Rabu, 17 Maret 2010

MENGHIDUPKAN SUNNAH RASUL SAW (1)


Mari kita hidupkan sunnah rasul !!!!



“ Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.” (QS. Ali Imran :102)

“ Sungguh telah ada pada (diri ) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharapkan Allah dan (kebahagiaan) hari akhir dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah.” ( QS. Al-Ahzab:21)


Pengertian secara rinci, bahwasanya Rasulullah SAW merupakan suri tauladan :
1.      Bagi orang-orang yang hanya mengharapkan Allah, yaitu al-muqorrobun (ahli haqiqah).
2.      Bagi orang yang mengharapkan mengaharapkan di hari akhir (selamat dari neraka dan masuk surga), yaitu al-abraar (ahli syari’ah)
3.      Bagi oraang yang banyak berdzikir krpada Allah, yaitu ahli thoriqah.

Kesimpulannya, bahwa semua umat islam, baik kelompok ahli syari’ah, ahli thoriqah maupun ahli haqiqah itu kesemuannya harus mengambil suri tauladan dari Rasulullaah SAW.
Mengambil suri taulan ini adalah diperintahkan oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya:
“ Katakanlah :”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Ali Imran:31)

Al-ittiba’(mengikuti jejak Rosulullah) itulah yang dimaksud dengan mengambil suri tauladan dari Rasulullah SAW. Memang tidak ada jalan menuju Allah ( mencari keridlaan Allah, pendekatan diri kepada Allah, juga pahala-pahala dari Allah) kecuali hanya mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW, seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abul Qasim al-Junaidi RA ( w. 297 H).

“ Semua Jalan menuju Allah adalah tertutup, kecuali orang-orang yang mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW.”

Juga seperti yang dikatakan oleh Syaikh Tajuddin Ibnu Atha’illah as- Sakandari RA (w.709 H)

“Sungguh Allah telah mengumpulkan kebajikan seluruhnya di dalam rumah, dan Allah telah membuat kuncinya, yaitu mengikuti jejak-jejak Nabi SAW. Barang siapa yang telah dibukakan baginya pintu mutaba’ah, maka hal itu menunjukkan bahwa ia telah dicintai oleh Allah SWT.”


Mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW itu, adalah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah, sekaligus berarti mencintai beliau, yang pada akhirnya akan masuk kedalam surga bersama-sama dengan beliaau, sebagaimana sabda beliau :

“ Barang siapa menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga “ ( HR. Thabarani dari Anas ibnu Malik)

Menghidupkan sunnah Rasulullah itu adalah dengan beberapa cara :
1.      At-Tamassaku ( berpegang teguh sekaligus mengamalkan), sebagaimana Sabda rasulullah SAW:

“ Barangsiapa yang berpegang teguh dengan sunnahku disaat rusaknya umatku, maka baginya pahala seperti pahala seratus orang mati syahid.”

Dan sabda Rasulullah SAW (dikutip dari kitab al-Ghun-yah karangan Syaikh Abdul Wadir al-Jilani):

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Umar, dari al-‘Urbadi bin Sariyaah RA, bahwasanya Rasulullah SAW shalat shubuh bersama kami, llu beliaaua menasehati kami dengan nasehat yang fasih, yang akrenanya kami meneteskan airmata, hati tergetar, dan kulit bagaiterbakar, lalu kami berkataa : “ wahai Rasulullah, sungguh seakan ini adalah nasehat perpisahan.”
Rasulullah SAW bersabda : “Aku berwasiat pada kalian semua untuk bertaqwa kepada Allah, mendengarkan, dan taat, sekalaipun ia budak Habsyi. Barangsiapa yang hidup setelah aku , niscaya akan  melihat banyak perselisihan (alira), ketika itu berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur Rasyidin setelah aku, pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu. Takutlah pada perkara-perkara baru, sungguh tiap perkara yang baru itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.”
(Yang dimaksud bid’ah dlolalah adalah bid’ah muharromah)

2.      Memperjuangkan atau mendakwakan, sebagaiman firman Allah SWT:

“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu, dengan hikmah (kebijaksanaa), dan mauidzah (pitutur) yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (berdialog). Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS. An-Nahl:125)

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.

BELAJAR DAN BERAMAL ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO