Jumat, 11 Mei 2012

INDAHNYA QONA'AH

Pujisyukur kami haturkan kepada Allah atas hidayah dan taufikNya.
Sholawat dan salam semoga tetap dipangkuan Nabiyullah Muhammad SAW. pada kesempatan ini kami ingin membahas tentang pentingnya Qona’ah atau menemukan kecukupan di dalam apa yang ada dan tidak menginginkan apa yang tidak ada.
Orang yang merasa Qona’ah akan menemukan bubur yang lezat dan orang yang selalu kembali kepada Allah SWT. dalam segala hal akan di anugerahi Qona’ah (Qiil).
Dalam sebuah cerita, ada seorang laki-laki melihat seorang yang bijaksana sedang mengunyah potongan-potongan sayur yang di buang di tempat air, dan berkata kepadanya : “jika saja anda mau mengabdi kepada sultan, niscaya anda tidak perlu makan makanan begini”. Orang itu menjawab : “Dan anda, seandainya anda mau berqona’ah dengan makanan begini, niscaya anda tidak perlu mengabdi kepada sultan”.
Di katakan, Allah SWT menempatkan 5 perkara dalam 5 tempat :
1)       Keagungan dalam ibadah.
2)       Kehinaan dalam dosa.
3)       Kehidmatan dalam bangun malam.
4)       Kebijaksanaan dalam perut kosong.
5)       Kekayaan atau cukup dalam Qona’ah.
Salah seorang sufi bertanya: “siapakah orang yang paling Qona’ah di antara umat manusia?” Ia menjawab: “Yaitu orang yang paling berguna bagi umat manusia dan paling sedikit upahnya”.
Orang yang menangani urusan dunia dengan Qona’ah dan tidak bergegas-gegas, tapi menangani urusan akhirat dengan penuh kerakusan dan ketergesaan, menangani urusan agama dengan ilmu dan ijtihad adalah orang yang cerdas. (Abu Bakar Al-Maroghy).
Allah berfirman dalam kitabNya :
ان الابرار لفى نعيم وان الفجّار لفى جحيم
Artinya : ”Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka jahim”.
Perlu diketahui bahwa kata Na’im adalah qona’ah di dunia dan kata jahim adalah kerakusan di dunia. Jadi orang yang hidup di dunia selalu berQona’ah, balasannya adalah surga, sebaliknya bila selama hidupnya selalu dalam kerakusan, maka balasannya di akhirat nanti adalah neraka jahim. Naudzubillah.
Semoga kita ditakdirkan oleh Allah SWT manjadi orang yang bias meninggalkan keinginan terhadap apa yang telah hilang atau yang tidak kita miliki dan manghindari ketergantungan kepada apa yang kita miliki. Amiin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.