Sabtu, 27 Februari 2010

CONTOH SURAT KUASA

SURAT KUASA


Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
Nama :
Alamat :
Pekerjaan : Swasta
No. KTP :

Memberikan kuasa kepada
Nama :
Alamat : Jl
No. KTP :
Untuk mengambil sebuah BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) di PT. …………….Cabang , dengan spesifikasi sebagai berikut :
Atas nama STNK :
No. Polisi :
No. Chasis :
No. Mesin :
Merk/ Jenis :
Warna :
Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


……, …. Februari 2010
Yang diberi kuasa, Yang memberi kuasa,


______________ _________________

CONTOH PROPOSAL UNTUK S1

PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA

TERHADAP PRESTASI ANAK DI DESA MANGUNAN

KECAMATAN KABUH JOMBANG

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Kepada :

Sekolah Tinggi Agama Islam “ Bahrul Ulum “Tambakberas Jombang

Untuk Menyelesaikan Skripsi Program Strata Satu ( S.I )

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

OLEH :


NIM :

NIMKO :

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

“ BAHRUL ULUM “

TAMBAK BERAS JOMBANG

PEBRUARI 2010








PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA

TERHADAP PRESTASI ANAK DI DESA MANGUNAN

KECAMATAN KABUH JOMBANG

PROPOSAL

OLEH :


NIM :

NIMKO :

DOSEN PEMBIMBING

JOMBANG. 2010

TELAH DI SETUJUI OLEH

Ketua Program Studi

( )




BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kedudukan tumah tangga atau keluarga merupakan pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak yang masih dalam bimbingan dan tanggung jawab orang tuanya.

Perkembangan anak meliputi keadaan fisik, emosional, sosial, dan intelektual akan berjalan dengan baik jika di dalam suasana rumah tangga semuanya juga berjalan secara harmonis. Suasana rumah juga merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan, rumah tangga yang sering tegang, ribut, terjadi pertengkaran antara kedua orangtuanya, akan menyebabkan anak menjadi bosan dirumah, suka keluar rumah (ngluyur) akibatnya belajar anak menjadi kacau.

Selanjutnya agar anak dapat belajar dengan baik perlulah diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram, selain anak betah tinggal dirumah, anak juga dapat belajar dengan baik.[1]

Melalui upaya pendidikan anak, orang tua memiliki pengaruh langsung dalam menggariskan masa depan yang dinanti – natikan oleh anak, baik pengaruh tersebut menuju arah kebahagiaan atau arah kesengsaraan.

Tetapi upaya orangtua dalam mendidik anak merupakan muqtadha (tuntutan) bagi dibangunnya lahan yang layak untuk masa depan anak pada berbagai jenjang kehidupan, sebab biasanya perilaku orangtua yang ta’at dan ikut campur tangan dalam mendidik anak membawa pengaruh positif dalam mempegarhi masa depannya.

Begitu juga sebaliknya orangtua yang mengabaikan pendidikan anak, maka akan membawa hasil yang negative terhadap masa depannya.[2]

Sekolah hanyalah pembawa kelanjutan pendidikan dalam keluarga. Jadi keluarga tidak hanya sebagai persekutuan hidup antara orang tua dan anak. Tetapi juga menjadi arena dimana anak mendapatkan pendidikan yang pertama dan utama, baik rohani maupun jasmaninya.[3]

Prestasi anak dalam dunia pendidikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah peranan keluarga dengan segala kondisi kesehariannya, karena aktifitas belajar anak tidak lepas dari peranan keluarga, membantu anak untuk mencapai keberhasilan dalam belajar menghadapi berbagai macam problem dalam mengawasi dan perkembangan putra-putrinya.

Petunjuk penting bagi pendidikan dalam lingkungan keluarga.

a. Usahakan suasana yang baik dalam lingkungan keluarga.

b. Tiap-tiap anggota keluarga hendaklah belajar berpegang pada hak dan tugas kewajiban masing-masing.

c. Hendaklah mengetahui tabiat dan watak anak-anak.

d. Hindarkan segala sesuatu yang dapat merusak pertumbuhan jiwa anak-anak.

e. Biarkan anak-anak bercampur gaul dengan teman-temannya di luar lingkungan keluarga.[4]

Inti dari keluarga adalah orang tua yang bisa menghantar anak pertama kali ke dunia pendidikan.

Berhasil baik atau tidaknya pendidikan di sekolah tergantung pada pendidikan di dalam keluarga, mengingat betapa pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak menjadi manusia yang berpribadi dan berguna bagi masyarakat.[5]

Disinilah Islam memerintahkan untuk mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh, cerdas dan memberi pendidikan yang bersifat kognitif dan psikomotorik dan pendidikan budi pekerti atau ahlaqul karimah serta memberi bimbingan secara total jasmani dan rohani.

Terkait dengan hal diatas, maka pengaruh keharmonisan rumah tangga adalah menetukan pendidikan anak. Bertolak dari itu penulis ingin memberikan kontriusi ilmiah berupa hasil penelitian yang berjudul “ PENGARUH KEHARMONISAN RUMAH TANGGA TERHADAP PRESTASI ANAK DI DSN. BRUMBUNG DS. MANGUNAN KABUH JOMBANG “.

Rasulullah SAW secara jelas mengingatkan kepada seluruh umat manusia , betapa pentingnya membina anak-anak sebagaimana beliau bersabda :

عن الاسود ابن سريع قال: قال النبي صلي الله عليه وسلم :كل مولود يولد علي الفطرة حتى يعرب عنه لسانه فابواه يهودانه او ينصرانه او يما جسانه (رواه الطبرانى)

Hadits dari Aswad bin Sari’ berkata : Nabi SAW bersabda : Setiap bayi yang baru lahir dalam keadaan fitrah (suci) sehingga lisannya digerakkan maka terserah oleh kedua orang tuanya mau dijadikan Yahudi, atau Nasrani atau Majusi ( HR. THOBRONI )[6]

B. RUMUSAN MASALAH

Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh keharmonisan rumah tangga terhadap prestasi anak maka ada beberapa hal yang perlu diketahui yaitu :

1. Bagaimana tingkat keharmonisan keluarga di Desa Mangunan Kabuh Jombang ?

2. Bagaimana prestasi belajar anak di sekolah Desa Mangunan Kabuh Jombang ?

3. Berapa besar pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi anak di sekolah di Desa Mangunan ?.

C. TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas ada beberapa tujuan yang ingin diketahui dari peneliti yaitu:

1. Bertujuan untuk mengetahui tingkat keharmonisan keluarga di Desa Mangunan Kabuh Jombang

2. Untuk mengetahui prestasi belajar anak di sekolah di Desa Mangunan Kabuh Jombang.

3. Untuk mengetahui (mendiskripsikan ) besarnya pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar anak di sekolah di Desa Mangunan Kabuh Jombang.

D. MANFAAT PENELITIAN

Adapun manfa’at dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

1. Bagi penulis adalah sebagai tambahan hasanah ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam penyusunan karya ilmiah, serta untuk memperoleh gelar sarjana program strata satu dalam pendidikan agama islam pada sekolah tinggi agama islam ( BAHRUL ULUM “ Tambakberas Jombang.

2. Dapat memberikan informasi bagi masyarakat khususnya para pengajar bahwa prestasi anak bukan hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah , akan tetapi hamper 70% ditentukan oleh kondisi keharmonisan dan perilaku keluarga.

3. Bagi almameter adalah sebagai bahan acuan atau referensi pada penelitian berikutnya serta merupakan perbendaharaan perpustakaan dilingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam “BAHRUL ULUM “ Tambakberas Jombang.

E. TINJAUAN PUSTAKA

Penulis ingin mengetahui sejauhmana pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi anak di sekolah di Desa Mangunan Kabuh Jombang, sehingga penulis mengangkat judul yang tersebut diatas.

Untuk membahas tentang pengaruh keharmonisan keluarga taerhadap prestasi anak, maka ada beberapa buku yang digunakan sebagai bahan pustaka. Diantaranya adalah karya Sayyid Muhammad, Ibu Alwi Almaliki Al Hasani, seni berkeluarga islami, membongkar segudang problematika kehidupan rumahtangga berikut solusinya. Penerbit NUQTFOH. 2004. Depok sleman YK dan buku karya Husain Mazhahito, Pintar mendidik anak, Jakarta penerbit Lentera Basritama 1992. serta buku-buku yang lain yang tertulis di daftar pustaka.

F. METODE PENELITIAN

Yang dimaksud dengan meteode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu, dengan cara ini di harapkan data yang akan didapatkan adalah data yang obyektif dan valid.

Obyektif, semua orang akan memberikan penafsiran yang sama. Valid : ketepatan antara data yang terkumpul dengan obyek yang sesungguhnya. Untuk mencapai maksud tujuan tersebut diatas penulis menggunakan beberapa pembahasan sebagai berikut yaitu : jenis penelitian, sumber data, t5eknik pengumpulan data, teknik analisa data.[7]

1. Jenis Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian Ex Post Facto, yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi, untuk menemukan sebab-sebab peristiwa yang diteliti, penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian eksperimen yaitu jika X maka Y, hanya saja dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variable Independent.[8]

2. Sumber Data

Untuk memudeahkan penelitian, data yang akurasi sangat diperlukan, oleh karena itu penulis menggunakan a. Data primer : yaitu data yang bersumber dari wawancara perangkat desa Mangunan untuk mencari data yang valid tentang peta desa, jumlah KK (Kepala keluarga) dan jumlah jiwa penduduk Desa Mangunan, serta pengisian angket oleh masyarakat Desa Mangunan. b. Data sekunder : adalah data pendudkung penelitian secara teoritis maupun empiris yaitu berupa kajian pustaka yang ada hubungannya dengan pembahasan judul skripsi “ Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap prestasi anak di Sekolah di Desa Mangunan Kabuh Jombang “.

3. Teknik Pengumpulan data

Untuk mendapatkan data yang ada kaitannya dengan penelitian maka penulis menggunkan beberapa metode antara lain :

a. Metode Observasi

Observasi adalah suatu studi yang sistematis terhadap kejadian – kejadian yang spontan. Metode ilimiah observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena – fenomena yang diselidiki.[9]

Observasi dapat digabungkan menjadi dua macam yaitu observasi langsung dan observasi tidak langsung. Dalam penelitian ini digunakan metode observasi langsung kepada masyarakat di Desa Mangunan Kabuh Jombang tentang seberapa besar pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi anak di Sekolah di Desa Mangunan.

b. Metode Kuesioner / angket.

Hadar Nawawi mengartikan kuesioner adalah sebagai salah satu pengumpulan informasi dan penyampaian sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden.

Metode angket adalah sejumlah daftar pertanyaan yang diajarkan oleh penulis untuk meminta jawaban dari subyek yang diteliti dengan dasar pengetahuan dan keyakinan pribadi.

Metode ini penulis gunakan untuk mencari data yang valid dan strategis yang ada hubungannya antara kondisi keharmonisan keluarga dengan prestasi yang dicapai anak. Dengan menggunakan angket yang berisi pertanyaan yang disertai alternative jawaban.

c. Metode Interview

Metode interview adalah pengumpulan data dengan Tanya jawab sepihak yang dilakukan dengan sistematis dan berdasarkan pada tujuan penyelidikan [10]. Hampir semua data diperoleh dengan jalan metode interview ini, asalkan apa yang ditanyakan masih berada dalam ruang lingkup pengalaman dan pengetahuan responden.

d. Metode Dokomentasi

Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan mengenai hal –hal atau variable yang berupa majalah, catatan-catatan, dokumen dan sebagainya.

Menurut Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa adalah documenter adalah teknik mencari data mengenai hal – hal yang variable yang berupa catata, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.[11]

G. Tehnik Analisa Data

Teknik analisa data yang akan digunakan oleh penulis adalah menggunakan analisis yang berpedoman pada cara berfikir reflek adalah kombinasi antara berpikir deduktif dan induktif. Atau dengan cara berpikir yang bolak balik antara data teoritik dan empiric.

Adapun pola piker deduktif adalah menarik kesimpulan dari yang bersifat umum kepada hal yang bersifat khusus, sedang pola piker induktif ialah cara yang mempelajari hal untuk menentukan hokum yang bersifat umum.[12]

Karena dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa data tentang besarnya pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi anak di sekolah di Desa Mngunan Kabuh Jombang. Maka bagi penulis tidak lepas dari penggunaan data statistik. Adapaun untuk menganalisa data yang digunakan adalah teknik analisa yang sesuai dengan sifat dan jenis serta tujuan dalam pembahasan dalam skripsi ini.

Sedangkan dalam penelitian ini ada dua variable yaitu variable bebas (Independent) adalah kondisi keharmonisan keluarga, dan variable terikat (Dependent) yaitu prestasi anak.

Adapun paradikma dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

X

Y


1 2 3

Keterangan : X = Kondisi keharmonisan keluarga

Y = Prestasi anak

H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Untuk mempermudah memahami serta mengetahui gambaran tentang skripsi ini maka penulis membuat sistematika pembahasan sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode analisa data dan sistematika pembahasan.

BAB II : Kajian teori yang menguraikan tentang pengertian keluarga, kondisi keluarga yang meliputi keluarga harmonis dan keluarga tidak harmonis, efisiensi peran orangtua terhadap anak, pengertian belajar, keberhasilan belajar serta faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi anak.

BAB III : Pembahasan yang meliputi data hasil observasi, interview, hasil penelitian, penyajian data angket dan dokumentasi..

BAB IV : Penutup : kesimpulan dan saran, daftar pustaka.


DAFTAR PUSTAKA

Arifin, HM. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama.

Hadi, Sutrisno, Metodologi Riset. Yogyakarta, Andi Offset. 1987

Jalaludin Abd. Rahman Ibnu Abu Bakar As Syuyuthi, Al Jamius shoghir Juz 1

Mazhariri, Husain. Pintar Mendidik Anak. Jakarta. Penerbit Lentera Basritama. 1992

Purwanto, Ngalim M. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung. Remaja rosdakarya offset. 1993

Sugiyono, Metode Penelitian Adminstrasi. Bandung, Penerbit Alfabeta. 2002

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta. Penerbit Rineka cipta. 2003



[1] .Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. hal 63

[2] Husain Mashahiri, Pintar Mendidik Anak (Penerbit lentera Jakarta. 1992) hal 1-2

[3] .H.M Arifin . Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama .hal 8

[4] M.Ngalim Purwanto Mp. Ilmu Pendidikan, Teoritis dan Praktis hal.85 - 86

[5] Ibid, hal, 85 -86.

[6] . Al –Jami’us Shoghir Juz 1 hal 95. Jalaludin ABD. Rohman Ibn AbuBakar AS Syuyuthi.

