Sabtu, 08 Januari 2011

EMPAT WALI QUTUB


 Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Beliau pernah berkata “Kakiku ada diatas kepala seluruh wali.” Menurut Abdul Rahman Jami dalam kitabnya yang berjudul Nafahat Al-Uns, bahwa beberapa wali terkemuka diberbagai abad sungguh-sungguh meletakkan kepala mereka dibawah kaki Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.

Syaikh Ahmad al-Rifa’i
Sewaktu beliau pergi Haji, ketika berziarah ke Maqam Nabi Muhammad Saw, maka nampak tangan dari dalam kubur Nabi bersalaman dengan beliau dan beliau pun terus mencium tangan Nabi SAW yang mulia itu. Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi Saw tersebut. Salah seorang muridnya berkata :
“Ya Sayyidi! Tuan Guru adalah Quthub”. Jawabnya; “Sucikan olehmu syak mu daripada Quthubiyah”. Kata murid: “Tuan Guru adalah Ghaus!”. Jawabnya: “Sucikan syakmu daripada Ghausiyah”.
Al-Imam Sya’roni mengatakan bahwa yang demikian itu adalah dalil bahwa Syaikh Ahmad al-Rifa’i telah melampaui “Maqamat” dan “Athwar” karena Qutub dan Ghauts itu adalah Maqam yang maklum (diketahui umum).
Sebelum wafat beliau telah menceritakan kapan waktunya akan meninggal dan sifat-sifat hal ihwalnya beliau. Beliau akan menjalani sakit yang sangat parah untuk menangung bilahinya para makhluk. Sabdanya, “Aku telah di janji oleh Allah, agar nyawaku tidak melewati semua dagingku (daging harus musnah terlebih dahulu). Ketika Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i sakit yang mengakibatkan kewafatannya, beliau berkata, “Sisa umurku akan kugunakan untuk menanggung bilahi agungnya para makhluk. Kemudian beliau menggosok-ngosokkan wajah dan uban rambut beliau dengan debu sambil menangis dan beristighfar . Yang dideritai oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i ialah sakit “Muntah Berak”. Setiap hari tak terhitung banyaknya kotoran yang keluar dari dalam perutnya. Sakit itu dialaminya selama sebulan. Hingga ada yang tanya, “Kok, bisa sampai begitu banyaknya yang keluar, dari mana ya kanjeng syaikh. Padahal sudah dua puluh hari tuan tidak makan dan minum. Beliau menjawab, “Karena ini semua dagingku telah habis, tinggal otakku, dan pada hari ini nanti juga akan keluar dan besok aku akan menghadap Sang Maha Kuasa. Setelah itu ketika wafatnya, keluarlah benda yang putih kira-kira dua tiga kali terus berhenti dan tidak ada lagi yang keluar dari perutnya. Demikian mulia dan besarnya pengorbanan Aulia Allah ini sehingga sanggup menderita sakit menanggung bala yang sepatutnya tersebar ke atas manusia lain. Wafatlah Wali Allah yang berbudi pekerti yang halus lagi mulia ini pada hari Kamis waktu duhur 12 Jumadil Awal tahun 570 Hijrah. Riwayat yang lain mengatakan tahun 578 Hijrah.

Syaikh Ahmad Badawi
Setiap hari, dari pagi hingga sore, beliau menatap matahari, sehingga kornea matanya merah membara. Apa yang dilihatnya bisa terbakar, khawatir terjadinya hal itu, saat berjalan ia lebih sering menatap langit, bagaikan orang yang sombong. Sejak masa kanak kanak, ia suka berkhalwat dan riyadhoh, pernah empat puluh hari lebih perutnya tak terisi makanan dan minuman. Ia lebih memilih diam dan berbicara dengan bahasa isyarat, bila ingin berkomunikasi dengan seseorang. Ia tak sedetikpun lepas dari kalimat toyyibah, berdzikir dan bersholawat.
Pada usia dini beliau telah hafal al-Qur’an, untuk memperdalam ilmu agama ia berguru kepada syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan syaikh Ahmad Rifai. Suatu hari, ketika beliau telah sampai ketingkatannya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, menawarkan kepadanya: ”Manakah yang kau inginkan ya Ahmad Badawi, kunci Masyriq atau Maghrib, akan kuberikan untukmu”, hal yang sama juga diucapkan oleh gurunya Syaikh Ahmad Rifai, dengan lembut, dan karna menjaga tatakrama murid kepada gurunya, ia menjawab; ”Aku tak mengambil kunci kecuali dari al-Fattah (Allah )”.
Peninggalan syaikh Ahmad Badawi yang sangat utama, yaitu bacaan shalawat badawiyah sughro dan shalawat badawiyah kubro.

