Jumat, 20 Agustus 2010

TUNTUNAN MENYANDARKAN BULAT KEPADA RAHMAT ALLAH

من علامات الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

  1. Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap karunia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan/ dosa.
 kalimat : Laa ilaaha illallaah. Tidak ada Tuhan, berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah, tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
Dhohirnya syariat menyuruh kita berusaha beramal, sedang syariah melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu, supaya tetap bersandar pada karunia Allah.
Kalimat : Laa haula walaa quwwata illaa billaahi. Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan. Dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan karunia rahmat-Nya semata-mata.
Firman Allah :
قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون   يونس  59
"katakanlah : hanya karena merasakan karunia rahmat Allahlah kamu boleh bergembira, dan itulah yang lebih baik (berguna) bagi mereka daripada apa yang dapat mereka kumpulkan sendiri ( Yunus 59)

Sedangkan bersandar pada amal usaha itu berarti lupa pada karunia rahmat Allah yang memberi taufiq hidayat kepadanya yang akhirnya ia ujub, sombong, merasa sempurna sendiri, sebagaima yang telah terjadi pada iblis ketika diperintah bersujud kepada Adam.
Sedangkan kita harus bertauladan pada nabi Sulaiman as. ketika ia menerima nikmat karunia Allah, ketika mendapat istana ratu Bulqis.
Firman Allah :
هذا من فضل ربي ليبلوني ااشكر ام اكفر    النمل 4
" ini semata -mata dari karunia Tuhanku, untuk menguji padaku, apakah aku bersyyukur (terimakasih) atau kufur ( lupa pada Allah).....( An-Naml 40)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.