuda itu.
    “Wahai pemuda, apa rahasia yang membuat engkau bisa setampan ini?”
    Di luar dugaannya, pemuda itu menjawab.
    “Resepnya ada empat.”
    “Apa saja itu?” katanya ingin tahu.
    “Pertama, bila orang bercerita kepadaku, aku mendengarkan. Kedua, bila berjanji, niscaya aku tepati. Ketiga, bila diriku diperhitungkan orang, maka aku relakan. Keempat, bila aku dipercaya, aku tak mau mengkhianatinya.”
    Mendengar jawaban itu, termenunglah Ahnaf.
    “Dia inilah tipe pemuda yang tampan luar dalam,” komentarnya.

    MENUMBUHKAN PERCAYA DIRI

    Menumbuhkan Percaya diri

    Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

    “A'udzubillaahi minasyaithoonirrojiim Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullaaha wal tanzhur nafsum maa qaddamat li ghadin wat taqullaaha innallaaha khabiirum bi maa ta’maluun (Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat), dan bertakwalah kepadab Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S: Al Hasyr 18)

    “Wa laa takuunuu kal ladziina nasullaaha fa ansaahum anfusahum ulaa-ika humul faasiquun (Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Alloh,lalu Alloh Menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik)” (Q.S: Al Hasyr 19)

    “Laa yastawii ash-haabun naari wa ash haabul jannati humul faaizuun (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah
    orang-orang yang beruntung) (Q.S: Al Hasyr 20)

    ManajemenQolbu.Com : Selain yakin terhadap pertolongan Alloh, ada satu hal lain yang harus kita perhatikan yaitu yakin kepada kemampuan diri sebagai syariat titipan Alloh. Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dengan baik kalau kita tidak yakin? Bahkan mengacungkan tangan untuk bertanya dalam sebuah pertemuan pun kadang-kadang kita tidak mempunyai keberanian.
    Lalu bagaimana caranya untuk menumbuhkan kepercayaan diri? Ada tujuh langkah yang dapat ditempuh untuk itu dan akan kita bahas secara singkat satu persatu
    Langkah yang pertama adalah ; Kita harus benar-benar menyadari bahwa Alloh menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Maha Cermat. Seperti di firmankan Alloh SWT dalam Surat At Tiin ayat 4 ”La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim”(”Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”). Saudaraku yang baik, jangan sekali-kali kita menyesali kenapa kita terlahir ke dunia ini. Yakinlah Alloh menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya , yaitu diberikan akal untuk memilih kebaikan atau keburukan. Apalagi kalau kita ingat tentang bagaimana sperma berjumpa dengan sel telur. Bukankah diantara 250 juta sperma yang terpancar untuk berlomba berjumpa dengan sel telur hanya satu saja yang berhasil ? Dan itu adalah kita. Jadi kita pernah bertarung tanpa kita sadari dengan begitu banyak calon manusia lainnya. Itulah yang harus membuat kita yakin bahwa kita ini adalah orang yang memiliki potensi untuk sukses.
    Yang kedua supaya percaya diri kita bangkit yaitu dengan belajar mensyukuri nikmat yang diberikan Alloh kepada kita. Dengan karunia akal,...... Alhamdullillah kita bisa berpikir. Dengan karunia mata ,......Alhamdullilah kita bisa melihat. Dengan karunia telinga,......... Alhamdullilah kita bisa mendengar.Dengan karunia Mulut,.......... Alhamdullilah kita bisa berbicara. Dengan karunia tubuh, ..........Alhamdullilah kita masih punya hati,dan dengan karunia akhirnya kita begitu banyak memiliki potensi. ”La in syakartum la aziidannakum .......Sungguh jika kamu bersyukur , niscaya Kami akan menambah(nikmat) kepadamu. (Q.S ;Ibraahiim ayat 7). Oleh karena itu daripada kita memikirkan yang tidak ada lebih baik kita memikirkan potensi yang ada. Kalau saudara kita yang Tuna Netra, Alhamdullilah ternyata telinganya masih bisa mendengar.Kalau saudara tidak bisa mendengar Alhamdullilah masih bisa membaca, begitulah seterusnya. Carilah nikmat Alloh yang telah diberikan untuk kita syukuri karena setiap syukur nikmat Insya Alloh akan mendatangkan nikmat yang lainnya.
    Langkah yang ketiga yang dapat dilakukan adalah ; Sering-seringlah membaca diri kita, yaitu dengan cara bertanya kepada ibu, bapak, suami, istri, ulama, guru, ataupun bila perlu kepada psikolog untuk mengetahui potensi kemampuan diri.
    Langkah keempat yaitu sering-seringlah bertemu atau membaca buku biografi orang-orang yang sukses, karena biasanya jika mendengar kisah dari orang-orang yang sukses dapat menumbuhkan semangat. Semakin banyak input dari kisah orang-orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan Insya Alloh akan membuat inspirasi bagi kita. Kita ambil contoh Nabi Muhammad, ketika beliau diboikot tetapi dapat bangkit kembali, bagaimana orang yang terusir seperti beliau dapat kembali ke tanah kelahiran untuk membangkitkan moral, bagaimana seorang yatim piatu seperti Nabi Muhammad saw bisa bangkit menjadi seorang pengusaha yang sukses.
    Langkah kelima ialah dengan memulai memperbaiki pergaulan kita ; kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Karena bergaul dengan orang-orang yang percaya diri semangatnya Insya Alloh akan menular kepada diri kita. Bergaul dengan orang-orang yang sukses kesuksesannya Insya Alloh akan menjadi inspirasi kita. Jadi salah dalam memilih teman, salah dalam memilih pergaulan = salah dalam memompa kemampuan kita.
    Langkah keenam;kalau kita ingin percaya diri ada kunci yang lain yang harus dilakukan sesudah kita tahu potensi, yaitu Do It Now lakukan sekarang juga dengan keberanian yang telah kita punyai, karena setiap kali kita bertambah pengalaman Insya Alloh akan menambah percaya diri. Contoh dalam berpidato ; Percaya diri akan meningkat ketika kita sudah mencobanya.Begitupun ketikaAl Quran pengalaman membuat kita semakin percaya dan menambah kemampuan.Patut dicatat ; kegagalan itu adalah jika dilandasi niat yang jelek dan ikhtiar yang tidak maksimal. Gagal adalah orang yang tidak pernah berani mencoba.
    Langkah ketujuh atau langkah terakhir adalah ; kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa kita ,karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Alloh. Semakin kokoh ibadah kita,sholat kita, makin kuat doa-doa kita dan keyakinan kita dengan pertolongan Alloh , maka Insya Alloh akan dibukakan jalan keluar bagi permasalahan yang datang kepada kita.Wallahu a’lam (and/mikha)www.manajemenqolbu.com***


    Menghidupkan Hati
    Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

    ManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang baik, saat ini kita mencoba memohon pertolongan Allah agar kita lebih mengenal siapa Allah, bagaimana cara mendekat kepada Allah dan tahu apa yang akan menghijab dari Allah.
    “Bagaimana akan dapat terang hati seorang yang gambar dunia ini terlukis dalam lensa cermin hatinya, atau bagaimana akan pergi menuju kepada Allah padahal ia masih terikat dan terbelenggu oleh syahwat hawa nafsunya, atau bagaimana akan dapat masuk ke hadirat Allah padahal ia belum bersih suci dari kelalaiannya atau bagiannya yang di sini diumpamakan dengan janabatnya mengharap akan mengerti rahasia yang halus padahal ia belum bertobat dari kekeliruan-kekeliruannya”(*Dari Kitab Al Hikam Syekh Ahmad Ataillah)
    Saudaraku yang baik, bagaimana mungkin seseorang hatinya akan terang benderang kalau di hatinya ini selalu duniawi saja yang terlukis, bagaimana mungkin seseorang akan dapat mendekat bergerak kepada Allah kalau dia masih diikat dan dibelenggu oleh syahwat nafsunya , dan bagaimana bisa membuka pintu gerbang kedekatan dengan Allah kalau dia masih melumuri dirinya dengan aib dosa dan belum mensucikan dirinya.
    Kurang lebih kita ibaratkan sebuah wadah. Bagaimana bisa diisi makanan yang nikmat andaikata wadah ini penuh dengan kotoran , penuh dengan belatung. Tentu senikmat apapun makanan tidak akan pernah dinikmati , karena tidak bisa bercampur kotoran dan kesucian.
    Suatu saat Nabi Muhammad saw pernah berjalan melalui pasar yang diikuti sahabat dan orang-orang lain. Kebetulan beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang putus telinganya. Ditunjukkannya kambing tersebut sambil bersabda: "Siapa diantara kalian yang mau menerima kambing ini dengan harga satu dirham?" Orang-orang menjawab: "Kami tidak ingin memilikinya". Nabi bersabda: "Apakah kalian mau memilikinya tanpa bayaran?" Salah seorang menjawab: "Demi Allah, sekiranya dia hidup pun kami tidak menyukainya, karena telinganya putus, apalagi sudah menjadi bangkai begini, buat apa?". Nabi saw. bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya dunia ini menurut pandangan Allah, lebih hina dari pandanganmu terhadap bangkai anak kambing ini".(H.R. Muslim yang bersumber dari Jabir). Dunia yang mana; harta? kedudukan? jabatan?, ternyata Rasulullah berharta , Rasulullah memiliki kedudukan dan populer , Rasulullah memiliki kekuasaan . Yang disebut dunia adalah semua yang disebutkan tadi yang membuat lalai kepada Allah ,contoh ; mencari harta dan membuat lalai kepada Allah itulah dunia ; membabi buta mencari nafkah sedangkan shalat diabaikan , kejujuran diabaikan. Itulah pecinta dunia .
    Sedangkan pecinta Allah sama sibuknya dengan gigih mencari harta tetapi selalu Allah yang dipikirkan , karena yakin Allah yang membagikan rejeki ; dia berdagang tapi dia yakin Allah yang menggerakan pembeli , dia tidak mau mengurangi timbangan 1 mg pun , dan dia tidak mau ada ketidakjujuran yang dia inginkan hanya untuk memudahkan jual beli karena jual beli yang mudah diberkahi oleh Allah. Dia tidak akan tamak dengan keuntungan karena dia tahu menguntungkan orang lain adalah disukai oleh Allah , dia bisnis , dia sibuk dengan harta tetapi kesibukannya membuat dia semakin taat kepada Allah , yang seperti itu bukan bukan dunia yang menghinakan. Pebisnis atau pedagang yang jujur termasuk orang yang berkedudukan di sisi Allah, dan kelak kalau sudah wafat bisa setara kekasih-kekasih Allah , mengapa ? karena hiruk pikuk dunianya justru membuat dia dekat dengan Allah , ini perlu kita pahami.
    Lalu kekuasaan ; ada orang yang berkuasa kemudian jadi dzalim dan sibuk mempertahankan kekuasaannya, sepanjang hari yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana berkuasa , itu adalah duniawi. Tapi bagi orang yang tidak tamak dengan kekuasaan justru yang dia pikirkan adalah bagaimana dengan kekuasaannya kebenaran bisa menjadi milik ummat , bagaimana dengan kekuasaannnya keadilan dapat ditegakkan dan memudahkan orang lain untuk dekat dengan Allah, nah kekuasaan yang seperti ini tidak diartikan sebagai duniawi .
    Selanjutnya bagaimana orang bisa melesat berjalan ke arah Allah kalau dirinya masih terbelenggu ,bukankah kalau kita terbelenggu sulit untuk melangkah ? bukankah kita kalau diikat sulit untuk mendekat ? maka Allah menciptakan nafsu bagi kita bukan untuk membelenggu kita untuk mendekat kepada Allah tapi orang-orang yang diperbudak nafsu memang akan terikat. Kita ambil contoh dengan nafsu perut ; seseorang yang nafsu perutnya telah membelenggu maka yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana untuk mencari makanan yang enak yang dapat memuaskan perutnya.Dia rela untuk pergi jauh dan membayar dengan harga yang mahal untuk memuaskan perutnya. Tapi bagi orang yang lapar dan laparnya digunakan untuk mendekat kepada Allah ,maka dia akan taklukan nafsu perutnya itu dengan shaum . Tidak boleh diperbudak makanan, dia hanya mau makan kalau sudah lapar , dia berhenti makan ketika sebelum kenyang , setiap dia makan yang dia lihat bukan makanannnya tapi siapa yang memberi makannya, walaupun hanya dengan garam dia tahu semua ini karunia Allah. Makan penuh dengan rasa syukur karena lidahnya masih berasa , makan dengan rasa syukur karena masih berjumpa dengan nasi dan garam , makan dengan rasa syukur karena kita masih bisa menikmati makanan dibanding saudara kita yang lapar , maka dia makan tapi bukan nafsu yang berjalan tapi makrifat dia menemukan butir-butir nasi. Allahu Akbar! Padahal dirinya jauh dari ladang tetapi dia dimudahkan ; ada bagian yang mengetam, menumbuk , ada bagian yang memasak, dan sekarang dia terpilih pada sebagai orang yang menikmati makanan yang dihidangkan oleh Allah nun jauh dari sana. Garam dari laut ada yang mengambil, mengeringkan sampai di piring ,Allahu Akbar ! .
