Langsung ke konten utama

MENGHIDUPKAN SUNNAH RASUL SAW (1)


Mari kita hidupkan sunnah rasul !!!!



“ Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.” (QS. Ali Imran :102)

“ Sungguh telah ada pada (diri ) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharapkan Allah dan (kebahagiaan) hari akhir dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah.” ( QS. Al-Ahzab:21)


Pengertian secara rinci, bahwasanya Rasulullah SAW merupakan suri tauladan :
1.      Bagi orang-orang yang hanya mengharapkan Allah, yaitu al-muqorrobun (ahli haqiqah).
2.      Bagi orang yang mengharapkan mengaharapkan di hari akhir (selamat dari neraka dan masuk surga), yaitu al-abraar (ahli syari’ah)
3.      Bagi oraang yang banyak berdzikir krpada Allah, yaitu ahli thoriqah.

Kesimpulannya, bahwa semua umat islam, baik kelompok ahli syari’ah, ahli thoriqah maupun ahli haqiqah itu kesemuannya harus mengambil suri tauladan dari Rasulullaah SAW.
Mengambil suri taulan ini adalah diperintahkan oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya:
“ Katakanlah :”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Ali Imran:31)

Al-ittiba’(mengikuti jejak Rosulullah) itulah yang dimaksud dengan mengambil suri tauladan dari Rasulullah SAW. Memang tidak ada jalan menuju Allah ( mencari keridlaan Allah, pendekatan diri kepada Allah, juga pahala-pahala dari Allah) kecuali hanya mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW, seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abul Qasim al-Junaidi RA ( w. 297 H).

“ Semua Jalan menuju Allah adalah tertutup, kecuali orang-orang yang mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW.”

Juga seperti yang dikatakan oleh Syaikh Tajuddin Ibnu Atha’illah as- Sakandari RA (w.709 H)

“Sungguh Allah telah mengumpulkan kebajikan seluruhnya di dalam rumah, dan Allah telah membuat kuncinya, yaitu mengikuti jejak-jejak Nabi SAW. Barang siapa yang telah dibukakan baginya pintu mutaba’ah, maka hal itu menunjukkan bahwa ia telah dicintai oleh Allah SWT.”


Mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW itu, adalah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah, sekaligus berarti mencintai beliau, yang pada akhirnya akan masuk kedalam surga bersama-sama dengan beliaau, sebagaimana sabda beliau :

“ Barang siapa menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga “ ( HR. Thabarani dari Anas ibnu Malik)

Menghidupkan sunnah Rasulullah itu adalah dengan beberapa cara :
1.      At-Tamassaku ( berpegang teguh sekaligus mengamalkan), sebagaimana Sabda rasulullah SAW:

“ Barangsiapa yang berpegang teguh dengan sunnahku disaat rusaknya umatku, maka baginya pahala seperti pahala seratus orang mati syahid.”

Dan sabda Rasulullah SAW (dikutip dari kitab al-Ghun-yah karangan Syaikh Abdul Wadir al-Jilani):

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Umar, dari al-‘Urbadi bin Sariyaah RA, bahwasanya Rasulullah SAW shalat shubuh bersama kami, llu beliaaua menasehati kami dengan nasehat yang fasih, yang akrenanya kami meneteskan airmata, hati tergetar, dan kulit bagaiterbakar, lalu kami berkataa : “ wahai Rasulullah, sungguh seakan ini adalah nasehat perpisahan.”
Rasulullah SAW bersabda : “Aku berwasiat pada kalian semua untuk bertaqwa kepada Allah, mendengarkan, dan taat, sekalaipun ia budak Habsyi. Barangsiapa yang hidup setelah aku , niscaya akan  melihat banyak perselisihan (alira), ketika itu berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur Rasyidin setelah aku, pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu. Takutlah pada perkara-perkara baru, sungguh tiap perkara yang baru itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.”
(Yang dimaksud bid’ah dlolalah adalah bid’ah muharromah)

2.      Memperjuangkan atau mendakwakan, sebagaiman firman Allah SWT:

“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu, dengan hikmah (kebijaksanaa), dan mauidzah (pitutur) yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (berdialog). Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS. An-Nahl:125)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EMPAT WALI QUTUB

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Beliau pernah berkata “Kakiku ada diatas kepala seluruh wali.” Menurut Abdul Rahman Jami dalam kitabnya yang berjudul Nafahat Al-Uns, bahwa beberapa wali terkemuka diberbagai abad sungguh-sungguh meletakkan kepala mereka dibawah kaki Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.

Syaikh Ahmad al-Rifa’i
Sewaktu beliau pergi Haji, ketika berziarah ke Maqam Nabi Muhammad Saw, maka nampak tangan dari dalam kubur Nabi bersalaman dengan beliau dan beliau pun terus mencium tangan Nabi SAW yang mulia itu. Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi Saw tersebut. Salah seorang muridnya berkata :
“Ya Sayyidi! Tuan Guru adalah Quthub”. Jawabnya; “Sucikan olehmu syak mu daripada Quthubiyah”. Kata murid: “Tuan Guru adalah Ghaus!”. Jawabnya: “Sucikan syakmu daripada Ghausiyah”.
Al-Imam Sya’roni mengatakan bahwa yang demikian itu adalah dalil bahwa Syaikh Ahmad al-Rifa’i telah melampaui “Maqamat” dan “Athwar” karena Qutub dan Ghauts itu a…

NASKAH DRAMA JUDUL " KESABARAN "

KESABARAN

Sebuah cerita yang mengisahkan seorang remaja dari ekonomi lemah yang giat dan gigih dalam berusaha, semenjak dari bangku SD hingga sampai di perguruan tinggi mencari biaya sendiri dan dengan penuh ejekan atau cemoohan teman-temannya. Namun beliaunya mengadapinya dengan sabar, akhirnya Allah menjadikannya beliaunya menjadi orang sukses.
Para hadirin sekalian, marilah kita saksikan pagelaran teater cilik siswa-siswi SDN ....... Dengan mengangkat cerita “ Seorang penyabar “.
Dengan para pemain :
1. Ardy sebagai seorang penyabar diperankan oleh Ayub Abdurrahman Priono
2. Eka Fitria Riana sebagai Ibu Ardy
3. Muhammad fahri Muzakki sebagai guru
4. Andreas Bayu kusuma sebagai Joni
5. Thomas sahabat Joni diperankan oleh Siswo Muhammad Arif Nugroho
6. Fatimah dan Zahro sebagai sahabat Ardy diperankan oleh Sasisania Dewantari dan Laili
7. Mbah dukun diperankan oleh Fadil

Hadirin yang berbahagia inilah teater cilik siswa-siswi SDN ............ disutradai oleh Ibu Khusnul Hidayat selamat menyaks…

DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN BULAN MUHARRAM / SURO

DOA AWAL TAHUN DI BACA HABIS MAGHRIB TGL 1 MUHARRAM





DAN DOA AKHIR TAHUN DI BACA SETELAH ASHAR TGL 29 DZULHIJJAH

SEMOGA BERMANFAAT. AMIN.

DOA DIATAS DAPAT ANTUM DOWNLOUD DISINI UNTUK AWAL TAHUN  DAN DISINI  UNTUK AKHIR TAHUN