(2)
Keinginan untuk Tajrij (melulu beribadat, tanpa berusaha dunia), padahal Alllah masih menempatkan engkau pada golongan orang-orang yang harus berusaha (kasab) untuk mendapat kebutuhan sehari-hari, maka keinginanmu itu termasuk syahwat hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginanmu untuk berusaha kasab, padahal Allah telah menempatkan dirimu pada golongan orang yang melulu beribadat tanpa kasab, maka keinginan yang demikian berarti menurun dari semangat dan tingkat yang tinggi.
Sebab kewajiban seorang hamba, meneyerah kepada apa yang dipilihnya oleh majikannya. Lebih-lebih apabila majikan itu Tuhan Allah mengetahui benar-benar apa yang menguntungkan baginya dan yang mengusahakannya. Dan tanda bahwa Allah menempatkan dirimu dalam golongan orang yang harus berusaha kasab, apabila terasa ringan bagimu, sehingga tidak menyebabkan tertinggalnya sesuatu kewajiban dalam agamamu, juga menyebabkan kau tidak tamak (rakus) terhadap hak orang lain.
Dan tanda bahwa Allah telah mendudukkan dirimu dalam golongan hamba yang tidak berusaha kasab : Apabila Tuhan emudahkan bagimu kebutuhan hidup dari jalan yang tidak disangka, kemudian jiwamu tetap tenang ketika terjadi kekurangan, karena tetap ingat dan bersandar kepada Allah, dan tidak berubah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban.
Syaithon sebagai musuh manusia, tidak suka bila melihat manusia itu tenang maka ia datang membisikkan kepada manusia, supaya tidak puas terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya, dan selalu membayangkan kepada kesenangan, kemewahan, keteVCGnangan lain orang untuk membangkitkan sifat tamak (rakus), iri hati terhadap apa yang bukan bagiannya, sehingga apabila ia telah melepaskan apa yang ia telah tenang, tentram itu untuk menurutkan sifat tamak rakusnya , gagal amal perbuatannya dan kecewa. Firman Allah yang menunjukkan bagimana tipu daya syaithon terhadap bapak Adam dan Hawa as.
“Berkatalah syaithon: Tuhan tidak melarang kamu mendekati pohon ini melainkan supaya kamu tidak dapat mencapai kedudukan Malaikat atau tidak dapat kekal dalam surga. ( S. Al-A’raf.20)