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, (Alfabeta Bandung- 2002) hal 1

[8] Ibid. hal 3

[9] Sutrisno Hadi. Metode Riset. (yogyakarta, Andi Offset 1987), hal 136

[10] Ibid, hal 193

[11] Ibid, hal 206

[12] Sutrisno Hadi. Metode Riset. yogyakarta, Andi Offset 1993, hal 36-42

Jumat, 26 Februari 2010

MAU BISNIS DI INTERNET

BACA CARANYA DI BAWAH INI

1/18/2010
1
Make Money Online
JEC - Yogyakarta, 16 Januari 2010
Isnaini www.isnaini.com
Where can I get a blog?
Free Blogging Service
Blogger http://blogger.com
Wordpress http://wordpress.com
Blogsome http://blogsome.com
Blogdrive http://blogdrive.com
Yahoo 360 http://360.yahoo.com
Space http://spaces.live.com
Self Hosting Blogging Service
1/18/2010
2
What is the best blogging platform
Best Free Blogging service
Blogger
Wordpress
http://reviews.cnet.com/4520-6028_7-6040346-1.html
Best Blogging Platform for self Hosted Blog
Wordpress
MovableType
Drupal
Make Money Online?
1/18/2010
3
Traditional Marketing
Online marketing
Marketing
Online Earning Programs
Google Adsense
http://www.google.com/adsense
Chitika
http://www.chitika.com
Text Link Ads
http://www.text-link-ads.com
Amazon
http://www.amazon.com
1/18/2010
4
How and Where to Start
Research
Setup and Publish your blog
Domain
Hosting
Setup
Posting and posting and posting ....
Research
Keyword
https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal
http://www.google.com/sktool
http://www.google.com/insights/search
Competitor
http://www.google.com
1/18/2010
5
How to drive traffic to My Blog
Search engine
Blog Directory
Social Networking Service
Link Exchange
Advertisement
On-Page
Title
Content blog adalah keyword
Kepadatan keyword
Bermain dengan frase kata lainnya
Search Engine Optimization
Off-Page
Cari backlink
Submit link
Beli link
1/18/2010
6
Jumlah visitor
Popularitas (Google Page Rank)
Alexa Rangking
Backlink
Blog Stats
Thanks
Webiste: www.isnaini.com
Email: isnaini@isnaini.com
Ym : isnainidotcom@yahoo.com
Phone: 0274 - 7854200
Contact Me

SELAMATKAN GENERASI KITA


Mari kita ubah pola pikir kita dari pikiran negatif ke positif..Wahai...kawan-kawanku....khusunya yang sedang berinternet ria......janganlah kau biasakan buka-buka pornoisasi.....jangan kawan..itu berbahaya.......mari kita biasakan buka-buka sesuatu yang lebih bermanfaat dari itu semua...kasihan Bapak Ibu kita yang telah membiayai kita sekolah..eh...malah kita asyik membuka situs porno........
Kepada Para orang tua.....saudara-saudaraku semua marilah kita saling nasehat-nasehati....jangnlah sampai generasi kita...anak kita,,,,kropos gara-gara film porno....ya Allah berilah kami kekuatan iman agar kami tidak tergoda oleh busuknya zaman......
aku ngeri sekali pada akhir-akhir ini.....gimana banyak sekali para remaja yang masih sekolah...eh...buka situs porno.....waduh....waduh.....piye/......piye.....aku orah weroh....
eh mendingan kamu baca artikel yang bermanfaat demi menambah ilmu kita.......
mari kita selamatkan diri kita masing-masing dri situs porno demi generasi kita dan yang akan datang....
Save our generation.......Yang sudah mampu kawin...ya silahkan...kawin...disitu kamu akan menemukan....banyak kenikmatan...dan halal...dang ngak usah lihat porno lagi........ya teman-teman....berhentilah lihat porno sekarang.....mau...mau......ok.

Kamis, 25 Februari 2010

Hidup Bahagia dengan Mengelola Kegagalan dan Keberhasilan

dakwatuna.com – Penulis terkenal Doug Hooper pernah mengatakan “You are what you think” dalam bukunya dengan judul yang sama dengan kesimpulan bahwa pendapat kita tentang ihwal diri kita termasuk menyangkut masalah keberhasilan dan kegagalan dari berbagai pencapaian hidup yang secara konsisten ada dalam benak kita itulah yang menjadi kenyataan untuk diri kita. Hal senada diungkapkan pula oleh Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People (1993) bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya.

Seseorang dapat merasa selamanya hidup gagal dan mencap dirinya sendiri seakan terlahir dan sepantasnya untuk menjadi manusia sial, pecundang dan gagal. Demikian pula penilaian dan cara pandangnya terhadap segala hasil usaha dan pencapaian orang lain akan selalu gagal, negatif dan pokoknya mengecewakan. Hal itu lahir dari sikap diri negatif yang mendorongnya untuk melihat diri dan dunia luar dengan kacamata kuda yang gelap dan picik dari satu arah, sehingga hampir tak terlihat sisi pandang lain secara jernih sekalipun sebenarnya yang ia pandang adalah positif ataupun terdapat sisi dan unsur positif.

Dalam konteks ini, patut kita hayati hadits qudsi yang meriwayatkan titah Allah bahwa keputusan takdir-Nya terhadap garis hidup manusia tergantung bagaimana ia berfikir dan berprasangka tentang-Nya. John Maxwell dalam The Winning Attitude: Your Key to Personal Success (1993) dalam salah satu dari 6 teori dan aksioma tentang sikap menyimpulkan bahwa sikap sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan mengacu para prinsip “slight-edge” Menurutnya, sikap kita apakah tetap sabar untuk mencapai tujuan atau cepat menyerah akan menentukan kita untuk sukses atau gagal (berhenti usaha).