Syaikh Abu Hasan asy-Syazili
Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.
Di antara keramatnya para Shiddiqin ialah :
1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontineu).
2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).
3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.
Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :
1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.
2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.
3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.
4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya. Kemudian beliau menjawab, “Guruku adalah Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Usman bin ‘Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung. Beliau pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, “Aku setiap malam banyak membaca Radiyallahu ‘an Asy-Syekh Abul Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku”. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, “Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radiya Allahu ‘An Asy-Syaikh Abu Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swt, apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?”. Lalu Nabi saw menjawab, “Abu Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawassul kepada Abu Hasan, maka berarti dia sama saja bertawassul kepadaku”.

Peninggalan syaikh Abu Hasan asy-Syazili yang sangat utama, yaitu Hizib Nashr dan Hizib Bahar. Orang yang mengamalkan Hizib Bahar dengan istiqomah, akan mendapat perlindungan dari segala bala. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas. Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya. Hizib Bahar ditulis syaikh Abu Hasan asy-Syazili di Laut Merah (Laut Qulzum). Di laut yang membelah Asia dan Afrika itu syaikh Abu Hasan asy-Syazili pernah berlayar menumpang perahu. Di tengah laut tidak angin bertiup, sehingga perahu tidak bisa berlayar selama beberapa hari. Dan, beberapa saat kemudian Syaikh al-Syadzili melihat Rasulullah. Beliau datang membawa kabar gembira. Lalu, menuntun syaikh Abu Hasan asy-Syazili melafazkan doa-doa. Usai syaikh Abu Hasan asy-Syazili membaca doa, angin bertiup dan kapal kembali berlayar.

16 Comentários:

arif mengatakan...

ya allah, hey tau tidak kalau saya ini juga keturunan dri wali, tapi syangnya saya tidak yakin lagi dan lari dari pemikiran mistis tanpa dali kuat ini. astagfirullah....

Anonim mengatakan...

hai Arif jangan sombong.. kalau kau belum mengerti wali Allah janganlah kau mencelanya....kalau kau masih bodoh soal agama silahkan mengaji / belajar di pesantren/ ulama'. Jangan Sombong kayak gini

Anonim mengatakan...

Dari mana kalian dapat pemahaman ini, Syech Abdul Qodir Jaelani adalah Sultan para auliya, dan wali qutub adalah Syech Muhammad Saman, kalo tdk bisa baca kitab kuning jangan memberi info yg salah, 4 wali qutub yg anda maksud adalah Quthbul, wali allah yg paling tinggi maqom ilmu dgn para wali sejamannya, atau mursyd dari para wali,
Wali Qutub sejati nya adlh wali yg terakhir di nampakkan atau di ketahui orang banyak tentang tataran karomah dan pangkat kewalian, selain itu wali palsu, karomah nya adlh sihir, dijaman para wali songo, Sunan gunung jati bermaqom Quthbul Mutlak, hakikat nya para wali sezaman dgn nya harus mengikuti, hapus sj blok ini, bisa memberi info sejarah yg salah,

Sirr mengatakan...