    Maka ,lapar yang seperti itu Insya Allah akan menjadi pendekat kepada Allah.Inilah kenikmatan dan orang yang menjalankan makan penuh dengan ingatan kepada Allah sepanjang makan Insya Allah jadi ibadah , sambil makan ingat kepada saudaranya yang lapar dan makin bertambah rasa syukurnya. Jauh berbeda dengan pecinta nafsu hari demi hari diperbudak dengan makanan saja , belum lagi yang diperbudak oleh amarah sehari-hari hanya dipikirkan bagaimana memuntahkan ketidaksukaannya
    Jadi bagaimana kita akan mendekat kepada Allah kalau kita belum membersihkan diri kita , Allah Maha Suci sedangkan kita amat nista "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri." (QS. 2 : 222). Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membuat hati kita menjadi tempat kasih sayang Allah ? kalau pada diri ini kita kumpulkan kebencian , maka sulit orang-orang yang tidak punya waktu untuk membersihkan hati untuk meraup kedekatan dengan Allah , “Qad aflaha man zakkaahaa, Wa qad khaaba man dassaahaa” (Q.S: Asy Syams: 9-10) Artinya : Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya, Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.
    Maka kegigihan kita untuk sekuat tenaga bertobat, ketika berbuat dosa hapus kembali dengan tobat; 1 noktah tinta bersihkan, jangan biarkan tinta-tinta ini berkumpul menebal karena akan sangat sulit membersihkannya, perbanyaklah istighfar karena kalau cermin sudah berkilau Insya Allah kita akan tahu siapa diri kita dan orang lain pun dapat memanfaatkan cermin ini. Kita rindu sekali agar dibimbing oleh Allah, Allah lah yang Maha Tahu semua ilmu yang bisa membuat kita sampai kepadanya Allah-lah Yang Maha Tahu bagaimana kita bisa mengenalnya. Maka kuncinya adalah berusahalah sekuat tenaga untuk menjadi orang yang mendekat dengan cara mengamalkan ilmu karena barang siapa yang mengamalkan ilmu yang diketahuinya niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahui oleh kita. Wallahu a’lam (mikha).


    Kekayaan Yang Hakiki
    Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

    ManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang budiman, kekayaan seseorang itu tidak terletak pada uangnya tetapi terletak pada bathinnya.
    *)“ Hendaknya membelanjakan setiap orang kaya menurut kekayaannya ialah mereka yang telah sampai kepada Alloh dan orang yang terbatas rejekinya yaitu orang sedang berjalan menuju kepada Alloh, orang yang telah sampai kepada Alloh karena mereka telah terlepas dari kurungan melihat kepada sesuatu selain Alloh ke alam tauhid maka luaslah pandangan mereka, maka mereka berbuat di alam mereka lebih leluasa sebaliknya orang yang masih merangkak-rangkak di dalam ilmu dan paham yang terbatas mereka inipun mengeluarkan sekedarnya”
    *) Dari Kitab Al Hikam Syekh Ibnu Ataillah
    Saudaraku, orang yang kaya itu bisa dilihat dari sedikitnya kebutuhan karena kalau orang sedikit kebutuhannya sehingga senang menafkahkan kekayaannya itulah orang yang kaya harta , tapi kalau orang memiliki uang dan lebih sibuk disembunyikan dalam tabungannya sebenarnya dia termasuk miskin karena dia takut berkurang rejekinya. Pahamilah, makin banyak takut kekurangan akan membuat semakin miskin,padahal orang yang kaya tidak pernah takut kekurangan.
    Orang yang paling kaya hakiki adalah orang yang yakin kepada jaminan Alloh sehingga dia ringan untuk bershadaqah, karena shadaqah tidak akan mengurangi harta tetapi justru akan menambah. Jadi jangan melihat kekayaan orang dari apa yang dimilikinya tapi lihatlah kekayaan orang dari apa yang bisa dinafkahkannya.
    Kekayaan lain adalah ilmu, orang yang kaya dengan ilmu dia akan leluasa mengajari ilmu. Dia akan mencari ilmu yang kemudian dia sampaikan kepada orang lain sesudah dia amalkan. Tapi ada juga orang yang memiliki ilmu kemudian dia kikir dan tidak mau memberikan kepada yang lain, orang seperti ini sebetulnya bukan termasuk orang yang berilmu.
    Ciri keilmuan seseorang adalah kalau dengan ilmunya dia makin lapang dan semakin dekat dengan Alloh dan makin gemar memberikan ilmunya bagai cahaya matahari yang tidak pernah merasa rugi dengan mengeluarkan cahayanya.
    Kekayaan seorang ahli makrifat adalah kekayaan dengan mengenal Alloh dengan baik , dan dia kaya dengan pengenalan akan kebesaran dan Keagungan Alloh. Seorang ahli makrifat akan sangat leluasa menjelaskan siapa Alloh, dan tidak semua orang dapat menjelaskan Alloh bahkan ada orang yang untuk menyebut Alloh saja tidak sanggup, paling tinggi dia hanya berani menyebut Tuhan , Yang di Atas ,atau Dia Yang Maha Kuasa, semuanya terasa begitu berat sekali karena dia memang miskin dalam keyakinan kepada Alloh.
    Saudaraku, orang yang miskin akan keyakinan sulit sekali untuk memberikan ketenangan pada istrinya, kepada anaknya, dan dia sendiri tidak memiliki sumber ketenangan itu. Orang yang jauh dari Alloh dia selalu gelisah dan tidak bisa menenangkan keluarganya , karena apa yang akan dia tenangkan ? dia sendiri saja tidak memiliki sumber ketenangan.
    Makanya orang yang sudah kenal dan akrab dengan Alloh dirinya akan memiliki ketenangan yang melimpah kepada dirinya , akibatnya dia bisa menenangkan banyak orang di sekitarnya.Misalnya ; ketika wajahnya bersikap tenang saja sudah membuat orang lain tenang menatapnya.
    Orang yang sudah mengenal Alloh sekujur tubuhnya memiliki ketenangan yang luar biasa dan dia kaya sekali untuk mendistribusikan ketenangannya kepada oranglain, kaya untuk mendistribusikan hartanya karena dia tidak takut miskin, kaya untuk mendistribusikan ilmunya, tenaganya dan pikirannya. Inilah orang yang kaya hakiki.
    Orang yang leluasa sekali untuk mendoakan orang lain, senang menolong orang lain dan tidak pernah berat untuk menyenangkan orang lain serta menghormati orang, itulah orang yang kaya hakiki. Karena ada orang yang miskin dengan penghargaan , itu terlihat dari sikapnya yang dimanapun ingin selalu dihargai dan dihormati, ingin dibedakan , ingin dispesialkan dan kalau tidak dihargai dia malah sakit hati,dan itu semua menandakan kemiskinannya karena sebenanya dia belum berharga.
    Bagi seorang yang makrifat kepada Alloh, dia kaya karena dia tidak membutuhkan apapun dan dari siapapun kecuali dari Alloh semata. Sehingga hidupnya tenang dan mantap , tidak menjilat, tidak meminta-minta , tidak menggadaikan dirinya. Mungkin rumahnya sederhana tapi bathinnya megah , mungkin uangnya sedikit tapi bathinnya kaya, mungkin tanahnya sempit tapi hatinya lapang , mungkin tubuhnya mungil tapi jiwanya besar. Dan inilah kekayaan hakiki.
    Saudaraku yang budiman, jangan sampai mengganggap melimpahnya kekayaan sebagai karunia Alloh yang memuliakan kita, karena belum tentu karena adakalanya berbentuk istidraj namanya, yaitu ; oleh Alloh diberi tapi hanya menambah kerugian dan kesesatan. Waspadalah saudaraku, kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan pada bathin kita. Wallahu a’alam (mikha) [www.manajemenqolbu.com]***

    7 kebiasaan Kaum Muda yang Sangat Tidak Efektif
    taburkanlah fikiran mu , maka kamu akan menuai perbuatan
    taburkanlah suatu perbuatan maka kamu akan menuai kebiasaan
    taburkanlah suatu kebiasaan maka kamu akan menuai karakter
    taburkanlah suatu karakter maka kamu akan menuai takdir
    Oleh : Anistia Solihat
    ManajemenQolbu.Com - Muslimah : Sahabat ,.................... Mula- mula kita membentuk kebiasaan kita lama kelamaan kebiasaan kita lah yang membentuk kita. Sebenarnya kalau kita ingin bertanya pada diri kita apa sebenaranya dan bagaimana nanti masa depan kita caranya adalah sangat sederhana lihatlah apa yang kita lakukan hari ini . Kita boleh saja saat ini menjadikan beban dalam hidup tanggung jawab yang kita pikul saat ini. Dan kadang -kadang kita merasa jenuh dengan keadaan seperti ini sadarilah dalam diri mu dan mungkin anda akan membayangkannya dalam diri , akan seperti apa masa depan kita nantinya maka untuk kita sadari ada banyak kebiasaan yng harus kita hindari yaitu :
    1. Bersikap reaktif
    Silahkan salahkan masalah mu pada orang lain untuk kamu jadikan kambing hitam lingkungan yang membosankan , temanmu , pemerintah atau apalah atau siapalah , tidak usah bertanggung jawab atas hidup mu sendiri . bersikap lah masa bodo dengan keadaan kalau lapar , kalau seorang membentakmu, balaslah dengan bentakan kalau ingin melakukan sesuatu yang kamu keliru.
    2. Tidak usah punya tujuan akhir .
    Tidak usah punya rencana sebisa mungkin hindari sasaran-sasaran dan tidak pernah pikirkan hari esok. Untuk apa memikirkan ganjaran-ganjaran dari perbuatanmu, hiduplah untuk saat ini , tidurlah sesukamu, sia-siakan waktumu karena besok juga kita akan mati, silahkan berbuat sesukamu.
    3. Lupakan yang utama.
    Apapun yang penting dalam hidupmu, tidak usah kamu kerjakan sampai kamu puas, nontonlah sesukamu , ngobrol tiada habis-habisnya di telepon, lihat - lihat internet dan mejeng, tundalah tugasmu ampai besok.Kerjakan yang tidak penting dulu ketimbang yang penting.
    4. Usahakanlah untuk selalu menang, pandanglah hidup ini sebagai persaingan yang kejam.
    Teman sekelasmu ingin mengalahkan , maka sebaiknya kamu kalahkan dia. Jangan biarkan siapapun sukses dalam apapun, karena ingatlah kalau mereka menang kamu yang kalah, tapi kalau kelihatan kamu akan kalah , sikutlah temammu itu.
    5. Usahakan untuk biasa bicara dulu lalu pura-pura untuk mendengarkan .
    Kamukan dilahirkan dengan mulut, jadi pastikanlah kamu banyak bicara, ungkapkanlah pandanganmu dulu, begitu kamu yakin semua orang mengerti pandanganu, berpura-puralah mendengarkan dan menganguk-angukan. Dan menjawab ya..ya. Atau kalau kamu ingin sungguh mendengar pandangan mereka bilang saja.
    6. Jangan bekerja sama.
    Hadapilah kenyataan, orang lain itu anehkan karena mereka berbeda denganmu untuk apa berusaha akur dengan mereka? Kerjasamakan hanya berlaku untuk semut. Karena kamu yang selalu punya gagasan yang baik, lebih baik mengerjakan segalanya sendirian ibarat pulau.
    7. Mati-matianlah walaupun kamu kelelahan.
    Sibukanlah dirimu sedemikian rupa sehingga tidak pernah meluangkan waktu untuk memperbaharui atau memperbaiki dirimu. Tidak usah belajar sesuatu yang bar. Hindarilah olah raga seperti penyakit. Dan demi sorga jauhkan dirimu dari buku-buku yang baik, dari alam ataupun dari apapun yang memberikan anspirasi kepadamu. (ANS)[mq]***

    Guci Cantik dan Kaleng Kosong

    ManajemenQolbu.Com : Layaknya pasangan yang baru saja menikah, kami sedang suka-sukanya jalan-jalan menikmati indahnya hidup. Suatu sore di awal September 2002 kami berdua menyengaja jalan-jalan menyusuri Malioboro, sebuah kawasan yang tak asing lagi bagi para pelancong baik asing maupun domestik. Lokasi wisata yang terhampar unik di Kota Yogyakarta ini memang selalu ramai dikunjungi orang. Beragam niat orang datang ke sana. Ada yang sekedar jalan-jalan melihat-lihat suasana, ada yang menuruti hobi mengamati barang-barang kerajinan yang antik ada juga yang memang berniat berbelanja, memborong barang-barang yang banyak dijajakan di sana.
    Kami sangat menikmati suasana sore yang tampak ramai padat disesaki pengunjung kala itu. “Mumpung sudah sampai sini maka harus benar-benar dinikmati dan dimanfaatkan kesempatan ini”, begitu pikirku waktu itu. Karena kebetulan kami menetap di Bogor sehingga untuk bisa pergi ke Yogya seperti ini barangkali menjadi sesuatu yag cukup langka kesempatannya buat kami. Aksi berbelanja pun kami mulai. Mulai dari mencicipi makanan-makanan khas Kota Gudeg ini sampai beli-beli barang-barang antik seperti aneka karpet dan guci-guci cantik khas Yogya. Sebenarnya saat itu sempat terbersit dalam benakku, “Buat apa belanja barang-barang seperti ini. Kalau dipikir-pikir ini kan bukan kebutuhan mendesak.” Apalagi mengingat kondisi ekonomi rumah tangga kami yang memang belum mapan. Maklum kami baru 3 bulan menikah. Namun entah mengapa bisikan hatiku bahwa kesempatan ini belum tentu terulang dua kali terasa begitu kuat. Pemikiranku pun mampu dikalahkannya. Aku tak kuasa menahan keinginanku. Padahal kondisi awal-awal berumah tangga menuntut kami untuk banyak berhemat. Suamiku seperti tidak tega untuk melarang keinginanku waktu itu. Mungkin dia bermaksud membahagiakan istrinya.
    Mula-mula kami tertarik untuk membeli karpet. Barang yang sebenarnya tidak mendesak kami butuhkan. Kebetulan di rumah kami di Bogor telah ada karpet yang masih bisa dibilang lumayan bagus. “Ah…kan untuk cadangan, nanti kalau-kalau usang bisa langsung ada gantinya”, begitu pintarnya aku menyusun alasan waktu itu”. Dan tidak tanggung-tanggung kami sekaligus membeli dua buah dengan corak berbeda. Setelah berhasil menenteng dua buah karpet, kami pun tersenyum lega karena telah berhasil membawa pulang barang antik itu. Giliran berikutnya adalah beraksi melihat-lihat koleksi guci. Aku pun tertarik untuk membelinya. “Sebuah guci cantik yang akan menambah indah pojok ruang tamu kami”, pikirku penuh harap. Transaksi pu berjalan lancar. Berhasillah kami tenteng sebuah guci cantik khas Yogya ini. Meski kami harus mengeluarkan uang relatif besar, namun pikir kami waktu itu, ”Nggak apa-apalah, sekali-kali, mumpung sudah sampai Yogya, takut menyesal nanti kalau nggak beli apa-apa”. Lagi-lagi kami membela diri.
    Kami terus menyusuri sela-sela pedagang yang ramai berjejer di sepanjang jalan Malioboro tersebut. Di tengah keasyikan kami memilih-milih belanjaan, tiba-tiba sebuah tangan mungil, hitam, kotor dan lusuh menjulurkan sebuah kaleng kosong ke arah kami. Selintas sempat membuatku bergumam, “Ah…lagi asyik-asyik begini diganggu. Banyak amat sih…pengemis di dunia ini. Nggak di Bogor, nggak di Yogya…pengemis bertebaran kayak kacang goreng.” Aku korek-korek saku baju untuk mencari-cari di mana terselip uang receh. “Nah…ini dia !!”, kutemukan logam seratus perak. Dengan cepat kumasukkan logam seratus perak tadi ke dalam kaleng pengemis cilik yang lusuh tadi. Seperti hendak membela diri, karena tidak mau dibilang pelit, kikir, nggak punya jiwa sosial serta tuduhan-tuduhan nggak enak lainnya, sempat aku bergumam lagi, “Bukan nggak mau ngasih…habis pengemis jaman sekarang kan banyak pura-puranya, terus suka dikoordinir dan direkayasa gitu. Jadi mau ngasih tuh…rasanya jadi kurang ikhlas.” Ucapku bernada membela diri. Suamiku pun sempat tersenyum melihat adegan itu. Pengemis cilik itu pun berlalu dari hadapan kami. Entah pergi kemana, kami sudah tidak menghiraukannya lagi.
