Senin, 15 Maret 2010

RISALATUL MAHAID ( 2 )

BAB IV

HAIDH PERTAMA

Haidh pertama akan terjadi bila wanita sudah berusia kurang lebih 9 tahun. Yang dimaksud kurang lebih disini adalah ; Bila berumur 9 (sembilan) tahun kurang 16 (enam belas) hari 16 (enam belas) malam keatas sudah mengeluarkan darah itu tidak dihukumi haidh tapi dihukumi Istihadloh (darah karena suatu penyakit).
Bila Usia 9 (sembilan) tahun kurang 15 (lima belas) hari kebawah itu dihukumi darah haidh. Adapun bila mengeluarkan darah sampai berhari-hari yang mana sebagean belum masuk usia haidh dan sebagean lagi sudah masuk usia haidh, maka yang pertama dihukumi Istihadloh sedang yang kedua dihumi haidh.


BAB V

MASA HAIDH DAN MASA SUCI

Masa haidh itu paling sedikit sehari yakni 24 jam. Dua puluh empat jam disini maksudnya adalah ; baik darah itu keluar dengan terus menerus atau terputus – putus dalam masa lima belas hari, artinya ; Sekali waktu keluar sekali waktu berhenti yang mana bila waktu keluarnya darah tersebut dihitung / dijumlah sudah genap 24 jam. Nah darah ini dihukumi darah haidh asalkan masih dalam masa 15 (lima belas) malam. Bila jumlahnya kurang dari 24 jam tidak dihukumi darah haidh tapi darah Istihadloh, jadi tetap wajib sholat.

Adapun batas “terus –menerus” adalah ; Bila kapas dimasukkan kedalam lubang vagina masih ada warna darah, ini dihukumi masih keluar sekalipun darah tersebut tidak sampai keluar pada tempat yang wajib dibasuh ketika bersuci.

Sedangkan masa haidh yang paling lama adalah ; Lima belas hari lima belas malam . Adapun lazimnya haidh itu selama 6 (enam) hari 6 (enam) malam atau 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) malam. Semua itu berdasarkan penelitian Imam Syafi’i terhadap kaum wanita Arab.

Sedangkan masa suci yang memisah antara haidh satu dengan berikutnya paling sedikit adalah selama 15 (lima belas) hari 15 (lima belas) malam.

Paling lama masa suci tidak terbatas. Dan lazimnya menurut masa haidh, jadi kalau haidhnya selama 6 (enam) hari, maka masa sucinya selama 24 (Dua puluh empat)hari. Bila selama 7 (tujuh) hari, maka sucinya selama 23 (Dua puluh tiga) hari.
Darah yang keluar saat sedang hamil itu dihukumi darah haidh dengan syarat sebagai berikut ;
 Genap sehari semalam
 Tidak melebihi 15 hari 15 malam
 Keluarnya sebelum merasakan sakitnya melahirkan. Wallahu ‘Alam.

BAB VI
DARAH NIFAS

Nifas menurut arti bahasa adalah ; Melahirkan.
Sedangkan menurut arti syara’ adalah ; Darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan. Adapun darah yang keluar menyertahi bayi atau saat merasakan sakitnya melahirkan itu tidak dihukumi Nifas tapi darah Istihadloh.
Darah Nifas ini keluarnya peling sedikit cuma setetes. Dan lazimnya selama 40 hari 40 malam. Sedang masa paling lama adalah selama 60 hari 60 malam. Semua itu juga menurut penelitian Imam Syafi’I terhadap kaum wanita Arab.
Masa Nifas yang paling lama yakni 60 hari 60 malam ini dihitung sejak lahirnya bayi, tapi yang dihukumi nifas dihitung sejak keluarnya darah. Jadi seumpama melahirkan tanggal 1 (satu) kemudian keluar darah pada tanggal 5 (lima) , maka hitungan 60 hari 60 malam dihitung mulai tanggal 1 (satu), dan dihukumi nifas mulai tanggal 5 (lima). Adapun tenggang waktu antara melahirkan dan mengeluarkan darah dihukumi suci, jadi tetap wajib melaksanakan sholat dan kewajiban-keawajiban yang lain.
Tenggang waktu antara melahirkan dan mengeluarkan darah itu paling lama 15 (lima belas) hari. Bila melebihi 15 (lima belas) hari, bukan dinamakan / tidak dihukumi nifas tapi dihukumi haidh.

MASALAH-MASALAH DI SEPUTAR NIFAS

Pertanyaan.
“ Jika setelah melahirkan kemudian mengeluarkan darah dengan terputus-putus (setelah berhenti lalu keluar lagi)’ apakah semua itu dihukumi Nifas “?
Jawab
Bila masih dalam waktu 60 hari 60 malam dihitung sejak lahirnya bayi, disamping itu masa berhentinya darah tidak melebihi 15 hari 15 malam, maka masa keluar darah dan masa berhenti dihukumi nifas.
Contoh :
Ada seorang wanita melahirkan kemudian langsung mengeluarkan darah selama 5 (lima ) hari kemudian darah berhenti (mampet) selama 14 hari, setelah itu darah keluar lagi selama 10 hari, maka semua darah yang keluar (yang pertama dan kedua) serta masa berhenti yang ada darah tersebut , dia wajib mandi, sholat dan kewajiban-kewajiban yang lain sebagaimana orang yang lagi suci. Bila darah yang kedua diatas mulai keluarnya setelah 60 hari dari lahirnya bayi, maka darah yang pertama dihukumi Nifas sedang darah kedua dihukumi haidh dan masa berhenti diantara keduanya dihukumi suci.
Contoh :
Seorang wanita melahirkan kemudian mengeluarkan darah selama 59 hari, lalu berhenti selama 2 hari, setelah itu mengeluarkan darah lagi selama 3 hari, maka darah yang pertama dihukumi Nifas, darah kedua dihukumi Haidh, dan masa berhenti diantara kedua darah dihukumi masa suci yang memisah antara Nifas dan Haidh.

Jika darah kedua masih dalam hitungan 60 hari sejak bayi dilahirkan, tapi masa berhenti melebihi 15 hari, maka darah pertama dihukumi Nifas, darah kedua juga dihukumi Haidh, sedang masa berhenti dihukumi suci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.