Paul J Meyer pernah mengatakan bahwa 90 % orang-orang yang gagal sebetulnya belum tentu gagal, hanya saja mereka cepat menyerah. Sebagai ilustrasi rahasia sunnatullah sukses dan gagal ini dapat kita lihat pada fenomena air yang dimasak sampai mendidih. Air tidak akan mendidih meskipun telah mencapai 99,9 derajat celsius sebab air hanya akan mendidih pada 100 derajat celsius dan bukan pada 99,9 derajat meskipun hanya kurang 0,01 derajat celsius saja.

Dalam manajemen keberhasilan dan kegagalan, diperlukan seni menetapkan pola keberhasilan melalui proses yang terdiri dari lima langkah sebagaimana tips sukses yang ditawarkan Art Mortell dalam The Courage to Fail (1993) yaitu;

1. Tentukan atau kenali rasa takut yang melemahkan diri kita;

2. beritahu orang lain tentang sebab-sebab kebingungan Anda, yang dapat membantu membebaskan diri Anda dari rasa takut;

3. putuskan bagaimana kita bisa berhenti bila upaya kita menimbulkan kekecewaan yang sangat sampai kita yakin bahwa kita dapat mengendalikan situasi;

4. mulailah dengan perlahan-lahan sampai kita bisa menghadapi tantangan dengan baik dan mengurangi bahaya timbulnya kepanikan;

5. bayangkan diri kita sedang berada di tempat yang menyenangkan, sehingga rasa takut digantikan oleh emosi yang positif dan mampu menggunakannya untuk mendorong kreativitas.

Kalau kita memandang kegagalan diri dan orang lain di dunia ini sebagai sesuatu yang ‘gatot’ (gagal total), kiamat dan tamat riwayat, maka kita akan berhenti pada kegagalan dan tidak akan pernah melihat keberhasilan. Dalam hidup, yang dikenang orang bahkan yang kita ingat sebenarnya keberhasilan kita, dan bukannya pengalaman kegagalan kita. Mereka yang berhasil adalah yang mampu membuat sebuah pondasi yang kokoh dari batu-bata yang dilemparkan orang lain padanya. Jarang orang yang menyadari bahwa Isaac Newton pernah lemah prestasi belajarnya ketika di sekolah dasar, Henri Ford pernah gagal dalam bisnis dan bangkrut sebanyak 5 kali, Dale Carnegie pernah depresi dahsyat dan sempat terlintas untuk bunuh diri, Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam, Abraham Lincoln pernah diturunkan pangkatnya menjadi prajurit biasa sebagaimana Khalid bin Walid pernah dilengserkan Umar bin Khathab dari posisi komandan menjadi prajurit biasa, Nabi Yusuf sempat menjadi budak yang diperjualbelikan, dan Nabi Muhammad saw. pernah tidak berjaya pada perang Uhud, pernah terusir, dihina, terlukai dan tidak dihiraukan.

Keberhasilan merupakan bola salju yang bermula dari ukuran kecil yang terus bergulir untuk terus membesar. Cara kita menyikapi setiap pencapaian, hasil dan anugerah (nikmat) hidup adalah pola kita memperlakukan bola salju. Bila kita remehkan dan tidak kita hargai sehingga cenderung mengabaikannya, maka tidak akan tumbuh besar, bahkan justru akan mencairkan dan melenyapkannya. Itulah ekspresi jiwa dalam mensyukuri dan menghargai hasil betapapun adanya. Bukankah Nabi saw bersabda bahwa orang yang tidak pandai menghargai dan berterima kasih orang lain maka ia tidak akan dapat bersyukur kepada Allah. Beliau juga berpesan agar kita tidak meremehkan suatu kebaikan pun. (QS.An-Naml:19, 40, Ibrahim:7)

Hargailah proses dan usaha betapapun hasilnya untuk dapat meraih keberhasilan yang hakiki. Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang pandai berterimakasih, dan orang yang pandai berterima kasih adalah orang yang pandai menghargai dan orang tidak akan dapat menghargai apapun bila tidak memahami, menyadari dan menghargai proses serta usaha. Karakter utama orang shalih adalah menggunakan akal pikiran untuk memahami proses (Ulul Albab) termasuk segala ciptaan Allah di semesta alam, sehingga segala ucapan, sikap dan komentarnya selalu positif, menyejukkan, memotivasi, membersitkan inspirasi, dan penuh kearifan. Refleksi spontan imani Ulul Albab berupa komentar “Rabana ma khalaqta hadza bathilan” (Ya Tuhan Kami, tidaklah apapun yang Engkau ciptakan ini sia-sia, Maha suci Engkau… QS. Ali Imran:191) sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap proses dan sumber kebaikan, apapun hasil takdir-Nya.

Tipe wanita yang pandai menghargai pencapaian suami bagaimanapun kondisinya sebagai bagian dari manajemen keberhasilan adalah Ummul Mukminin Khadijah. Di saat-saat Rasulullah merasa sangat cemas, kesepian, ketakutan, dan merasa ditinggalkan, maka Khadijah justru mengungkit sisi-sisi kebaikan sosial dan pencapaian moral Nabi saw yang begitu tinggi sehingga mampu membangkitkan kembali motivasi Nabi saw. Demikian pula tipe suami yang pandai menghargai istri adalah Rasulullah saw dimana beliau tidak pernah mencela makanan maupun masakan sebagai penghargaan terhadap proses usaha dan sumbernya yang Maha Pemberi. Beliau juga tidak mencela kondisi fisik istrinya Aisyah yang tidak langsing lagi sebagai penghargaan beliau terhadap usaha dan pengorbanan Aisyah untuk tetap setia menghibur dan mendampingi Nabi saw, sehingga beliau cukup menyiratkan pentingnya pemeliharaan tubuh melalui olahraga lari.

Di saat sahabat merasa gagal mempertahankan kualitas iman dan spiritualitas, Nabi saw memberikan penghargaan terhadap adanya kesadaran untuk merawat spiritualitas dan beliau memberikan motivasi bahwa kondisi keimanan seseorang memang fluktuatif sehingga dapat naik dan turun, naiknya dengan ketaatan dan turunnya dengan ketidakpatuhan. Namun sebaliknya di saat para sahabat merasa terlalu yakin dengan pencapaian dan prestasi amalnya, beliau mengingatkan bahwa surga tidak ditentukan oleh amal, melainkan murni karena rahmat Allah semata termasuk nasib beliau. Hal itu agar para sahabat tidak berhenti beramal sehingga Allah meridhai dan merahmati mereka.

Kata-kata bijak dan prinsip-prinsip kearifan yang menumbuhkan motivasi dan memacu inspirasi sangat diperlukan dalam seni manajemen keberhasilan dan kegagalan bagi diri dan orang lain. Kung-fu-tze pernah ditanya tentang apa yang akan dilakukan jika ia menjadi kaisar Cina. Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Aku akan mendidik rakyatku dengan kata-kata yang penuh inspirasi, semoga dengan menggunakan kata-kata itu mereka akan menjadi generasi bangsa yang gagah perkasa.”

Keberhasilan perlu disongsong, dibangun dan dijaga sebagaimana kegagalan perlu diantisipasi, dihindari dan dilawan. Don Gabor dalam Big Things Happen (1997) memberikan 7 daftar pemeriksaan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sukses yaitu;

1. tetap berusaha dan bekerja untuk membuat kemampuan ada lebih menonjol dari sebelumnya;

2. gunakan bakat Anda dalam banyak cara sedapat mungkin;

3. beri diri Anda kesan dan citra positif untuk mencapai tujuan;

4. cari manfaat dan hikmah dari keberhasilan Anda;

5. periksalah arsip tentang rencana dan program yang belum diselesaikan atau impian yang belum kesampaian;

6. masukkan sebanyak mungkin pengetahuan dari keberhasilan dan kegagalan Anda sebisa Anda;

7. dapatkan orang-orang yang bisa Anda ajak berbagi pengalaman dan pengetahuan Anda.

Orang tidak akan dapat menghargai setiap pencapaian, prestasi dan hasil diri sendiri maupun orang lain kalau tidak menyadari dan menghargai proses dan usaha serta mengingat Allah sebagai sumber segala karunia. Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah. []

Tiga Ciri Orang Ikhlas

dakwatuna.com – Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.

Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”

Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.

Kedudukan Ikhlas

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”

Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.

Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.

Buruknya Riya

Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).

Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)

Ciri Orang Yang Ikhlas

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.

Beri Nilai Naskah Ini:
Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (138 orang menilai, rata-rata: 8,45 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:

* Tak Senilai Sayap Nyamuk
* Berhati-hati Dengan Waktu Luang


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

* Berlomba-Lomba untuk Akhirat
* Keharusan Beramal
* Berjuang Dengan Ikhlas
* Membangun Keikhlasan Dalam Beramal
* Tak Senilai Sayap Nyamuk

kalau baca artikel ini saya ambil di blog ini soalnya aku copy paste
Maaf ustadz aku copy paste ..soalnya menarik

Rabu, 24 Februari 2010

MEMANFAATKAN WAKTU




BAGAIMANA HIDUP INI LEBIH BERMANFAAT BAGI SESAMA ???
Suatu hari aku jumpa sama temanku, dia lalu bertanya ,...kang kamu kerja apa kang sekarang ????
wah rasanya aku belum bisa jawab saat itu karena hidupku masih jadi pengacara (penganguran banyak acara ). Yah rasanya malu juga sama-teman-temanku yang sudah sukses dalam hidupnya..
Kemudian aku terpaku...dan memikirkan ucapan temanku.....???
Wah ...gimana ya supaya hidup ini lebih bermanfaat bagi orang lain.....aku teringat pesan guru saat akau masih sekolah dulu ??? Tujuan hidup ini bukanlah materi...yang kita cari sebanyak-banyaknya....namun hidup ini akan bernilai saat kita bermanfaat bagi sesama. entah itu ilmu kita, harta kita..atau lainya...yang penting baik buat kemaslahatan umat.
ku pikir-pikir memang benar juga ya kata-kata seperti itu...tapi gimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain..lha wong kita sendirinya gak gaplek ( tidak bisa-apap-apa ). ya..ya...betul juga ...banyak orang ingin bermanfaat namun disisi yg lain dia ngak punya apa yg harus di manfaatin...pikiran seperi itu sangat keliru kawan...kawan...
lho..cobalah kita pada tubuh kita...bukankan kita punya anggota yang lengkap...dari ujung kaki ke ujung rambhut...bukankah itu nikmat yang amat besar bagi kita..dan bukankan itu potensi bagi kita untuk memanfaatkan apa yang kita punya untuk orang lain.....ya...ya aku jadi ingat firman Allah...bahwa manusia itu di ciptakan dalam keadaan keluh kesah....bila dia di beri nikmat ia lupa...tapi giliran dia di beri musibah...malah dia sambaaaaaat.
Ya itulah manusia.....( Nikmat apa lagi yang engkau dustakan ) ????? itulah firman Allah agar manusia interopeksi diri tentang beragam nikamat yang diberikan TUhan naman dirinya tetap lupa..masa Allah........
Nah marilah teman-teman kita sebagai manusia yg teleh di berikan potensi yg banyak oleh Tuhan marilah kita gunakan sebaik-baiknya untuk membantu sesama..demi kemaslahatan kita bersama menuju kebahagiaan dunia dan akhirat...wassalam.



Selasa, 23 Februari 2010

BELAJAR BISNIS




saya banyak sekali menemukan bisnis-bisnis di internet..ya apa salahnya saya juga ingin mencoba. mungkin teman-teman sudah pernag lihat paid 2 you tobe yaitu you tobe yang kita lihat akan membayar kita setiap kali kita kasih komentar. lebih lengkapnya kayak kini
Pada Paid2YouTube.com, Anda dibayar untuk melihat YouTube Video.
Sangat mudah! Anda cukup klik video dan tampilan untuk mendapatkan uang. Anda bisa dapatkan penghasilan lebih dengan mengajak teman-teman. Anda akan dibayar $ 0.01 untuk setiap video Anda secara pribadi melihat, $ 0,10 dan untuk setiap komentar yang anda buat, dan $ 0,35 untuk setiap subscibe yang Anda buat. Anda juga akan dibayar $ 0,005 untuk setiap video arahan Anda melihat, $ 0.01 untuk setiap komentar arahan Anda pergi, dan $ 0,10 untuk setiap berlangganan arahan Anda buat. Permintaan pembayaran dapat dilakukan setiap hari dan diproses melalui PayPal. The minimum payout is $ 10.00.

Contoh Penghasilan
»Anda melihat 10 video per hari = $ 0,10
»20 referrals view 10 video per hari = $ 1,00
»Your daily earnings = $ 1,10
»Your weekly earnings = $ 7,70
»Your monthly earnings = $ 31,00

Contoh di atas hanya berdasarkan pada 20 referral dan 10 video yang dilihat setiap hari. Beberapa hari Anda akan memiliki lebih banyak video yang tersedia, beberapa hari Anda akan memiliki lebih sedikit. Bagaimana jika Anda memiliki lebih banyak arahan? Bagaimana jika ada lebih banyak video yang tersedia?
Bagus bukan mau gabung silahkan klik ini anda langsung akan mendapatkan bonus $0.05 sig up bonus



Minggu, 21 Februari 2010

MANA TAHAAAAAN..........?????








Buka-bukaan...ya buka- bukaan itu pemandangan yang sering kita lihat di Tv atau kalau kita sedang berselancar dengan internet dan waktu kita nyasar pada porno..pasti akan terlihat gambar..buka-bukaan....bagi yang bisa mengendalikan itu ngak masalah....tapi yang jadi masalah kalau itu kena orang yg ngak bisa mengendalikan hawanya...alias hawa nafsunya.....pasti akan berabe itu....wah gawat 100%.
Kita memang tidak bisa memungkiri jika ada fhoto syuur atau film syuuur pasti sahwat kita akan naik..dan jantung kita akan naik turun.....kayak ular tangga aja..ya. kita setelah itu membayangkan yang ngak-ngak...wah...wah...kalau ini sampai berlanjut bisa berbahayaaaaaaa.ha...ha....ha....para sedere' syaithon akan berdatangan dan akhirnya akan menjerumuskan kitaaaaa. waduh...ini bisa gawat 200%.
wahai saudaraku mari kita perhatikan sabda Nabi kita Muhammad saw : Wahai sekalian pemuda, Barangsiapa mampu untuk kawin maka hendaklah kawin. karena kawin dapat menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan dan barangsiapa yang tidak mampu kawin maka hendaklah ia puasa, karena puasa adalah perisai.
Sudah jelas sekali bukan hadits diatas adalah bisa mengandung hukum yang bermacam-macam tentang masalah kawin. Bisa kawin itu hukumnya wajib, bisa sunnah, bahkan bisa haram.Baiklah akan saya terangkan sedikit tentang hukum perkawinan berkenaan dengan keadaan seseorang :
  1. Wajib : apabila orang tersebut sudah mampu dari biaya, kesehatan...dll. dan apabila ia tidak kawin ia takut terjerumus kepada perzinaan..nah ini orang kudu kawin. dosa kalau dia tidak kawin.
  2. Sunnah: apabila orang ini sudah mampu secara finansial namun ia kalau tidak kawin ya ngak msalah artinya tidak takut kepada perzinaan.
  3. Haram: apabila orang kawin dengan tujuan hanya ingin menyakiti si istri. orang ini kalau kawin malah dosa....wah mendingan pergi sono...eh...eh puasa ajalah.
ya itu mungkin ulasan sedikit tentang pentingnya kawin ..agar kita tidak terjerumus pada mperzinaan...atau kalau kita lihat foto syuuur tidak mengatakan manatahaaaaan...sudah ya sekian saja semoga bermanfat.






KANG OJOK NONTON PORNO KANG ?????


barangkali kata-kata diatas tepat sekali di ucapkan pada kang-kang santri yang lagi berinternet ria....saking asyiknya ..malah nyasar ke hal-hal porno..waduh kalau sudah begini apalanmu bakal ilang kang ???? sebagaimana di gambarkan pada kitab ta'lim muta'alim . maksiat akan bisa menghilangkan apalanmu....percuma kang ngapalno akeh tapi ilang..yo rugi kang ?????wah aku rugi rek.....
melihat porno itu bisa menjadi suatu kebiasaan...dan akhirnya bisa menjadi ketagihan...ya..ya ..tapi ingat ....ketika kita melihat porno yang maksiat adalah mata..namun fantasi yang kita pikirkan akan menimbulkan dosa-dosa bagi tubuh yang lain.
misal ketika baru melihat porno pikiran kita akan tidak sehat..itu jelas ...hati kita panas....jelas...lho kalau masih belum punya pasangan akan berbahaya..karena ia akan cari-cari pelampiasan...tapi bagi yg sudah punya pasangan itu hal yg biasa lha...tapi tetap lihat porno adalah suatu yang haram...karena dampaknya sangat besar....kalau di utak-atik ya tetap saja haram kang ...jangan coba-coba membuat hukum agar itu boleh ......karena manfaat sama modhorotnya ngak imbang...besar mudhorotnya......
saya himbau kepada rekan-rekan jangan lihat pornah lha......jangan teman..bahaya itu.....kalau sudah terlanjur.coba perbaiki dengan hal-hal yang positif...masa depanmu masih jauh ..masih banyak yang perlu lakukan demi kemajuan bangsa ini...mari kita ciptakan generasi kita menjadi generasi yang istimewa...generasi yang bebas dari pornoisasi...dan jadilah generasi yang islami.....Jadikan al-quran sebagai bacaan tiap hari..ya ...walaupun penulis ini juga belum..tapi mari kita ciptakan sendiri generasi yang baik yang sesuai dengan tatanan al-qur'an dan sunnah nabi.......amin.



Sabtu, 20 Februari 2010

SIAPA YANG MAU ????






adakah dalam hidup ini yang mau sengsara???pasti akan banyak orang yang menjawab kompak...tidaaaaaaaaak.Ya ini adalah pilihan yang benar. namun apa yang harus dilakukan agar hidup ini tidak sengsara....tentunya kita harus punya ilmunya.ya ilmu itulah yang tahap pertama yang harus kita miliki agar kita tidak sengsara. Sengsara itu sendiri ada dua zaman...yaitu sengsara dunia dan sengsara akhirat. begitu juga bahagia juga ada dua yaitu bahagia dunia dan bahagia akhirat.Kalau orang suruh milih tentunya akan pilih dunia dan akhirat...itu pilihan yang cerdas...Siapa mau hanya bahagia dunia namun sengsara di akhirat..mendingan kalau milih bahagia akhirat sengsara dunia ngak apalah......ya itu mungkin pilihan kedua. Nabi kita Muhammad saw pernah bersabda : Barang siapa ingin dunia ada ilmunya, barangsiapa ingin akhirat ada ilmunya dan barangsiapa ingin kedunya juga ada ilmunya. untuk itu wahai saudaraku marilah kita raih ilmu dunia dan akhirat bersama-sama agar nantinya kita bisa bahagia di dunia ini dan akhirat kelak....tulisan ini hanya bersifat himbauan agar rekan-rekan tidak menyia-nyaikan waktunya , dan agar terus belajar...sebanyak-banyaknya...dan raih ilmu dunia dan akhirat sehingga kita akan menjadi orang yang bahagia di dunia ini dan akhirat kelak...

BELAJAR WEB





Ini tulisan asal-asalan dari seseorang yang ingin mengenal lebih tentang pembuatan web yang bagus ..yang terlihat....di internet....wahai para bloger .tolong beri tahu aku cara buat blog yang bagus..ya ...aku kalau bikin web ya kayak ini...mungkin ini agak kacau......tapi aku punya niat siapa saja yang mau beriotahu saya...untuk bikin web yang bagus aku terima dan terimakasih bangeeeeet.
soalnya aku juga kepingin punyai blog yang bagus-bagus...seperti yang aku temui di internet ini...ya ini hanya tulisan saya soal ketidak bisaan saya membuat blog yang bagus tolong ya para bolger beri ntahu saya yang masih awam dalam pembuatan blog.........