    Belum bosan melihat-lihat, kami teruskan langkah sampai akhirnya kami berniat untuk istirahat sambil makan-makan. Kami timbang-timbang, mau makan di Mc Donald atau KFC atau Restoran Cianjuran. Lagi-lagi berperang antara keinginan dan kebutuhan. Takut terlalu merasa bersalah, akhirnya kami makan di sudut Malioboro yang menurut kami nggak mewah-mewah amat. Namun ternyata kami pun terpaksa harus membayar cukup mahal untuk jenis makanan yang kami santap waktu itu. Lagi-lagi kami harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang lumayan besar hanya untuk bisa mencicipi makanan ala Malioboro ini.
    Menjelang maghrib kami bermaksud menyudahi acara jalan-jalan yang sedari siang telah kami nikmati. Kami berjalan menuju arah stasiun Kereta Api yang terletak tidak jauh dari arena Malioboro. Dan kami akan segera menempuh perjalanan pulang kembali ke Bogor. Namun alangkah terkejutnya aku, ketika guci yang oleh suamiku diletakkan di sebelahnya tiba-tiba tak sengaja tersenggol kaki kiriku. Pyarrr…..pecahlah guci cantik berharga puluhan ribu itu. Guci yang belum sempat aku pajang dan belum sempat dinikmati oleh tamu-tamu yang datang ke rumahku di Bogor. Guci yang belum sempat aku ceritakan dengan bangganya di hadapan teman-temanku bahwa guci cantik ini asalnya dari Yogya. Sesaat aku termenung memandangi puing-puing guci di hadapan ku. Tak sadar air mataku mengalir deras. Ada sebuah rasa yang sangat dalam menyeruak di hatiku. Melihat ekspresiku waktu itu, suamiku tampak bingung dan tidak mengerti mengapa Aku menangis. Dengan nada menenangkan, suamiku bermaksud membujukku, “Sudahlah, mengapa harus menangis. Kan masih bisa beli lagi…toh kita masih di Malioboro. Tuh… penjual guci itu nggak jauh dari tempat kita berdiri. Ayo kita beli lagi” bujuk suamiku berusaha meredakan tangisku yang tak jua berhenti.
    Aku masih belum berkedip memandangi pecahan-pecahan guci tadi. Masih dengan deraian air mata, Aku menggeleng pelan, “Bang…adik menangis bukan karena harus kehilangan dan tidak bisa menikmati guci ini. Adik menangis karena adik takut kepada Allah. Kita telah diberi peringatan langsung oleh Allah, agar kita tidak bermegah-megah dengan hidup ini. Betapa kerdil jiwa kita ini…Bang. Adik ingat…sewaktu kita belanja tadi, ada seorang anak kecil peminta-minta menengadahkan kaleng kosongnya di hadapan kita. Namun apa yang kita lakukan?” “Kita hanya memasukkan logam seratus perak ke dalam kaleng kosongnya. Itu pun sambil bergumam. Bukti ketidakikhlasan kita.” “Adik sedih…kita nggak pernah menghitung-hitung berapa puluh ribu kita harus keluar uang untuk membeli karpet serta membeli guci ini. Kita juga tidak menghitung-hitung berapa banyak uang yang kita kemuarkan hanya untuk sekedar mencicipi makanan di Malioboro ini. Namun kita begitu perhitungan ketika akan memberikannya untuk pengemis kecil tadi. Pengemis itu lebih mendesak membutuhkan uang. Dia mengais rupiah demi rupiah dari orang-orang yang menaruh belas kasihan kepadanya hanya sekedar untuk makan hari ini, sekedar untuk mempertahankan hidupnya hari ini. Tapi kita…mengeluarkan puluhan bahkan ratusan ribu hanya demi sebuah kesenangan dan keinginan semata, bukan suatu kebutuhan. Padahal kalau kita sadar. Betapa puluhan bahkan ratusan ribu yang kita keluarkan untuk membeli karpet dan guci ini akan musnah bersama usangnya karpet dan pecahnya guci. Namun seratus perak yang kita masukkan ke dalam kaleng kosong pengemis cilik tadi, itulah yang akan dilipatgandakan sampai 70 bahkan 700 bulir. Ratusan ribu yang kita keluarkan barusan tidak akan mampu menolong kita di Hari Perhitungan nanti. Seratus perak itulah ” “Kita bersyukur Allah telah memberikan teguran secepat ini, agar kita tidak terlena dan berlarut-larut dalam ketidaksadaran tentang apa yang mesti kita perbuat dalam hidup ini.” Suamiku pun tersenyum dan menganngguk, sambil mengusap kepalaku tanda setuju. [ManajemenQolbu.com]***