Dari mana kalian dapat pemahaman ini, Syech Abdul Qodir Jaelani adalah Sultan para auliya, dan wali qutub adalah Syech Muhammad Saman, kalo tdk bisa baca kitab kuning jangan memberi info yg salah, 4 wali qutub yg anda maksud adalah Quthbul, wali allah yg paling tinggi maqom ilmu dgn para wali sejamannya, atau mursyd dari para wali,
Wali Qutub sejati nya adlh wali yg terakhir di nampakkan atau di ketahui orang banyak tentang tataran karomah dan pangkat kewalian, selain itu wali palsu, karomah nya adlh sihir, dijaman para wali songo, Sunan gunung jati bermaqom Quthbul Mutlak, hakikat nya para wali sezaman dgn nya harus mengikuti, hapus sj blok ini, bisa memberi info sejarah yg salah,

Anonim mengatakan...

kalau komen yang sopan, kita sesama muslim pendapat boleh beda tapi kerukunan harus tetap terjaga. peace.........

shuwn cex bud mengatakan...

hai teman2 cerita tentang syekh,, saya mau berbagi
pengalaman nie,,,sodara arif jgn sombong nie,,,ketahui lh,,,setitik darah yg mengalir dlm diri seseorang akan mmbwa sumber itu sendiri,,apa lh arti dr sebuah keturunan,, kalau mau membahas masalah keturunan,,,saya jg msh keturunan syekh kutub robbani dr turki,,,tp ngk ada yg mau di sombongin,,, tergsntung manusia nya sendiri gmn menyikapi islam itu bgaimana?

shuwn cex bud mengatakan...

hai teman2 cerita tentang syekh,, saya mau berbagi
pengalaman nie,,,sodara arif jgn sombong nie,,,ketahui lh,,,setitik darah yg mengalir dlm diri seseorang akan mmbwa sumber itu sendiri,,apa lh arti dr sebuah keturunan,, kalau mau membahas masalah keturunan,,,saya jg msh keturunan syekh kutub robbani dr turki,,,tp ngk ada yg mau di sombongin,,, tergsntung manusia nya sendiri gmn menyikapi islam itu bgaimana?

Anonim mengatakan...

saya keturunan nabi adam

Anonim mengatakan...

MEMANG MASAALAH ANDA ANDA INI SEMUA ,,,FIKIRKAN LAH AMALAN DAN APA PEKERJAAN MU SEKARANG DI DUNIA INI SEBELOM MENINGGALKAN DUNIA INI ,,BUKAN BERTELINGKAH URUSAN YG UDAH LEPAS ,,,KALAU INGIN BERBAHAS BENDA YANG TAK PASTI DAN YANG LEPAS DAN TAK MENJADI JUJUKAN UTAMA DI DALAM MENCARI KETUHANAN SEBENAR MAKA ELOK LAH DI LUPAKAN SAHAJA KERNA HANYA PERINGKAT ANAK ANAK SAHAJA URUSAN BEGITU.

Anonim mengatakan...

Hey arif,elo anjing

Abdul Wahab Wahab mengatakan...

kata sydina abu bkr 10 sifat anjing kalo ada pada manusia akan memasuki syurga

Abdul Wahab Wahab mengatakan...

Ahlullah yg besar nabi dan para sahabat

Abdul Wahab Wahab mengatakan...

Kalo kita ada 99 kebaikan dan 1 keburukan kita liat yg satu itu kalo kita liat org lain ada 99 keburukan dan 1 kebaikan kita liat yg satu itu kan gitu yg arif dan rakan semua

Anonim mengatakan...

Salam, sangat menarik cerita ini. Semoga tuan punya blog ini dirahmati Allah. Bila-bila sila layari ABJAD MALAYSIA pimpinan Al Fadhil Ustaz Haji Ahmad Che Din.

canber mengatakan...

ini adalah sejarah yang menyesat kan wali Qutub itu rahmatallil'alamin dan masih hidup sampai sekarang .kalaw seandainya wali Qutub tidak ada lagi maka bumi ini akan di hancurkan

sule kuniran mengatakan...

manusia yang ditutup hatinya oleh Allah adalah manusia yang paling sengsara di dunia dan akhirat. Mereka tidak percaya akan kebenaran, yang diketahui hanyalah hal-hal yang berhubungan dengan kemungkaran, hai saudaraku janganlah engkau komentari ungkapan mereka, toh orang yang mendapat petunjuk dari Allah tidak akan percaya omongan mereka, karena orang orang-orang yang mendapat petunjuk bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, biarlah yangb tersesat menjadi urusan Allah SWT. Amiiiin..

Poskan Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.

BELAJAR DAN BERAMAL ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO